Skip to main content

Posts

REVIEW FILM : HARUSNYA HOROR, Komedi ala Grup Marapthon

  "Harusnya Horror" jadi salah satu tontonan yang paling dinanti penggemar konten digital tahun ini, karena ini adalah debut penyutradaraan Reza Arap Oktovian, sekaligus proyek besar yang melibatkan geng Marapthon secara utuh pindah dari layar streaming ke layar lebar. Filmnya sendiri mengusung genre horor-komedi dengan premis yang cukup absurd: sekelompok kreator konten yang sedang terlilit krisis finansial dan kehabisan ide, tiba-tiba bertemu dengan sesosok hantu bernama Mas, diperankan langsung oleh Reza Arap. Uniknya, hantu ini justru penakut dan sama sekali tidak menyeramkan, malah punya keinginan sederhana yaitu ingin menonton anime kesukaannya. Dari premis itulah komedi film ini dibangun. Meski mengangkat kisah tentang hantu, film ini justru lebih mengutamakan unsur komedi dibandingkan horornya, terutama lewat karakter hantu penakut yang jadi sumber berbagai kelucuan sepanjang film. Jadi wajar kalau ceritanya memang klise dan bahkan cenderung garing di beberapa titik, ...

REVIEW : Film "Paket Santet" , Masalalu Yang Harus Dibereskan

Film "Paket Santet" adalah film horor Indonesia yang disutradarai Dinna Jasanti, produksi BASE Entertainment, dan menandai debut sang sutradara di genre horor setelah sebelumnya dikenal lewat drama remaja seperti "Dua Hati Biru." Film ini digarap dari naskah Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo . Premisnya cukup segar untuk ukuran horor lokal, alih-alih santet yang datang lewat boneka jelangkung atau ritual di tengah malam, teror di sini dikirim lewat jasa ekspedisi. Tujuh mahasiswa Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri) masing masing menerima paket misterius tanpa identitas pengirim yang jelas, dan tak satu pun dari mereka merasa pernah memesan apa pun. Begitu paket dibuka, teror pun dimulai. Salah satu adegan ikonik karakter Bela yang tiba-tiba dikerubungi ratusan lebah atau tawon setelah membuka kirimannya sendiri, sebuah simbol vis...

REVIEW : Film Kung Fu Soccer (2026)

  Kung Fu Soccer (2026) menjadi salah satu film yang cukup menarik perhatian karena digarap oleh Stephen Chow, sutradara yang dikenal lewat film-film komedi dengan gaya yang unik dan absurd. Dari judulnya saja, kita sudah bisa membayangkan perpaduan antara sepak bola dan kung fu yang tidak masuk akal, tetapi justru menjadi daya tarik utama film ini. Film ini bercerita tentang tim sepak bola wanita Emei yang awalnya tidak terlalu diperhitungkan. Mereka harus menghadapi turnamen bergengsi Supreme Invincible Cup. Dengan kondisi tim yang penuh masalah dan dianggap sebelah mata, perjuangan mereka untuk membuktikan kemampuan menjadi inti dari cerita. Kalau dilihat dari ceritanya, sebenarnya tidak terlalu istimewa. Polanya cukup familiar, yaitu tentang orang-orang yang awalnya hebat tetapi sombong, kemudian mengalami masalah dan akhirnya sadar bahwa mereka tidak bisa berjalan sendiri. Mereka harus belajar bekerja sama sebagai sebuah tim untuk mencapai kemenangan. Namun, menurut saya, keku...

