Skip to main content

Review : Justice League


Justice League 
Directed : Zack Snyder 
Starring : Ben Affleck, Gal Gadot, Henry Cavill, Jason Momoa, Ezra Miller
Production : DC Films, Rat Pac Entertaiment , Warner Bros Picture
Duration : 2h 1m


Setelah menunggu setahun para pengemar superhero dimanjakana lagi dengan munculnya trailer Justice League dan tak sabar filmnya tayang di bulan November ini, dimulai penayangan Wonder Women beberapa bulan lalu dengan penghasilan box office terbesar maka DC Extended Universe (DCeU) makin diperkuat karena sempat melihat perolehan yang kurang menguntungkan, hadirnya film Justice League (JL) bisa jadi yang terbaik dipenghujung tahun 2017. Banyak kritikus mengharapkan lebih dari film Batman vs Superman : Dawn of Justice, Suicide Squad  atau Wonder Woman namun apakah semua itu memenuhi keinginan kritikus film saja, saya rasa tidak-fans berat DCcomics pun mempunyai keinginan yang sama. di tangan Zack Snyder pastilah berhasil secara cerita dan kualitas. Filmnya sendiri sudah diberitakan sejak tahun 2014, ketika saat mulai shooting Zack Snyder berduka atas kematian putrinya, maka penulis skrip dan pengarah gaya diberikan pada Joss Wheldon ( The Avengers & The Avangers Age Of Ultron) demi mempertahankan nama baik Zack Snyder di poster credit tetap di pegang Zack Snyder dan Joss Wheldon pada penulisan script . Sebuah keputusan yang berat bagi Warner Bros Picture saat merilis filmnya namun semuanya bisa ditepis, seperti simbol Superman dimana harapan di Gotham City berlaku juga di dunia nyata para moviegoers, fans berat DC atau kritikus film mendapatkan apa yang mereka inginkan terlebih Warner Bros Picture, saya percaya perolehan jutaan dolar dihari pertama penayangan didapatkan dengan mudah.


Kembali ke JL, kisahnya berlanjut saat Superman dinyatakan meninggal, dunia mengalami kedukaan yang besar karena tak ada lagi pahlawan yang luar biasa mampun menggalahkan kejahatan. Bruce Wayne berusaha memecahkan masalah bersama Wonder Woman tapi tidak mungkin tanpa bantuan superhero lainnya, maka dipililah dua orang lagi yang terlibat, Utusan Darkseid - Steppenwolf dan Parademons hendak menguasai bumi mencari "Motherboxs" yang dapat memberikan kuasa yang besar pada dunia dan dewa-dewa. Usaha Batman mencari bantuan tak mengalami kendala, kehadiran Flash (Ezra Miller) Aquaman aka Arthur Curry (Jason Momoa) dan Victor Stone "Cycborg" (Ray Fisher) sudah diharapkan sebelumnya. Pertarungan makin seru takkala Motherboxs sudah ditemukan oleh Steppenwolf, dan  hanya ada satu jalan mengalahkan mereka. Bruce bertekad membangkitkan dia yang sudah mati !!


Di tangan Zack Snyder cerita tak sedalam dan sekelam BvS, jusrtu JL lebih banyak banyolan mungkin saat pengarapan Zack masih berduka maka Jos Whedon mengantikan posisinya, begitu juga penampilan para karakter mendapatkan porsi yang pas, Bruce dengan Diana , Flash dengan Diana karena kecantikan membuat Flash selalu salah tingkah, kemuncula villian dibantu dengan latar belakang asala muasala Motherboxs menjadikan penonton mudah mengerti, kenikmatan bisa dirasakan hingga akhir film dengan durasi 121 menit. Mengenai hubungan para superhero dipadatkan, konflik yang disajikan pun begitu sederhana, alur ceritanya mengalir tanpa harus berpikir panjang. perubahan karakter mampu membawah kesan tersendiri setelah anda menontonya.

Justice League tayang mulai tanggal 15 November 2017 diseluruh bioskop di Indonesia, sebagai pengemar DC jangan lewatkan 2 scene tambahan post credit title yang membuat anda penasaran.

Overall : 8.5/10
 




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia

REVIEW : WEDDING AGREEMENT

WEDDING AGGREEMENT
Sutradara : Archie Hekagery
Produksi : Starvision
Durasi : 100 Menit

WEDDING Agreement adalah debut film layar lebar saya. Pertama kali saya membaca novel yang ditulis oleh Eria Chuzaimiah (Mia Chuz), rasa ketertarikan itu langsung menguat karena kisah ini bercerita tentang Islam tanpa perlu menggurui. Pertanyaan besar : “Apakah mungkin seseorang bisa menikah tanpa pacaran?”, selalu menggantung di benak semua orang. WEDDING Agreement bisa menawarkan jawaban dengan cara yang manis, tanpa menghakimi siapapun.  Di sini, ada orang yang menikah tanpa melalui proses pacaran sebelumnya, dan ada pula pasangan yang telah berpacaran lama sejak bangku kuliah. Manusia punya logikanya masing-masing,  Saya benar-benar bersyukur karena dipercaya oleh pak Chand Parwez untuk menggarap film ini. Beliau produser hebat. cerita yang kuat, berhasil disampaikan tanpa perlu menjadi sesuatu yang membosankan apalagi sikap mengurui. Seperti kebanyakan novel yang diangkat ke layar lebar, tentu ba…