Skip to main content

Review : Avengers Infinity War

Avengers Infinity War 
Directed : Athony & Joe Russo
Starring : Robert Downey Jr, Josh Brolin, Chris Hemsworth, Chris Evan, Christ Pratt, Zoe Zaldana, Mark Ruffalo Etc
Production : Marvel Studios
Runtime : 152 Minutes

Kali ini penulis naskah film Avengers sudah memperbaiki kesalahan setelah banyak kritikan tajam Avengers : Age Of Ultron, dimana plot hole dan skrip yang lemah membuat orang mengantuk saat menontonnya. Avengers Infinity War menjadi yang terbaik setelah Avengers 2012 munculnya pahlawan superhero satu persatu diperkenalkan ke masyarakat luas pencinta film diawali oleh Iron Man (2008) hingga yang terakhir Black Panther (2018)  dimana kisah pahlawan superhero suatu saat bersatu melawan musuh besarnya Thanos . Banyak spekulasi muncul disaat title film berjudul Infinity Part 1 & Part 2 namun seiring pematangan skrip maka hal tersebut disatukan dikarena penonton akan kecewa jika filmnya terlalu panjang dan bertele-tele. Maka tahun 2016 diumumkan bahwa hanya satu judul saja Infinity War. Sesuai prediksi film ini akan merajai boxoffice diawal opening akhir April hingga selama bulan Mei 2018, apa yang mereka keluarkan sebanyak US$ 400 Million akan menuai berkali lipat. Penjualan tiket Pre-sale terbesar setelah Black Panther dalam 72 jam saja.
 

Mengenai isi ceritapun bergulir macam-macam siapa yang menang? siapa saja yang mati ?, ada berapa scene tambahan?, bagaimana dengan banyolan khas Marvel, hingga sutradara membuat statement untuk tidak membocorkan spoiler selama film ini masih tayang dan eforia keseruan di seluruh dunia. Apa yang di takutkan penonton bisa terjadi tapi bisa juga tidak terjadi. Infinity War memang berkisah tentang Thanos ingin merebut 6 Batu supranatural supaya dia bisa menguasai dunia alam semesta. perjuangan pahlawan superhero melawan Thanos pun menuai banyak sekali hambatan hingga terpecah menjadi 2 kubu siapa yang layak membunuh Thanos. Setelah Asgard dihancurkan Thor ingin membalas atas kehancuran Kerajaan Asgard tapi apa daya kekuatan Palunya ( Mljonir )  tak mampu hingga dia dilempar ke alam semesta antah berantah kemudian bertemu pasukan Guardian Of Galaxy dan Hulk sendiri dilempar ke bumi. Pembagian beberapa segmen dibuat sedemikian rupa sehingga penonton mampu mengikuti alur ceritanya yang tak membosankan. Bagian Thanos kenapa dia begitu kejam di jabarkan singkat namun padat, penonton diharapkan mengerti betul arah tujuan film ini. Aksi perang antara pasukan Thanos dengan di Wakanda sangat bagus, bahkan dari awalpun fighting mereka di kota Newyork sudah menyita perhatian penonton. Kali ini penonton dimanjakan adegan aksi  tanpa jeda dari awal mulai hingga akhir film. Terima kasih atas usaha Russo Brother membawa MCU kepada level yang lebih enak dinikmati bersama keluarga, sahabat dan orang tedekat.
 

Terlepas siapa saja yang masih hidup dan siapa saja yang mati, Infinity War tetap mengisahkan bagaimana pengorbanan orang lain demi sebuah persahabatan dan pengorbanan demi sebuah kekuasaan belaka, sebuah pesan moral bagi kita tak perlu mempunyai kekuatan super jika anda mampu berkorban demi kekuasan atau persahabatan. Lebih berat membunuh salah satu orang yang dicintai daripada perang antar galaxy. Keluarga tetap nomer satu, penjahat bisa saja terenyuh jika salah satu orang yang dia cintai harus dikorbankan. Sebuah film yang membuat tanpa kita sadari bahwa semua ini bisa terjadi dalam kehidupan kita.

Avengers Infinity War hadir dalam format IMAX 3D yang sangat bagus, tayang mulai tanggal 25 April di seluruh bioskop Indonesia. 
Overall : 9.5/10


Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia