Skip to main content

Review Attack On Titan part 1



Sejak muncu di medsos berita tentang live action Attack On Titan diangkat dari versi mangga Shingeki No Kyojin , semua berharap sama yaitu seperti yang selama ini mereka tonton,baca - bahkan ada yang menjadi fans sejati adalah bukti nyata impian mereka terwujud selama ini . Dan memang benar tahun 2015 Attack On Titan Part 1 sudah dirilis di Jepang dan masuk ke bioskop Indonesia.

Setelah para Titans menyerbu menghancurkan semuanya kira-kira 100 tahun yang lalu , maka dibuatlah Benteng yang paling tinggi, menjaga para titans tidak bisa masuk ke kota sehingga penduduk merasa damai selamanya, apakah benar-benar mampu menjaga para titans tidak masuk kota ?. Sebutlah dua sahabat Aramin ( Hongo Katana ) , Eren ( Miura Haruma  ), Mikasa ( Kiko Mzuhara)  hidup dimasa-masa damai tanpa ganguan Titans, mereka penasaran sebenarnya apa yang terjadi di luar benteng tersebut. ketika mereka bermain disebuah bekas Bom menunjukan tanda ada kehidupan diluar benteng. mereka menyelinap dekat dengan perbatasan benteng . Namun tak lama kemudian Armin - Eren  berkelahi dengan penjaga benteng dianggap mau membelot, tak lama paman Souda ( Pierre Taki ) melerai perkelahian tersebut, tak lama kemudian kejadian besar terjadi . Serbuan para Titans masuk kembali ke dalam kota . Pertarungan para Titans dengan pasukan Benteng tak terelakan, Titans tak mudah dihancurkan begitu saja-rasa kengerian membuat para prajurit memilih mundur daripada dimakan hidup-hidup, rakyat tak berkutik melihat ganasnya Titans tak peduli yang menghalangi memakan semua manusia termasuk Mikasa yang menjadi korban.



Dua tahun telah berlalu Eren & Armin bergabung sebagai pasukan penjaga Benteng, banyak yang telah menjadi korban atas kekejaman Titans . Mereka dilengkapi alat 3D Manuver ODMG  kemenangan ada ditangan kita apalagi di pimpin oleh Kapten Shikushima (Hiroki Hasegawa  ) keyakinan mereka bisa mengalahkan Titans sangat tipis jika tidak bisa merebut Omotemachi saat fajar dengan cara membunuh belakang kepala para Titans sehingga mereka tidak bisa bangkit lagi. Serangan mendadak Titans disebuah gedung memporak-porandakan pasukan . eren kaget melihat Mikasa ternyata masih hidup dan menjadi pasukan pengintai yang berhasil membunuh para titans .
Secara 3D para Titans sangat baik, wujud seperti manusia raksasa sangat terlihat realitis, pertempuran darah terlihat jelas - bagi yang tidak biasa akan mual . Dalam segi cerita memang berbeda dari Mangga , masih mengandalkan bumbu cinta lokasi , Scoringnya membuat nilai plus film ini makin terlihat keren , terlebih animasi saat pejuang loncat dari gedung ke gedung lain layaknya spiderman  .  
Attack on Titan Part 1 disutradarai oleh Shinji Higuchi mencoba memberikan para fans berat AOT lebih nyata, lebih sadis, lebih besar lagi dengan part 2 yang akan tayang bulan September ini . Saksikan Attack On Titan part 1 hanya di CGV Blitz & Cinemaxx Theatre mulai hari ini

Overall : 7.5 / 10



Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia

REVIEW : WEDDING AGREEMENT

WEDDING AGGREEMENT
Sutradara : Archie Hekagery
Produksi : Starvision
Durasi : 100 Menit

WEDDING Agreement adalah debut film layar lebar saya. Pertama kali saya membaca novel yang ditulis oleh Eria Chuzaimiah (Mia Chuz), rasa ketertarikan itu langsung menguat karena kisah ini bercerita tentang Islam tanpa perlu menggurui. Pertanyaan besar : “Apakah mungkin seseorang bisa menikah tanpa pacaran?”, selalu menggantung di benak semua orang. WEDDING Agreement bisa menawarkan jawaban dengan cara yang manis, tanpa menghakimi siapapun.  Di sini, ada orang yang menikah tanpa melalui proses pacaran sebelumnya, dan ada pula pasangan yang telah berpacaran lama sejak bangku kuliah. Manusia punya logikanya masing-masing,  Saya benar-benar bersyukur karena dipercaya oleh pak Chand Parwez untuk menggarap film ini. Beliau produser hebat. cerita yang kuat, berhasil disampaikan tanpa perlu menjadi sesuatu yang membosankan apalagi sikap mengurui. Seperti kebanyakan novel yang diangkat ke layar lebar, tentu ba…