Skip to main content

Review Gangster

 GANGSTER
 Pemain : Hamish Daud, Eriska Rein, Nina Kozok, Agus Kuncoro, Dwi Sasono
 Sutradara :  Fajar Nugros
 Produksi : Starvision 
Jamroni ( Hamish Daud ) tumbuh menjadi anak yang keras,kadang suka memberontak dengan ayahnya namun dbalik sifat keras Jamroni menaruh hati sama Sari ( Eriska Rein ) ,teman masa kecil di lereng gunung Merapi - Jogja , kisah persahabatan dan cinta membuat mereka yakin suatu saat bisa menjaga Sari, dengan percaya diri Jamroni latihan silat di kandang sapi saat dia menjali hukuman oleh orangtuanya. Seiring perkembangan jaman , Jamroni menjadi preman pasar sapi , Sari diajak ke Jakarta oleh orang tuanya. Bagi Preman uang adalah segalanya, para begal tumbang oleh aksi Jamroni, Tenyata  Juragan sapi ( Dede Yusuf ) adalah ketua para begal saat itu dia berhadapan dengan anggota si juragan sapi, teman Jamroni memberitahukan kalo Jamroni bukan anak kandungnya ketika ayahnya  Tohari ( Gunawan Maryanto ) sekarat, ada tumpukan surat dari Sari tentang keberadaan Sari selama ini dan ayah sebenarnya Jamroni .


Keputusan pergi ke Jakarta mencari ayah kandungnya dan mencari Sari , dia harus berhadapan dengan ormas  hingga tak sengaja bertemu Retta ( Nina Kozok ) anak penjabat kaya raya. Pertemuan mereka tak terduga ini membuat Retta membutuhkan Jamroni, bagaimana tidak anak buah ayahnya dihajar satu persatu oleh Jamroni, membuat ayahnya Retta Hastomo ( Agus Kuncoro ) yang telah menjodohkan dengan adik rekan bisninya Amsar ( Dwi Sasono ) , bagi Amsar perjodohan ini penting dibanding bisnis mereka berdua apalagi amsar punya ormas yang berkuasa di Jakarta ikut mencari Jamroni & Retta, dan pemburuan pun makin panas ditambah Hastomo mengutus satu orang pembunuh berdarah dingin Sueb ( Ganindra Bimo ) , pertarungan demi pertarungan tak terelakan bagi Jamroni demi melindugi Retta. 

Keputusan Retta membawa pulang Jamroni sebagai calon suaminya ,  menjadikan Hastomo & istrinya memberikan restu bagi Retta , Tapi tidak bagi Amsar  maka amsar merasa harga dirinya terinjak-injak oleh ulah Hastomo, Amsar menuduh Hastomo melanggar perjanjian dan menyulut kemarahan Amsar menyerbu rumah Hastomo saat hari pernikahan Retta & Jamroni. Dibalik itu Retta hanya memfaatkan Jamroni, dia sadar akan hal ini cuma permainan belaka, Karena bukan urusannya Jamroni pergi menyelinap mencari Sari dan ayah kandungnya ...

Sebenarnya siapakah Astuti & Hastomo dimata Jamroni ? 
Bagaimana cinta Jamroni ? Sari atau Retta ? 
Siapakah yang layak menjadi Gangster ibukota ?



Menurut  Produser Chand Parwez Servia , Gangster memberikan pengalaman tersendiri  sangat memantang dari proses persiapan hingga akhirya jadi sebuah tontonan baru bagi masyarakat Indonesia.  Fajar Nughros pun menambahkan film drama action membutuhkan kesabaran yang tinggi,banyak belajar dari menonton film aksi , apa dan bagaimana film action itu ternyata dukungan Starvision sangat besar serta dukungan pemain yang loyalitas sehingga Gangster seperti apa yang diharapkan bisa memenuhi keinginan penonton film Indonesia.

Jika anda pecinta film seperti Godfather, Nameless Gangster  & My wife is Gangster , film ini penuh aksi, drama yang menyentuh, tak lupa kelucuan ringan (tidak garing ) yang membuat penonton selalu tertawa, munculnya beberapa aktor-artis terkenal yang pastinya membuat cerita ini makin menarik.  Saksikan GANGSTER Mulai 27 Agustus 2015 di bioskop-bioskop kesayangan Anda.
Overall : 7,5/10











Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re