Skip to main content

REVIEW : Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw (2019)


Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw (2019)
Directed : David Leitch
Production : Seven Bucks Productions, Chris Morgan Productions & Universal Pictures
Runtime : 136 Minutes
Setelah terkenal pada seri Fast & Furious maka duo cowok botak beraksi dalam seri terbaru mereka, perpaduan antara jiwa antogonis dengan protagonist ditambah aksi yang memukau, kebut-kebutan, teknologi canggih sudah menjadi makanan mereka sehari-hari. Berawal dari Hattie (Vanessa Kirby) seorang agent MI-6 ingin menyelamatkan virus Snowflake mematikan namun demi virus tidak jatuh ke tangan Brixton (Idris Elba) sosok penjahat punya kekuatan superhero layaknya sebuah robot manusia yang mengingikan virus tersebut, hanya satu cara menghentikan semuanya, virus tersebut diinjeksikan didalam tubuh Hattie. Munculnya agent CIA diperankan oleh Ryan Reynolds membawa Hobbs (Dwayne Jaohnson) pada misi tersebut, begitu juga Agent Loeb (Rob Delaney) membawa Shaw (Jason Statham) untuk menyelamatkan Hattie dari incaran Brixton. Mereka berdua mencari cara bagaimana mengeluarkan virus tersebut tanpa melukai Hattie.



David Leitch sudah terkenal karyanya lewat film Deadpool 2, Atomic Blonde sudah mengerti bagaimana meramu adegan aksi menjadi tontonan yang menarik dengan kisah yang sederhana, dengan latar belakang Brixton pernah dikalahkan oleh Deckard Shaw pada film sebelumnya di seri Fast & Furious 7 (2015), maka dendam atas kekalahan Brixton menjadi misi utamanya. Lucunya film aksi ini justru mengusung hubungan antara kakak dan adik juga bagaimana sosok anak yang telah pergi dari rumahnya dan harus kembali sebagai penebusan dosa. Sebagai film Spin Off justru akan menjadi babak baru dari kisah Fast & Furious munculnya karakter-karakter yang akan dibuat dalam layar lebar, tentunya dengan naskah yang baik penonton akan bisa menikmati kehebatan mereka dalam memaikan teknologi terbaru, Walaupun dalam segi cerita tidak ada yang menonjol, film aksi ini memang bikin kita selalu deg-degan lantaran kecepatan mobil, motor bikin andrenalin kita terpacu. Idris Elba berhasil sebagai Villian tangguh, chemistry keduanya sangat bagus, joke-joke juga selalu bikin sindiran-sindrian acara tv, film disaat mereka beraksi menjadi daya tarik film ini namun tetap terfokus dengan masalah yang mereka hadapi. Sedikit tentang Shaw yang dulunya musuh lantaran adiknya dipaksa masuk rumah sakit, mereka ini terkenal sebagai criminal tingkat dunia, Kalau Hobbs muncul pada seri ke-5 dan salah satu keluarga yang dicintai menjadi korban ulah Shaw di film Fast & Furious Tokyo Drift. Dulu mereka musuhan tapi demi menyelamatkan dunia dari kehancuran pihak Eaton maka mereka Bersatu. Dari awal anda akan disuguhi aksi ala Mision Imposible dan tentunya balapan ala Fast & Furious menjadi satu kisah, penuh aksi tanpa jeda dan kisah drama yang menyentuh. 
Hobbs & Shaw film yang dinantikan oleh pengemar fanatic Fast & Furious melihat kembali penampilan Jason Statham muncul penuh karisma dan The Rock hadir dengan gaya Orang Samoa, mulai tayang tanggal 31 Juli 2019 di seluruh bioskop Indonesia.  Jangan beranjak dari tempat duduk ada dua scene post credit dan end credit yang membawa pada film berikutnya nanti.
Overall : 8/10
 

Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

REVIEW : PET SEMATARY 2019