Skip to main content

Review : Assassin's Creed


Assassin's Creed
Directed  : Justin Kursel
Actor  : Michael Fassbender, Marion Cotillard, Jeremy Irons
Production : Ubisoft Motion Pictures
Duration : 175 Minute 

Di adapatasi dari game yang sama , film ini bercerita saat pencarian artefak Apel of Eden yang berisikan genetika kehendak bebas manusia pertama kali atau malah berisikan zat tuhan sang pencipta abad ke 15 , disaat para Ksatria Templar berhadapan dengan para Assassins. Callum Lynch ( Michael Fassbender ) merupakan keturunan langsung dari Augilar salah satu Assassins yang tertangkap, setelah menghadapi hukuman mati atas kriminalnya. Justru diselamatkan oleh Abstergo Industries, Mereka mencoba mencari DNA asal para Assassins ini dengan bantuan Lynch. Merasa Lynch bisa tertolong maka dia menjadi volunter masuk ke Animus Project , dimana project tersebut  masuk alam sadar Augilar melalui mesin Regresi.  Lynch berada di Spanyol pada  abad 15, tidak hanya merasakan namun bisa bela diri menghadapi para musuh-musuhnya.  Sophie ( Marion Cotillard ) bukan hanya anak dari pemilik Abstergo Industries tapi menjadi pemandu bagi Lynch . Apa yang di alami Lynch membuat dirinya berhalusinasi merasakan ada yang beda dalam pikirannya. Munculnya sosok Aguilar selalu menghampiri dia setelah memasuki mesin regresi itu. Sophie menyakinkan hal tersebut sangatlah wajar tidak berpengaruh apa-apa, dibandingkan hasil akhir yang dia dapatkan yaitu sebuah artefak Apel of Eden disembunyikan oleh para Assassins. Dr Allan Rikkin ( Jeremy Irons ) tak lain ada keturunan para Ksatria Templar yang merupakan musuh bebuyutan Assassins . Lynch tak sengaja bertemu dengan salah satu para Assassins yang ditawan oleh pihak Abstergo, bahkan tak sengaja bertemu ayahnya, mengetahui bahwa ibunya mati membela tujuan para Assassin maka ia sadar ada hal yang aneh membuat Lynch berpikir bahwa para ksatria templar yang berusaha membunuh semua para Assassin.


Film ini sendiri sangat asik ditonton apalagi adegan parkournya sangat keren, suasana Spanyol abad ke 15 sangat menujang dengan bantuan visual effect cukup bagus,penampilan Michael Fassbender tidak mengecewakana. Ubisoft sebagai pelopor Game ini sangat di anjungin jempol . Dibawah Ubisoft Motion Picture, Regency Enterprise dan Rat-Pac Dune dituangkan ke layar lebar untuk pertama kalinya dengan plot maju mundur tidak membuat penonton binggung mengikuti film ini , apalagi yang sama sekali tidak pernah bermain gamenya, saya sendiri sangat enjoy selama 1 jam 55 menit.  Bagi pecinta games selalu berekspektasi tinggi jika semua game di angkat ke layar lebar, itu sah-sah saja bagaimana jika hal tersebut berbeda atau malahan hancur sama sekali. Semua di tangan anda yang menontonnya dan anda juga yang menentukan bagus apa tidaknya setelah keluar dari bioskop .
Assassin's Creed tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 21 Desember 2016, film ini bisa menjadi salah satu pilihan menonton di akhir tahun.

Overall 8/10




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re