Skip to main content

Review Paper Towns


Paper Towns - Kisah cinta remaja tanggung



Cinta berawal dari pandangan pertama, begitulah yang terjadi dengan seorang anak remaja tanggung bernama Quentin (Nat Wolff ) dia tinggal sebelah rumah Margo Roth Spiegelmen (Cara Delevinge ). Dia yakin Margo cinta sejatinya , mereka tumbuh bersama layaknya sepasang kekasih, semua dilakukan bersama hingga sampai Sma , Jiwa Margo berontak dengan aturan rumah, dia sering berpetualang penuh dengan misteri seringkali membuat teka-teki tentang keberadaanya,  namun Margo sudah bukan Margo yang dulu - sekarang dia menginjak dewasa , Q tidak merasakan hal itu lagi melihat Margo lebih dekat dengan yang laen. Beberapa hari menjelang mereka lulus sma , Margo menyelinap ke kamar Q mengajak keluar menikmati malam terakhir , ajakan Margo membuat Q semanggat mungkin ini adalah awal kehidupan cinta mereka berdua. Ternyata Margo punya rencana sendiri melampiaskan kekesalan terhadap dua teman baiknya, melihat Jase (Griffin Freeman) selingkuh dengan Becca (Caitlin Carver) sahabat baiknya,  Setelah membeli beberapa keperluan mereka pergi ke rumah Becca, pembalasannya berhaasil setelah itu mereka ke rumah Lacey (Halston Sage), Margo kesal dengan dia  ketika Jesse selingkuh namun Lacey diam saja, pembalasan ke dua pun berhasil. Margo & Q pergi ke sebuah gedung disitulah hati Q begitu bergelora merasakan cinta mati sama Margo, Tak lama kemudian mereka pulang,  malam itu merubah kehidupan Q , besok adalah hari yang terbaik dia jalani bersama Margo .


Beberapa hari setelah kejadian itu , Q mendapatkan kabar kalau Margo tidak pulang ke rumah , orantuanya pun kesal karena sudah 5 kali kejadian menghilang tanpa sebab. Q yakin  Margo hanya pergi beberapa saat saja. Namun hal itu membuat Q tidak nyaman , Q merasa harus mencari Margo  maka diajak beberapa sahabatnya Ben &  Radar (Austin Abrams and Justice Smith) mencari Margo dengan petunjuk-petunjuk yang ada.  The advanture just begin  mereka yakin bisa menemukan Margo sebelum pesta dansa dimulai. Margo pernah berkata Paper Towns adalah Peta yang sengaja dibuat untuk mengelabui seseorang ingin menjiplak sehingga ada nama kota yang tak ada dimasukana dalam peta tersebut.

Melihat acting anak abg mengingatkan kita masa-masa sma, dimana masa itu cinta begitu mengebu-gebu, orang bilang gejolak anak muda, cinta monyet dan sejenisnya. Tak heran film ini segmentasi anak abg yang mencari jatidiri melakukan apa saja karena mereka sudah dewasa.  Secara psikologis anak abg sepertinya masih harus ada bimbingan orangtua apalagi sudah kenal dengan lawan jenis hasrat cinta dan melalukan sex bisa kapan saja terjadi . Sutradara  Jake Schreier menterjemahkan dari novel Paper Towns karangan John Green setelah sukses di film sebelumnya The Fault in Our Stars , kedalam layar lebar mengandeng aktor-aktor baru, tak heran jika film ini akan disukai oleh anak muda para remaja tanggung dengan kisah-kisah masa sekolah yang akan segera berganti.

Film ini penuh dengan joke-joke ringan anak muda, membuat penonton tertawa pasti terlintas dipikiran kita ya begitu samalah jika kita mengalaminya , tak lupa Soundtrack menghiasi film ini berisikan lagu-lagu yang enak didengar cocok dengan jiwa anak-anak muda . Paper Towns akan tayang reguler tanggal 28 Agustus 2015 serentak di seluruh bioskop di Indonesia  dan malam ini tayang midnight show.

Overall : 7/10




Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

REVIEW : PET SEMATARY 2019