Skip to main content

Review : My Annoying Brother ( Korea )




My Annoying Brother 

Directed : Soo Kyung
Cast : Jo Jung sik , Do Kyung Soo, Park Shin Hye


Berawal saat pemain judo nasional Du-Young ( Do Kyung Soo ) mengalami cidera ketika pertandingan , setelah kejadian hal tersebut dia mengalami kebutaan dan kehilangan semangat hidup . Sedangkan kakaknya Doo Sik (  Jo Jung Sik )  hidup sebagai kriminal dengan bebas bersyarat maka kedua kakak beradik ini menjalani kehidupan sehari-hari . Melihat hal tersebut kakaknya ingin adiknya punya semangat hidup kembali layaknya orang normal , satu hal yang dia harus pelajari adalah hidup mandiri Du Young  tidak merasa kecil hati dengan kebutaannya . Do sik melihat ada potensi besar si adiknya untuk berubah , kedatangan si pelatih Yudo Soo Hyun ( Park Shin Hye ) melihat hal yang sama , Du Young harus bisa melangkah kedepan . 



Di lain waktu Doo Sik memeriksa kesehatanya  ternyata dia menderita penyakit kanker pangkreas divonis oleh dokter hidupnya hanya beberapa bulan saja, mendengar hal ini membuat dia juga patah semangat namun jangan sampai penyakitnya ini diketahui oleh adiknya. Doo Sik meminta bantuan Soo Hyun untuk dia masuk paraolimpiade Rio 2016,  sebelum bujukan Doo Sik berhasil , dia mengajak adiknya berlatih bersama maka sejak itu Soo Hyun juga mengajak kembali menjadi Yudo . Singkat cerita Do-Young berhasil dalam latihan pemilihan atlet yudo yang akan dibawa ke ajang internasional paraolimpiade Rio 2016. Hal yang dilakukan kakaknya saat adiknya berada di Rio adalah merubah kondisi rumah mereka untuk Do-Young. Akankah Do-Young berhasil di olimpiade merebut emas dalam cabang yudo ? Bagaimana nasib  Doo Sik, bertahan hidup ?


Banyak kisah persahabatan dua saudara yang diangkat ke layar lebar , dari tema serius hingga drama komedi . Salah satunya ini  My Annoying Brother ( Korea ) mendapatkan apresiasi krtikan film korea hingga 95 persen artinya film ini memang layak di tonton , dan masuk Box Office Korea selama 2 minggu berturut dengan pemasukan sebesar $ 14.4  Million . CJ entertaiment sebagai distributornya Asia mengajak para fans berat Do Kyoung Soo ( Exo Band ) menonton film ini di Indonesia, Jive Entertaimet melihat pangsa yang besar pengemar personil Exo menjadi daya tarik sendiri . Durasi 110 menit tak terasa bagi anda pecinta drama dengan bumbu komedi menjadikan film ini layak ditonton . My Annoying Brother tayang di jaringan CGV Blitz, Platinum Cinemax, dan Cinemaxx Theater tanggal 22 Desember 2016 

Overall : 7/10 




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak