Skip to main content

Review : Spider-Man: Into the Spider-Verse


Spider-Man Into The Spider- Verse
Directing : Bob Persichetti, Ramsey, and Rothman
Production : Sony Pictures Animation, Columbia Pictures, Marvel Entertaiment
Runtime : 117 Minutes

Sangat fresh dalam penyajian arahan sutradara Persichetti, Ramsey, and Rothman atas arahan Phil Lord & Christopher Miller  tahun 2014 kemudian terealisasi tahun 2016, padahal banyak pesimis atas dibuatnya versi ini dengan cerita kita sudah tahu endingnya manusia yang di gigit laba-laba menjadi manusia superpower, namun dibalik cerita tersebut bagaimana digabungkan dalam sebuah dalam universe yang beda tapi dalam kesatuan cerita bukanya lagi trend di kalangan Marvelist sejati. Comic Style yang unik menjadikan film ini dari komik ke layar lebar sebuah terobosan baru paling segar daripada yang dulu ada,  Dunia paralel atau alternative universe memang seringkali membinggukan bagi penonton awan namun jangan kecewa justru kisah flashback dibuat sekocak mungkin selama durasi 117 menit, jadi setiap kita mengerti atau tidak latar belakang gak masalah sama sekali. Saya percaya kalian pecinta film superhero atau tidak akan memberikan nilai terbaik bagi film ini, sangat worthed pastinya anda tidak menyesal menonton. Apakah Sipder Man Into the Spider Verse masuk nominasi Oscar dalam katagori Best Animation Movie 2019, we see next februari ...

Dibagi dalam beberapa babak menceritakan bagaimana tidak hanya Peter Parker tapi ada 5 tokoh yaitu 3 orang  termasuk  Peter Parker dan 2 tokoh kartun. Uniknya mereka mempunyai kesamaan dalam cerita digigit laba-laba terkontaminasi Radioaktif dan berada di kota New York pada beda dimensi, Milles Morales (Shameik Moore) seorang pelajar Afro-American yang canggung, minder namun dituntut oleh orangtua harus berhasil apapun masalah yang dia hadapi. Tiba-tiba  berubah menjadi superpower sejak digigit laba-laba ketika diajak pamannya membuat graffiti dalam jalu kereta, sebagai tokoh sentral tentunya peran dia sangat banyak dbanding yang lain. Suatu ketika penjahat besar Wilson Fish aka Kingpin (Liev Schrieber)  tak sengaja membuka portal ke dimensi lain menarik beberapa versi spider-man dalam dunia Miles, seperti Spider-Man Noir (Nicholas Cage) , Spider-Woman Gwen Stecy (Hailee Steinfield), Spider-Ham Peter Porker anime cartoon (John Mualaney)  , Spider-Peni Parker Japan anime (Kimoko Glenn) dan tentunya versi Peter Parker (Jake Johnson)  itu sendiri. Tujuan utama menghancurkan Portal tersebut sehingga mereka bisa kembali pada dunia masing-masing. Kingpin ingin membalas kematian istri dan anaknya atas tindakan Peter Parker baginya Spidey harus bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Munculnya para karakter membuat seisi bioskop tertawa terpingkal atas kelakuan mereka dalam menghadapi Kingpin.

Ide yang segar tidak hanya sisi superhero tapi sisi dimana mereka juga gak mampu secara manusia untuk bangkit, rasa bersalah, rasa tak mampu mengalahkan tapi Leap of faith yang membuat mereka yakin sebagai superhero.  Seperti film Marvel lainnya semua Superhero ada didalam dunia parallel yang menyatukan mereka, apa yang membuat pihak Sony Pictures Animation dan Columbia dibawah otoritas Marvel mau membuat versi animasinya tak lain dengan cerita yang simple bagi anak-anak sejak dini diajarkan bertanggung-jawab tidak lari dari masalah yang mereka hadapi serta berani tampil dihadapan umum, sebuah pesan moral sangat baik sekali bahwa setiap anak punya “good power “ dalam diri mereka. Miles Morales berkata “Setiap orang bisa menjadi superhero dengan melakukan yang benar “. Sebuah film  Animasi yang keren, colorfull, funny dan banyak lagi menjadikan  Spider-man into Spider Verse film tontonan keluarga yang sangat cocok dihari libur menjelang Natal 2018, pastikan anak anda berdiskusi setelah menonton film ini dan tayang mulai tanggal 14 November 2018 di seluruh Bioskop Indonesia. 
Jangan beranjak dari bioskop seperti biasa ada satu scene untuk film berikutnya dan film ini juga ada cameo Stan Lee.
 
Overall : 8.5/10

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

Review : THE WAY I LOVE YOU

THE WAY I LOVE YOU Sutradara : Rudy Aryanto Pemain : Syifa Hadju, Rizky Nazar, Tissa Biani, Baskara Mahendra, Surya Saputra, Adi Nugroho, dan Windy Wulandari Produksi : RAPI FILM Menjelang hari Valentine Day tanggal 14 February selalu muncul film romantic remaja apalagi saat mereka berumur 17 tahun ketika rasa ketertarikan lawan jenis, dengan target anak remaja film ini sangat tepat tidak sekedar menjual tampang ganteng dan cantik tapi ceritanya sangat mengena mereka yang masih SMA. Menurut Produser Mr.Gope Samtani (Rapi Film) “Awalnya saya ingin punya konsep anak muda banget (Teeangers) dan ini sangat membanggakan saya bertemu dengan Rudi karen track recordnya dalam film remaja cukup banyak, saya percaya penonton akan suka film THE WAY I LOVE YOU, di tengah gencarnya film Komedi dan Horor yang akan hadir nanti nanti , film ini menjadi pesaingnya dan saya rasa itu wajar sekali. Hal senada disampaikan oleh sang sutradara Rudy Aryanto “Membuat film baper remaja sederhana justru s