Skip to main content

Review : Ready Player One

Ready Player One
Directed : Steven Spielberg
Starring :Tye Sheriden, Olivia Cooke, Simon Pegg, Mark Rylance
Production : Amblin Entertaiment,Village Roadshow Pictures, Warner Bros Pictures
Duration : 140Minutes
 

Sudah banyak reviewer muncul di timeline fb saya dalam satu hari penayangannya beragam nilai positif ditujukan pada film ini, tak heran banyak komentar yang membuat nostalgia dekade 1980-2000an apalagi bagi mereka yang lahir tahun 70an merasakan game dan film yang sangat fenomenal. Penghormatan ala Steven Spielberg buat para gamers sangatlah tepat. Bercerita anak muda selalu mencari idola dalam hidupnya gambaran karakter Wade aka Parvizal (Tye Sheridan) jiwa rebel hidup di tengah kehancuran sosial,kemiskinan pada tahun 2045 namun hanya satu hiburannya bermain game Virtual Reality di OASIS kreasi James Halliday (Mark Rylance) dimana pemainan tersbut dapat dikerjakan bersama-sama (Multiplayer). Berpartner dengan Samantha aka Artemis (Olivia Cooke), dia harus menyelesaikan secara tepat dan  menjadi pemilik game tersebut. Namun pemilik game ini IOI ( Inovative Online Industries ) terlibat sebagai pemain untuk mengalahkan pemain lainya, dia mempunyai kuasa penuh atas OASIS, usaha parvizal dan teamnya menyelesaikan "Anorak Quest " tidak berjalan mulus, 3 buah  teka-teki yang harus diselesaikan berada pada Easter Egg, jika OASIS berada ditangan orang jahat maka dia menguasai teknologi game yang mutahkir. Perebutan game ini menjadikan pengalaman seperti naik JetCoster penuh ketegangan serta adventure dunia maya dan hingar bingar tahun 80an hingga tahun 2000an menjadi satu kesatuan. Berdasarkan dari novel dengan judul yang sama karya Ernest Cline (2011) penuh dengan suguhan Pop Culture tahun 80an menjadikan Ready Player One sangat menarik selama durasi 140 minutes, muncul musik-musik seperti Van Halen hingga Bee Gees mewarnai selama adegan berlangsung. Biasanya sang maetro mempercayakan scoring gubahan John Williams namun berhubung terkait project The Post garapan Steven juga, scoring diberikan kepada Alan Silvestri. sebuah kepercayaan yang jarang terjadi pada semua proyek Steven Spielberg.


Memang tujuan utama menonton film tidak hanya mencari hiburan tapi ada sesuatu yang kita petik,dengan tampilan motion caption animasi yang sangat detil patutlah Steven Spielberg diberikan 4 jempol. Sebuah dedikasi dari orang yang berumur 70tahun tapi masih mampu memberikan penghargaan bagi insan film dunia, para filmmakers pasti mengikuti metode directing,shooting bahkan pengarapan yang detil. Orang sempat kecewa dengan berapa film garapannya namun percayalah visioner Steven Spielberg selalu membekas dihati pengemarnya. Dia selalu memberikan porsi pada semua karakter yang terlibat apapun mereka, karena itulah yang membuat sebuah film berhasil dan satu hal yang penting dari seorang aktor muda suatu saat menjadi aktor terkenal setelah bermain di filmnya. Dia mengasah aktor-aktris muda sesuai karakternya. Ready Player One menawarkan persahabatan, pencarian jati diri, mengejar cita-cita. Game memang nenarik bagi sebagian orang tapi lebih menarik lagi hidup dalam dunia nyata.  Sajian scific yang ringan tidak seberat seperti film Scific penuh pemikiran keras,dijamin film ini  penuh kejutan dalam setiap adeganya. Bujet filmnya sendiri sangat fantasis US$ 170 Milyard kita tunggu hasil box office minggu depan akan mengucang dunia.

Rasakan pengalaman sinematik menonton Ready Player One  dengan CGI & SFX yang sangat bagus sekali di akhir bulan maret ini menghiasi seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 28 Maret 2018, lebih baik nonton di IMAX & 4DX sensasi yang beda pastinya.

Overall : 9.5/10


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

Review : THE WAY I LOVE YOU

THE WAY I LOVE YOU Sutradara : Rudy Aryanto Pemain : Syifa Hadju, Rizky Nazar, Tissa Biani, Baskara Mahendra, Surya Saputra, Adi Nugroho, dan Windy Wulandari Produksi : RAPI FILM Menjelang hari Valentine Day tanggal 14 February selalu muncul film romantic remaja apalagi saat mereka berumur 17 tahun ketika rasa ketertarikan lawan jenis, dengan target anak remaja film ini sangat tepat tidak sekedar menjual tampang ganteng dan cantik tapi ceritanya sangat mengena mereka yang masih SMA. Menurut Produser Mr.Gope Samtani (Rapi Film) “Awalnya saya ingin punya konsep anak muda banget (Teeangers) dan ini sangat membanggakan saya bertemu dengan Rudi karen track recordnya dalam film remaja cukup banyak, saya percaya penonton akan suka film THE WAY I LOVE YOU, di tengah gencarnya film Komedi dan Horor yang akan hadir nanti nanti , film ini menjadi pesaingnya dan saya rasa itu wajar sekali. Hal senada disampaikan oleh sang sutradara Rudy Aryanto “Membuat film baper remaja sederhana justru s