Skip to main content

Review : WIRO SABLENG : Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

WIRO SABLENG : PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212
Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
Pemain : Vino G. Bastian, Sherina Munaf, Fariz Alfarizi, Marsha Timothy, Yayan Ruhyan, Dwi Sasono, Lukman Sardi
Production : Lifelike Pictures & 20th Century Fox
Durasi : 123 Menit

Setelah 3 tahun lamanya proyek dari adaptasi novel terlama di Indonesia karya Alm. Bastian Tito rentang waktu 39 tahun akhirnya resmi dibuat ke layer lebar, membutuhkan 1.5 tahun proses pembuatan film Wiro Sableng berlangsung dengan melibatkan 977 kru dan pemain. Pernah anda melihat iklannya tiba-tiba muncul di Deadpool 2 dibawah 20thCentury Fox, belum lagi munculnya poster karakter makin membuat penasaran seperti apakah hasilnya,  Bergenre Action Fantasy ini khas Indonesia mengangkat paduan beladiri pencak silat dibantu koregrafinya oleh Yayan Ruhyan dan Production Designer Adrianto Sinaga merancang 300 kostum dan 1500 senjata, dan special costum oleh Tex Savirio. Untuk logo 212 dikarenakan huruf romawi belum muncul saat itu maka design logo diserahkan oleh Chris Lie-Caravan Studio. Lifelike Pictures berkerjasama dengan 20th Century Fox pertama kalinya, menurut Vice Executive President Asia Pacific-Kurt Rieder mengatakan “ Kami sangat senang berkolaborasi dengan produksi film di Indonesia, melihat beberapa film sudah masuk ajang Internasional dengan hasil yang luar biasa maka 20th Century Fox menyambut kerjasama ini menjadi mitra produksi dan dalam distribusi di benua Eropa , Asia.Keyakinan saya terhadap LifelikePictures sangat percaya apa yang mereka hasilkan selama ini tidak mengecewakan para moviegoers Indonesia”.

Tidak sebatas film tapi menciptakan Universe Wiro Sableng dalam bentuk beberapa kreasi seperti Game Arena Of Valor (AOV) dimana karakter Wiro Sableng dimunculkan juga diadakan Wiro Sableng Experience Hall semua masyarakat melihat karya Bastian Tito di Mall Kota Kasablanka mulai tanggal 28 Agustus hingga 2 September 2018, acara yang akan diadakan di Food Society Kota Kasablanka ini akan membuat para penggemar merasakan universe dari Wiro Sableng sekaligus merayakan kecintaan mereka terhadap Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 tersebut. Wiro Sableng Experience menjadi exhibition film Indonesia pertama yang pernah ada dengan menyuguhkan berbagai aktifitas serta booth yang menarik di sepanjang area exhibition tersebut. Para pengunjung dapat mencoba Wiro Sableng Virtual Reality (VR) Games untuk merasakan menjadi Wiro Sableng dan mengalahkan musuh-musuhnya dengan berbagai jurus dan pukulan khas sang pendekar. Tersedia juga Photobooth dimana pengunjung dapat berfoto dengan berbagai karakter film Wiro Sableng sekaligus mengikuti kompetisi photobooth tersebut. Para pengunjung juga dapat membaca komik online Wiro Sableng di booth Comico Experience serta membeli berbagai merchandise resmi Wiro Sableng di booth Official Merchandise Store.Menyambut antusiasme positif masyarakat atas karakter-karakter film Wiro Sableng, akan diadakan juga Cosplay Competition bagi para pengunjung yang akan dinilai langsung oleh para pemain Wiro Sableng sendiri. Hal ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Kasablanka, karena untuk pertama kalinya menyelenggarakan exhibition untuk film Indonesia. “Kami sangat mendukung setiap kegiatan dan acara yang mengangkat potensi seni dan budaya Indonesia
 
Tidak hanya itu lomba poster competition bekerja sama dengan beberap pihak tentunya. Sheila selaku Produser sangat bersyukur “ Semua diluar rencana saya sebelumnya, banyak pihak yang mau bekerjasama menghargai karya superhero lokal karya anak bangsa semoga kerjasama ini memotivasi penonton dan para creator-kreator muda Indonesia berkiprah dalam dunia film seperti penggunaan 93 VFX Artist lokal dan lebih dari 10 studo VFX mereka berkerja keras mewujudkan hasilnya yang luar biasa dan makin dikenal banyak orang”.

Wiro Sableng rencana akan dibuat Trilogi saat ini naskah masuk pre development supaya penonton dapat mengikuti kelanjutnya tanpa bersusah payah harus membaca novelnya yang begitu banyak. Berkisah disaat Kerajaan Nusantara Abad 16 bahwa penjahat Mahesa Birawa (Yayan Ruhyan) ingin menghancurkan kerjaan dibawah kekuasaan Raja Kamandaka (Dwi Sasono), Wiro sendiri saat itu berumur 4 tahun semua keluarganya dibunuh oleh Mahesa. Namun Wiro diselamatkan oleh seorang Guru Sakti Misterius dan dijadikan seorang murid yang mampu mewarisi ilmu kesaktiannya, Guru Sinto Gendeng (Ruth Marini) gagal dalam mendidik seorang murid, kesempatan inilah bagi Wiro membalas dendam Terhadap Mahesa Birawa. Tak hanya sendiri Wiro dibantu oleh Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarizi) ,Anggini (Sherina Munaf) dan Dewi penolong (Marsha Timothy). Pertarungan sengit tidak hanya bagi Wiro melawan Mahesa tapi juga musuh lain didalam Istana yang mengingikan tahta kerajaan jatuh ke tangan mereka.

Film berdurasi 123 menit berisikan banyak banyolan khas Vino tingkah laku teman-temannya. Intriknya dibuat sederhana mungkin jadi penonton tidak bosan, memang diakui ada hal yang masih kurang seperti adegan fightng terlihat pelan tapi secara keseluruhan tidak mengurangi keasyikan menonton filmnya. Wiro Sableng mengambarkan sikap persahabatan serta kerjasama satu tim bahkan mengajarkan kita untuk menjadi orang baik disaat-saat dunia kacau, inilah arti seorang pendekar sesungguhnya.

WIRO SABLENG PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212 akan tayang mulai tanggal 30 Angustus di seluruh bioskop Indonesia, saksikan superhero asli indonesia yang tak kalah keren dari superhero Hollywood.
Overall: 8.5/10



Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

Review : THE WAY I LOVE YOU

THE WAY I LOVE YOU Sutradara : Rudy Aryanto Pemain : Syifa Hadju, Rizky Nazar, Tissa Biani, Baskara Mahendra, Surya Saputra, Adi Nugroho, dan Windy Wulandari Produksi : RAPI FILM Menjelang hari Valentine Day tanggal 14 February selalu muncul film romantic remaja apalagi saat mereka berumur 17 tahun ketika rasa ketertarikan lawan jenis, dengan target anak remaja film ini sangat tepat tidak sekedar menjual tampang ganteng dan cantik tapi ceritanya sangat mengena mereka yang masih SMA. Menurut Produser Mr.Gope Samtani (Rapi Film) “Awalnya saya ingin punya konsep anak muda banget (Teeangers) dan ini sangat membanggakan saya bertemu dengan Rudi karen track recordnya dalam film remaja cukup banyak, saya percaya penonton akan suka film THE WAY I LOVE YOU, di tengah gencarnya film Komedi dan Horor yang akan hadir nanti nanti , film ini menjadi pesaingnya dan saya rasa itu wajar sekali. Hal senada disampaikan oleh sang sutradara Rudy Aryanto “Membuat film baper remaja sederhana justru s