Skip to main content

Review : The secret Life of Pets


Tak heran film The Secret Life Of Pets saat opening weekend mencapai US$ 100 juta di Amerika saja, dan masuk urutan ke 7 Box Office Worldwide US$ 590 juta (Versi BoxOffice Mojo).  Sebuah hasil yang tak main-main dikerjakan oleh Illumination Entertaiment yang telah mengemparkan lewat Minions & Despicable Me  . Di akhir tahun ini ada satu film yang akan di keluarkan  berjudul SING, kali saya  membahas apa yang membuat film The Secret Life Of Pets begitu menarik . 
 

Berawal dari Max ( Louis CK ) anjing kecil peliharaan Katie (Ellie Kemper) , Max ditemukan tidak sengaja didepan sebuah pets shop. Perjumpaan pertama kali Katie dan Max membuat keduanya ada kedekataan, sejak saat itulah Max dipelihara. Suatu saat Katie membawa Duke (Eric Stoneherst ) anjing besar yang terlantar, Max merasa tidak adil sejak Duke berada di rumah. Ada sebuah kejadian tak sengaja membuta Duke merasa bersalah , moment ini kesempatan bagi Max melapor ke Katie kalau Duke bukan anjing yang baik . Ketika Duke dan Max diajak jalan-jalan ke taman, jutsru menjadi kesempatan bagi Duke balas dendam sama Max, tak sengaja Duke disuruh mengambil ranting namun Duke punya ide bagaimana mengilangkan Max , ide Duke berhasil membuang Max kesebuah tempat . Namun apa yang terjadi Max berada di kumpulan kucing liar. karena ketakutan Duke berhasil melarikan diri tapi justru malah mereka tertangkap oleh petugas Animal Control Kota NewYork, dibawalah masuk ke mobil . Gidget (Jenny Slate) anjing pudel sudah menaruh hati sama Max bertanya ke teman-teman Max, dimana keberadaan Max - ternyata Max & Duxe menghilang. Dengan semangat cinta yang mengelora akibat menonton Telenovela Gidget mengumpulkan yang lain untuk mencari Max & Duke. Inilah awal kisah petualangan mereka para binatang peliharaan mencari dan menyelamatkan Max & Duke. Banyak hal yang tak terduga mereka terima dan merasakan arti sebuah persahabatan, petarungan demi pertarungan dihadapi dengan binatang buangan lainnya menjadikan ceritanya makin komplex namun tak keluar dari nti cerita itu sendiri.



Illumination dengan gaya khas mengajak para penonton bisa merasakan bahwa binatang punya keinginan tersendiri saat kita tidak ada, banyak karakter yang mudah dipahami oleh anak-anak karena banyak dari mereka suka binatang peliharaan, hal ini yang disajikan dari film tersebut. Apalagi penonton serasa sudah paham intii cerita yang sangat fresh serta memberikan sajian yang sangat enak sekali selama durasi 8& menit tak terbuang percuma.

 
Melihat keberhasilan Pixar, maka Illumination dengan Short Movie Minions " Mower Minions" berhasil membuat penonton tertawa , dengan keyakinan yang dalam itulah sutradara Yarrow Cheney & Chris Renauld , film The Secret Life Of Pets akan disukai semua kalangan penonton . Secara teknis tidak dipungkiri lagi animasi 2D & 3D  sangat bagus sekali. Gubahan scoring Alexandre Desplat membuat film ini terasa hidup tidak membosankan mengalir tanpa harus buru-buru selesai .  Para pengisi suarapun sudah tidak diragukan lagi, anda akan benar-benar terhibur menyaksikannya.

The Secret Life Of Pets tayang serentak reguler tanggal 24 Agustus di seluruh bioskop Indonesia , malam ini tayang midnite show . Jangan beranjak dulu ada mid scene credit title yang sangat penting.

Overall : 8/10
 













Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re