Skip to main content

Review : JIGSAW ( SAW Legacy )

JIGSAW
Directed : Michael Spierig dan Peter Spierig
Actor : Tobin Bell,Laura Vandervoort,Brittany Allen,Cle Bennett
Production : Twisted Pictures , Liongate  Pictures
Runtime: 1h 31m

Tak lepas dari seri pertama SAW, saat ini sudah memasuki seri ke-8 walapun tanpa embel-embel angka dibelakang judulnya. Film garapan James Wan ( SAW 2004 ) begitu fenomenal berbujet kecil menghasilkan angka yang luar biasa, James Wan membuat sebuah perbedaan film bergenre slasher gak layak ditonton oleh anak dibawah umur 18 tahun. Banyak adegan-adegan sadis diperlihatkan begitu nyata. Tak heran pecinta film Slasher mengharapkan seri berikutnya makin sadis makin dapat dinikmati. Namun kenyataannya tak seperti film pertama hanya beberapa seri saja yang menurut pengamat film dan kritikus melihat SAW 1-  AW 4 saja yang dianggap seri terbaiknya. John Kramer ( Tobin Bell ) masih menjadi tokoh sentral, filmnya masih menawarkan misteri pembersihan orang-orang yang berdosa untuk menghadapi "Games " dalam kehidupan mereka secara fisik atau  psychological torture yang berujung pada kematian yang tragis. Formula inilah yang dipakai pada film JIGSAW 2017.
 

Dengan plot cerita ketika penjahat dalam pengejaran petugas meminta menyelamatkan lima orang berada di sebuah ruangan, atau dia mati ditangan polisi. Ke-5 orang tersebut tanpa disadari harus memecahkan teka-teki melalui recording tape,Polisi tidak percaya begtu saja namun setelah kematian salah satu orang, pihak polisi menduga John Kramer aka SAW muncul kembali atau copycat dari John Kramer. Karena polisi tahu John Kramer sudah tidak ada sejak 10 tahun lalu ,kisah ini berlanjut hingga sisa 3 orang, korban ditandai oleh teka-teki pada wajah dan badan.  Akankah Polisi berhasil meringkus John Kramer atau memang ada pembunuh yang mencoba meniru sedemikian rupa.

 

Saya teringat dengan serial tv baru-baru ini yang begitu memukau, berjudul Following (2016) bagaimana membunuh bagian dari ritual sekte keagamaan membersihkan orang-orang yang sepaham dengan mereka itu bukan sebuah kejahatan. Mereka ini sangat terpengaruh oleh pemimpinnya. tak heran banyak pengikutnya yang berani mati demi menyelamatkan pemimpinya dari kejaran polisi. Bedanya SAW tidak ada pengikut, dia hanya mempengaruhi korban dengan permainan psikologisnya

JIGSAW
Overall : 7/10 



Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re