Skip to main content

Review : 7 Days in Entebbe

7 Days in Entebbe 
Directed : Jose Padilha
Starring : Rosamund Pike , Daniel Bruhl
Production : Entertaiment One & Focus Picture
Runtime : 107 Minutes


Berdasarkan remake film tahun 1977 berjudul Raid on Entebbe selama tujuh hari mengisahkan dua pejuang PLO dan dua teroris German  membajak pesawat Air France 139 tujuan Tel Aviv-Israel meminta tebusan US$5 Milyard dan membebaskan 40 pejuang Palestina jika negosiasi berhasil maka para penyadera melepas 53 penumpang berkewarnegara lain dan tetap  menyandera 40 penumpang Israel. Usaha negosiasi ternyata gak mudah bahkan menuduh pihak Uganda dibawah Jendral Idi Amin terlibat atas aksi tersebut. Sutradara ingin mengangkat dua kisah dalam satu kesatuan prajurit Israel ingin menjalankan tugas dan kisah perjuangan Palestina. Film ini memang tak setegang film lainya seperti Munich buatan Steven Spielberg, Jose Padilha terkenal atas karyanya berjudul Elite Squad (2007), Robocop (2014) dan serial televisi Narcos (2015), filmmaker ini sudah seringkali mengarap tema Crime Thriller sehingga nuansa tahun 1970 tone warna kelam mudah dia dapatkan dan berkat karakter actor Rosamund Pike & Daniel Bruhl yang penuh emosi sangat mewakili film 7 Days in Entebbe. Sebagai primary protagonist terroris jerman berasal dari Red Army Fiction ( Baader-Meinhof ) , sedangkan pejuang Palestine tidak terlalu di tonjolkan, seakan-akan pihak Palestina tidak terlibat secara langsung hanya mereka simpatisan perjuangan berdirinya negara Palestina itu sendiri, Film ini memang tidak menunjukan kontroversi dari sikap Israel terhadap Terrois, justru melihat bagaimana para petinggi besar pemerintahan mempunyai dua pandangan yang berbeda dimana berdamai adalah jalan keluar mengakhiri konflik berkepanjangan atau tidak negosiasi sedikitpun dengan melakukan usaha penyelamatan tawanan dengan minim kesalahan. Film ini juga diambil dari versi sudut pandang pihak keluarga Netanyahu.

7 Days in Entebbe tayang mulai tanggal 11 April 2018 hanya di CGV Cinema, Cinemaax Theater.

Overall : 6.8/10





Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena