Skip to main content

Review : Detective Conan - The Darkest Nightmare


DETECTIVE CONAN : The Darkest Nightmare
Director : Khobun Shizuno

Seorang mata- mata telah membobol Kepolisian Nasional Jepang dan mengambil dokumen rahasia milik CIA, FBI dan MI6 yang berisi nama- nama agen rahasia yang sedang menyamar.Di tempat lain, Conan dan teman- temannya anggota group Detektif Cilik bersama Profesor Agasha, mengunjungi pembukaan Wahana Aquarium Touto yang baru selesai di renovasi. Di sana mereka bertemu dengan seorang wanita misterius yang ternyata mengalami amnesia. Siapakah wanita tersebut ?

Dalam kisah Detective Conan, akan menjadi lebih menarik untuk disimak bila sudah berhubungan dengan Organisasi Jubah Hitam. Baik itu di dalam Manganya, serial animasinya maupun versi film bioskopnya. Tak terkecuali film Conan yang ke 20 ini.
Disini kita bisa melihat sepak terjang Gin, Vodka, Vermouth, Chianti dan Korn dalam usaha mereka mencari tahu orang- orang yang menjadi agen rahasia dan berusaha menghabisi mereka.Banyak adegan seru dan menegangkan yang tersaji lewat film ini, mulai dari adegan car chase di jalan layang sampai penembakan brutal di arena Aquarium Touto. Tidak hanya adegan aksi, film ini juga masih menyelipkan beberapa adegan lucu yang cukup memancing tawa.

Apalagi kalau sudah menyangkut kepada kelakuan Kogoro Mouri dan tingkah laku Detektif Cilik, Genta, Mitsuhiko dan Ayuchan, kadang tidak bisa ditebak, bukannya membantu, malah lebih banyak bikin repot Conan. Film yang masih dibawah kendali Kobun Shizuno juga menyutradarai fim sebelumnya. Shizuno tampil lebih baik didisini ketimbang film sebelumnya. Bagi para penggemar cerita Detective Conan sudah pasti gak bakalan melewatkan film yang sudah dirilis di Jepang sejak bulan april 2016 ini.  Detective Conan - The Darkest Nightmare tayang serempak semua jaringan bioskop CGVBlitz , CinemaxxTheater dan PlatinumCineplexx, mulai tanggal 24 agustus 2016. (Put)



Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re