Skip to main content

Review : Winchester 2018

Winchester 
Directed : The Spiereg Brother
Starring : Hellen Mirren, Jason Clarke
Production: Liongate , CBS Films
Runtime : 99 Minutes

Berdasarkan kejadian nyata tahun 1906 tentang mansion berhantu milik penemu senjata legendaris Winchester, setelah suami meninggal Sarah Winchester ( Hellen Mirren )  sebagai pemegang tertinggi perusahaan tersebut. Namun dikarenakan mengalami kejiwaan yang membuat resah para dewan direksi maka dicarilah dokter yang mampu mengatasi masalah kejiwaan Sarah. Dr Eric Price ( Jason Clarke ) ditugaskan mengevaluasi keadaan Sarah beberapa waktu sebelum keputusan dewan direksi menganti kedudukannya. Saat berada di Mansion Eric seringkali mengalami ganguan penglihatan dimalam hari,menurt dia ketakutan itu hanya masalah di otaknya bahkan akibat minum keras yang seringkali dia bawa. Sarah merasa dirinya ada yang selalu mengganggu namun Eric tak percaya hingga dia melihat secara langsung bagaimana Sarah bisa kesurupan untuk membangun beberapa kamar atas suruhan mahluk gaib selalu meminta pertanggungjawaban atas kematian mereka. beberapa kali Eric merasa apa yang dialami merupakan rasa bersalah atas kematian istrinya Ruby. Itulah yang menghantui dia selama ini, berbeda dengan Sarah dia yakin kejadian yang menimpa ponakannya Henry akibat ulah hantu tentara yang tewas akibat senjata buatanya, Benjamin Block bersama saudaranya meninggal saat perang saudara. 

Sebuah twist ditawarkan saat dipertengahan cerita,jika anda mengamati maka anda menemukan titik terang dan disaat 30-40 menit menjelang endinglah semua bisa ketebak. Skrip dibuat sedemikian rupa bagi penonton yang ingin sekali cepat-cepat menebak justru dibuat menjadi dua alur cerita namun tetap pada garis merah film itu sendiri. Yang menarik dari cerita ini adalah kisah Urban Legends menjadi daya pemikat tersendiri bagi pecinta film horor. Suasana rumah yang mencekam tentu saja ini membuat kita seringkali dibuat kaget. Hellen Mirren berakting sangat baik dibawah sutradara The Spierig Brother ( Predestination, Jigsaw ) Australian Director ini memang sudah memberikan semaksimal mungkin dalam pengarapan Winchester, dalam segi Custom jaman 1906 sudah sangat pas, tapi secara keseluruhan ada beberapa yang kurang di explore mungkin dikarenakan bukan bergenre horor murni lebih kepada supranatural, dia ingin mengingatkan kita kematian dengan senjata seringkali membuat trauma bagi mereka yang hidup. Untuk bujet yang kecil US$ 3.5 Milyar menghasilkan US$ 33.7 Milyard, hasil angka yang sangat fantastis dan sangat sukses dimata pecinta film horor. 

Winchester sudah tayang mulai tanggal 12 Maret 2018 diseluruh bioskop Indonesia. Tontonan wajib pecinta film horor,rasakan ketegangan disetiap adegan membuat kaget dan jantung terasa berdebar-debar.

Overall : 6.5/10

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak