Skip to main content

Review : The Girl on The Train

The Girl On The Train 
Directed : Tate Taylor
Actor : EMily Blunt, Rebecca Ferguson , Haley Bennett, Luke Evans dan Edgar Ramirez 
Runtime : 1 Jam 52 Menit 

Berdasarkan novel bestseller 2015 dengan judul yang sama karya Paula Hawkins selama 13 minggu dimana terjual 2 juta kopi dalam waktu 4 bulan. Banyak pembaca menganggap sebagai The Next Gone Girl. Filmnya bertema psychological thriller dengan cast terkenal Emily Blunt (Edge of Tomorrow) , Rebecca Ferguson (Mission Impossible Rogue Nation), dan Luke Evans (The Hobbit). dan para pengemar novel di Indonesia sudah dapat menyaksikan di bioskop terdekat .

Rachel ( Emily Blunt ) setiap hari naik kereta untuk menghilangkan rasa kecewa atas kehidupan pernikahan yang sudah hancur ditambah dia seorang Alcoholic,merasa tidak dapat keturunan dengan segala cara namun hasilnya tidak memuaskan, Mantan suaminya sudah menikah lagi dengan wanita lain Anna ( Rebbeca Ferguson  ), namun Anna measa tidak nyaman ketika Rachel seringkali datang ke rumah lamanya dan melihat bayi mungil ingin mengendongnya. Kejadian seperti inilah Tom melarang Rachel untuk datang, measa tidak terima atas perlakuan Tom maka Rachel melakukan perlawanan. seiring waktu ketika melewati rumahnya dia merasakan bahwa Megan (Halley Bennet ) istrinya Scott ( Luke Evans ) pengasuhnya  berselingkuh dengan orang lain , seorang psikiatris . Merasa ada yang janggal, Rachel mengikuti Megan saat perjalanan pulang, Namun apa yang terjadi Rachel tiba-tiba tak sadar pingsan akibat pukulan dan Megan dinyatakan tewas oleh pihak kepolisian setempat. Rachel sempat diminta keterangan siapakah pembunuh sebenarnya ? apalagi Rachel merasa tidak membunuhnya, mungkin saja si psikiatris Dr Kamal Abdic ( Edgar Ramirez )  . Keterangan itulah yang diberikan kepada Scott , namun karena bukti tidak kuat Dr Kamal Abdic dibebaskan dan pembunuhan mengarah kepada Scott suami Megan .



Film ini memakai beberapa sudut pandang, pertama dilihat dari sudut pandang Rachel, penonton di ajak mengetahui kondisi perkawainan Rachel dengan Tom yang harus kandas karena Rachel sering mabuk- mabukan dan hal itu memucu konflik rymah tangga Rachel dan Tom. Sudut pandang berikutnya dari Meghan, disini Meghan banyak bercerita mengenai kehidupan pribadinya dengan suaminya, Scott, serta masa lalunya yang sering dia ceritakan kepada psikiaternya, Dr. Kamal Abdic. Lalu ada juga sudut pandang dari Anna, walaupun tidak banyak diceritakan, tapi penonton bisa paham siapa sebenarnya  Anna. Dari ketiga sudut pandang itulah, penonton dibawa kesebuah misteri pembunuhan yg menimpa Meghan. Serta menebak, siapa pelaku yg sebenarnya atas kasus ini. Bergenre Neo- Noir, film ini memuat. berbagai unsur, mulai dari pembunuhan, wanita cantik, penyelidikan detektif hingga tema sex yang kuat di film  ini.

Namun sayang eksekusinya begitu lamban dan terasa dipanjang- panjangkan dengan mengisinya kekosongan konflik tambahan rasanya tidak perlu ada. Mungkin bisa saja hal itu dibuat untuk mengaburkan pikiran penonton dan mempersiapkan sebuah twist menjelang akhir cerita. tapi yg terjadi disini malah semakin melebar kemana- mana membuat penonton kebingungan sendiri dan sulit menangkap apa benang merah  filmnya. Sebenarnya menghadirkan cerita yang kompleks sah- sah saja, asal diimbangi dengan cara bertutur cerita yang enak untuk diikuti. Tapi dengan begitu banyaknya hal yang ingin diangkat dan tak bisa mengakomodir semuanya tentu saja akan menjadi bumerang tersendiri bagi film tersebut. Alih- alih membuat penonton kagum, yang ada justru malah membuat penonton ketiduran selama film berlangsung.

Overall : 6.5/10 


THE GIRL ON THE TRAIN mulai tayang 30 Desember 2016, di jaringan bioskop CGV Cinemas, Cinemaxx, & Platinum Cineplex






Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...