Skip to main content

Review : Beyond Skyline


Beyond Skyline
Directed : Liam O'Donnel
Actor : Frank Grillo, Iko Uwais, Yayan Ruhian, Bojana Novakovic
Production : Hydralux,infinite, Framework Studios
Runtime :  1H 45M

Setiap kita pasti meremehkan kualitas cerita film ini apalagi yang sudah menonton Skyline (2010) banyak kritikus film menilai film ini tak ubahnya sebuah film tv dengan cerita yang sangat absurd, alhasil angka 4 disematkan pada Skyline. 10 tahun kemudian dengan sutrdara yang sama Liam O'Donnel mencoba merapikan kembali kisah serbuan alien namun berbeda lokasi dan karakter. Indonesia sudah 20 tahun ingin background Jogjakarta - Candi Borobudur menjadi latar belakang dalam sebuah film salah satunya After The Dark (Cinta Laura 2013), nah Beyond Skyline mengambil latar belakang Candi Prambanan. Sebuah kemajuan yang berarti apalagi dengan bintang utama tidak hanya Artis Hollywood, 2 pemain film The Raid masuk masuk jajaran dalam film ini Iko Uwais dan Yayan Ruhian. Kenapa sutradara tertarik ke-dua orang lain tak lain banyak yang menyukai karakter dalam The Raid, dari sinilah Liam O'Donnel ingin memberikan kesempatan aktor Indonesia lebih banyak berkarya dengan pencak silatnya.


Beyond Skyline bercerita setelah beberapa tahun invasi pertama kali Alien di Los Angeles terus merebak hingga ke Asia. Iko Uwais (Sua) seorang tentara bayaran di ladang Opium-Thailand mendapatkan perlawaran dari tentara pemerintah disaat serbuan alien menyerang. Disini Iko merupakan fighting koreographer bagi pemain lainnya,terutama Mark (Frank Grillo) berperan sebagai detektif polisi yang sedang menangani masalah anaknya Trent (Jonny Weston) terjebak disebuah kereta bawah tanah sehingga mereka tersedot kedalam pesawat alien. Frank begitu mudah beradaptasi oleh Iko bahkan adegan fighting di sebuah sawah sangat disukai oleh sang sutradara, tak ada halangan yang berarti bagi Iko dan Yayan semua berjalan sesuai rencana, perbedaan bahasa bukan kendala. Perjuangan mereka keluar dari pesawat Alien justru mendapatkan bantuan dari salah satu Alien yang mencoba membelot. loh kok bisa ? temukan jawabannhya menonton film Beyond Skyline ya..

Referensi film ini berasal dari beberapa film terkenal, sang sutradara menyadari hal itu tapi dibuat sedemikian rupa sehingga semua genre family,action,scific menjadi satu bagian yang sangat menghibur. Pemilihan lokasi Laos hanya kedekatan Liam dengan istri namun kondisi tak memungkinkan dalam skenario maka Jogjakarta dipilih menjadi seting film tersebut. Menonton film Beyond Skyline jangan berekspektasi tinggi lantaran bujet terbatas, bukan berarti jelek secara kualiatas. Justru dengan bujet terbatas hasilnya maksimal menurut saya.VFX dikerjakan oleh studio Hydraulx yang juga merupakan studio pembuat visual efek dari serial Netflix Stranger Things 2. Hasilnya luar biasa bagus. Keberhasilan Liam O'Donnel harus diacungi jempol bujet US$ 20 Million membawa film ini layak ditonton.Jangan beranjak dulu sisipan blopper membuat kita tertawa sejenak, rasanya part ke 3 akan lebih bagus lagi dan lebih dalam lagi ceritanya

Beyond Skyline sedang tayang di jaringan 21Cineplex.
Overall : 6.5/10
 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )

NAKEE 2 (2018) Directed : Pongpat Wachirabunjong Production : Act Art Generation , Falcon Pictures Runtime : 1 Jam 30 Menit Yang paling disuka dari cerita horror Thailand itu sinematography, tone color pastinya lokasi shooting selalu sesuai jalan cerita juga alurnya yang simple tidak neko-neko.   Setelah sukses dengan Serial tv   NAKEE 1 (2016) - di sutradarai oleh Thanya Wachirabunjong   dimana rating penonton serial ini begitu antusias maka tahun 2018 NAKEE 2 – di Sutradarai oleh Pongpat Wachirabunjong , keduanya adalah suami istri yang serius menekuni film horror Thailand.   Dibuatnya sequel ke dalam layar lebar berharap penonton masih antusias, ternyata hasil sangat mengembirakan bahwa tahun lalu film ini masuk Box Office dengan pencapaian nomer satu di Thailand , dikisahkan pada Nakee-1   seputar kisah puteri Naga yang jatuh cinta dengan manusia, dimana sosok garuda juga mencintai puteri tersebut, karena merasa dikhianati garuda harus berkelahi dengan naga sehing

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal