Skip to main content

Review HITMAN - AGENT 47


Tadi sore ( sabtu tanggal 22 Agustus 2015 ) saya bersama tiga orang rekan, menonton film HITMAN : AGENT 47 di CGV Blitz - Sphere X. ini kedua kali saya menonton di Sphere X pertama kali saat pembukaan, seat posisi P - sangat tidak nyaman serasa nonton film bajakan dengan munculnya subtitle menjadi miring. Kali ini posisi seat lebih baik di urutan J ( pengen urutan G-sudah penuh terisi penonton ) dan Saat  jam pertunjukan 18.45 wib film sudah mulai . 

Film ini merupakan reboot dari film sebelumnya tahun 2007 berjudul HITMAN saat itu diperankan oleh Timothy Olyphant & Olga Kurylenko, saat itu banyak yang mencibir bahwa filmnya kurang begitu laku,tidak sukses.. ya, emang diakui oleh banyak pihak namun buat saya HITMAN 2007 tetap mempunyai ciri khas tersendiri, waktu itupun saya sangat enjoy menonton filmnya, acting Timothy Olyphant tidak jelek. Kepala plontos,karakter begitu cool, sangat lihai dan masih banyak lagi ditambah adegan slow motion sniper mengingatkan saya dengan Game HITMAN itu sendiri.  Saya bukan pengemar video game/komiknya.

Twenty Century Fox - HITMAN AGENT 47

Rupert Friend, Hannah Ware, Zachary Quinto, CiarĂ¡n Hinds, Thomas Kretschmann
  
Berawal dari kisah Katia Van Dees (Hannah Ware) anak dari seorang dokter ahli Re-Generalisasi Genetika Latvenko (Ciaran Hinds) untuk membuat DNA yang sangat canggih sehingga terciptanya pembunuh-pembunuh berdarah dingin yang sangat terlatih melebihi kekuatan manusia itu sendiri.  Namun proyek tersebut membuat Latvenko terhilang tanpa jejak . Katia merasa ada yang mengikuti dia kemana dia pergi, saat di Stasiun kereta , Katia berusaha  lolos dari pemburuan agent 47 ( Rupert Friend) salah satu agen adalan dari ICA ( International Contrac Agency bukan CIA ) sebuah Syndicate Internasional dibawah pimpinan Le Clerg  (Thomas Kretschmann). Katia begitu yakin John Smith (Zachary Quinto) mampu melindungi Katia dari incaran Agent 47, dia berjanji untuk mencari ayahnya karena dialah pembuat "proyek pembunuh".



Scene yang paling keren justru berlokasi di Singapura, dibandingkan negara eropa, film besutan sutradara Aleksander Bach ini merupakan film pertama dia , Fox begitu yakin bahwa dia mampu menterjemahkan video game Hitman ke dalam layar lebar. Pemilihan Zachary Quinto menurut pribadi saya kurang ganas terlalu ganteng sebagai agent pembunuh , sangat berbeda ketika dia bermain di Serial TV - Heroes dan Star Trek Into Darkness sebagai Capt Spock.  Rupert Friend sebagai agent 47 sudah sangat pas, Begitu juga pemilihan Hannah Ware sebagai Katia tidak ada sensual appeal - tidak terlihat pintar.



Buat saya film HITMAN AGENT 47  sebagai hiburan semata tidak ada yang spesial. Marco Beltrami mencoba menyelamatkan dari sisi scoring buat pribadi saya sangat baik, point plusnya adegan fight sangat apik sekali sangat memacu andrenalin kita - cinematographer  Ottar Guanason menangkap setiap detil nyaris sempurna. Pengemar  seri game HITMAN sangat kecewa untuk ke dua kalinya , jika suatu saat di remake/reboot sangat berat - penonton akan berpikir ulang-ulang kali untuk menonton kembali.

Overall 6/10 




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re