Skip to main content

Review : DADDY's HOME 2

Daddy's Home 2
Directed : Sean Anders
Starring : Will Ferrel, Mark Wahlberg, Mel Gibson, John Cena, John Lithgow
Production : Gary Sanchez Productions, Paramount Pictures
Duration : 100 minutes

Menjelang akhir tahun bertepatan dengan libur panjang dipastikan film keluarga baik itu komedi,drama atau action akan menjadi pilihan untuk menonton. Apalagi suasana Natal menjadi dayatarik tersendiri. Setelah dua tahun lalu film pertama ditayangkan Daddy's Home mendapatkan respon kurang baik,banyak kritikus menilai acting mereka tidak begitu intens, semua serba dipaksakan untuk membuat penonton tertawa sehingga hasilnya jauh dari prediksi sebelumnya. Sebuah kesalahan yang perlu di ulang kembali, Nah film ke-2 jatuh pada bulan Desember Daddy's Home 2 bersetting saat liburan Natal tiba.Saat anak-anak tampil menceritakan apa arti sebuah Natal bagi keluarga,  Dusty ( Mark Wahlberg ) & Brad ( Will Ferrel ) sanggat tersentuh akan arti kebersamaan keluarga, dengan segala alasan untuk berlibur bersama mengajak kakek mereka untuk datang, Don ( John Lithgow ) dan Kurt ( Mel Gilbon ). Image yang selalu dijaga di depan orang lain sebagai "Team Dad" harus berkesan padahal sebelumnya mereka selalu bersaing di depan anak-anak mereka, Dusty dan Brad terlihat sebagai team. Dusty sendiri punya hubungan kurang harmonis dengan Kurt ayahnya. Sebagai ayah Dusty cenderung kasar, berkarakter jelek, saling mengejek dan menghina sudah menjadi bagian kehidupannya, Berbeda dengan Brad begitu melankolis, mudah terenyuh gampang sekali menitiskan air mata. Sebuah perpaduan yang unik. Ternyata Kurt mempunyai rencana lebih baik untuk menikmati liburan Natal kali ini. Kekonyolan selama durasi 100 menit mampu membuat kita bisa tertawa lepas.

Apa yang dicoba tampilkan oleh sutradara yang sama di film pertama  Sean Anders, masih menitik beratkan pada kisah ke dua ayah tiri, munculnya kakek menjadi pemicu kekacauan hingga ayah tiri Andriana , Roger ( John Cena ) datang tiba-tiba ke keluarga ini. Semua disajikan layaknya drama komedi keluarga yang sudah ada. Apa yang menjadi nilai jual film ini tak lain keberadaan Mark Wahlberg masuk dalama cerita komedi tentu saja kiprahnya sudah kita liat sebelumya ( Ted-Ted 2, The Other's Guy) inilah yang mendorong sutradara untuk mengambil peran sequelnya lebih matang lagi. Sean sudah terbiasa menyutradarai film komedi, dia spesialis genre comedy tak peduli kata kritikus hasil filmnya yang penting dia berkarya terus.Walaupun dengan formula yang sama, Sean yakin masih membuat penonton tertawa. Ya, harus diakui sequel ke dua ini memang lebih baik lagi secara cerita dan konflik yang terjadi. Daddy's Home 2 memang di tujukan buat keluarga namun tetap ada pendampingan anak-anak menontonnya, umpatan dan kata-kata kasar muncul disela-sela adegan. Dengan misi untuk melakukan yang terbaik bagi keluarga, kedua ayah mereka berusaha yang terbaik, sebuah pesan moral bagi orangtua harus bisa tanpa malu merubah sikap dan kesalahan mereka di depan anak-anaknya

DADDY'S HOME 2 segera tayang minggu ini tanggal 29 November 2017 diseluruh bioskop Indonesia , jangan lewatkan saat mereka menyanyikan lagu natal "Do You Know It's Christmas Time ".

Overall : 6.5/10

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...