Skip to main content

Press Release HOOQ - Menghadirkan CEK TOKO SEBELAH the Series

Press Release 
HOOQ  Menghadirkan CEK TOKO SEBELAH the Series 
Mulai tanggal 19 Desember 2018 setiap SENIN dan RABU 
Blugrass & Grill - Jakarta

Setelah sukses film CEK TOKO SEBELAH (CTS) tahun 2016 dengan 2 juta penonton lebih, menduduki peringkat ke-4 Box Office film Indonesia, dan HOOQ sudah merilis juga fim tersebut pada layanan streamingnya dan ini merupakan langkah komitmen menjadikan tayangan lokal sekelas dengan tayangan dari luar negeri, konten-konten seperti inilah yang diharapkan penonton setia HOOQ memberikan hiburan komedi yang segar, menyenangkan dikala mengisi waktu luang mereka.Dan ini juga merupakan dukungan terhadap kemajuan Industri film lokal. disela-sela peluncuran pada tanggal 18 Desember bertempat Blugrass & Grill Jakarta , seperti yang diutarakan  Ernest Prakasa selaku penulis dan sutradara serial ini mengatakan " CTS the series adalah Side Sequel dari film CTS artinya kisah terjalin ditengah-tengah cerita CTS tiap hari secara komedi-komedi akan lebih receh daripada film ". Senada dengan Tina selaku Content Officer HOOQ ini menjadikan satu timeline dengan CTS jadi sangat senang HOOQ mewujudkan cerita ini dalam tv series.
 
 

CTS the series mulai tayang di HOOQ pada tanggal 19 Desember 2018 setiap hari Senin dan Rabu terdiri dari 12 Episode masih berkisar Erwin (Ernest Prakasa) memajukan toko milik ayahnya Koh Afuk (Chew Kin Wah), lika liku karyawan selalu membuat ketawa para penonton maklumlah para pemeran CTS tetap ada, secara patern kondisi tokonya monoton keseharian menjadi daya tarik sendiri. 12 Episode ini dibagi menjadi 4 Sutradara supaya ada warna tersendiri dengan pendekatan seperti filmnya. Walaupun durasi 25 menit cukup baik dibandingkan durasi 45 menit dikarena padatnya cerita komedi. Karena berfokus pada kegiatan toko maka konflik tersebut seputaran kisah para karyawan.

Setelah menonton episode perdana, saya melihat taste masih dijaga sehingga kelucuan selalu terjadi, kocak dan benar-benar menghibur. Ini yang terjadi episode perdana ditayangkan ntah film serial lokal atau barat jika membuat penonton betah maka episode selanjutnya akan ditonton terus-menerus hingga habis. Namun jika membosankan dijamin akan berat pengikutnya menonton episode berikutnya, memang kendala dalam produksi serial kita selalu kejar tayang berakibat tidak maksimal secara tampilan, semoga CTS the series ini menjawab kekurangan produksi menjadikan serial tv layaknya film layar lebar.

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re