REVIEW FILM : DEAR YOU 2026

Dear You bukanlah film yang mengandalkan adegan besar atau konflik yang rumit. Film drama asal Tiongkok ini justru menyentuh hati lewat cerita sederhana tentang keluarga, penantian, dan kasih sayang yang tidak pernah pudar meski dipisahkan oleh waktu.Cerita berpusat pada Ye Shurou, seorang nenek keturunan Teochew yang selama bertahun-tahun masih menyimpan harapan untuk mendengar kabar dari suaminya. Penantian yang begitu panjang menjadi inti emosi dari keseluruhan film. Di sisi lain, cucunya Xiaowei memutuskan pergi ke Thailand untuk mencari jejak sang kakek. Perjalanan ini bukan sekadar mencari seseorang yang hilang, tetapi juga menjadi usaha untuk menyatukan kembali kisah keluarga yang selama ini terputus. Yang paling menarik adalah penggunaan tradisi qiaopi, yaitu surat yang dahulu dikirim oleh para perantau kepada keluarga di kampung halaman. Film ini memperlihatkan bagaimana selembar surat mampu menjadi penghubung cinta, harapan, dan kerinduan . Sejak awal, alur film berjalan de...

REVIEW FILM : The Tao Exorcist (2026)

  The Tao Exorcist (2026) menjadi salah satu film horor Taiwan yang cukup menarik karena mengangkat tema pengusiran roh menggunakan ajaran Tao. Berbeda dengan horor yang hanya mengandalkan jumpscare, film ini lebih banyak membangun misteri di balik kutukan dan ritual ilmu hitam. Cerita dimulai ketika Xiao Tuo , seorang pengusir setan Taois muda, merasa ada sesuatu yang aneh pada teman sekolahnya, Nianqi . Kecurigaannya membawa penonton masuk ke sebuah penyelidikan yang perlahan membuka rahasia mengerikan dari masa lalu. Alur film berjalan seperti mengupas lapisan demi lapisan misteri. Semakin jauh penyelidikan dilakukan, semakin banyak fakta mengejutkan yang muncul mengenai keluarga Nianqi dan ritual terlarang yang pernah terjadi. Suasana mencekam menjadi kekuatan utama film ini. Nuansa gelap, lokasi yang sunyi, serta musik latar berhasil menciptakan rasa tidak nyaman tanpa harus terus-menerus mengandalkan adegan mengejutkan. Yang saya sukai adalah penggunaan ritual Tao terasa cuk...

REVIEW FILM : DEEP WATER (2026)

Film Deep Water (2026) mengusung tema survival yang sederhana, tetapi tetap mampu menghadirkan ketegangan sejak awal. Dibintangi Aaron Eckhart dan Ben Kingsley , film ini menggabungkan bencana penerbangan dengan ancaman hiu ganas di tengah lautan. Ceritanya dimulai dari sebuah penerbangan internasional dari Los Angeles menuju Shanghai. Awalnya semua berjalan normal, hingga sebuah insiden kecil mengubah segalanya menjadi mimpi buruk.  Penyebab bencana ternyata berasal dari hal yang sering dianggap sepele, yaitu sebuah power bank yang mengalami korsleting dan memicu kebakaran di ruang kargo. Dari sinilah rangkaian tragedi mulai terjadi. Setelah pesawat tidak lagi bisa dipertahankan, pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di tengah laut. Sayangnya, keadaan semakin buruk ketika badan pesawat terbelah di atas terumbu karang sehingga para penumpang harus bertahan hidup di tengah ancaman hiu. Menurut saya, pesan terbesar film ini justru bukan tentang hiunya, melainkan tentang penting...

REVIEW FILM : IP MAN , KUNGFU LEGEND (2026 )

Ip Man: Kung Fu Legend (2026) adalah film aksi kriminal yang disutradarai oleh Li Liming , dibintangi oleh Dennis To yang kembali sebagai master Wing Chun legendaris Ip Man Berlatar di Hong Kong tahun 1950-an, plotnya mengikuti Ip Man saat ia meninggalkan kepolisian untuk membuka sekolah seni bela diri miliknya sendiri, Ketika sebuah sasana tinju Barat dan sebuah kelompok triad Tiongkok mencoba memaksa penduduk setempat keluar dari properti mereka, Ip Man turun tangan untuk melindungi warisan tradisionalnya. Sebagai penggemar film bela diri, saya cukup antusias saat menonton Ip Man: Kung Fu Legend (2026). Film ini kembali menghadirkan Dennis To sebagai Ip Man, dengan latar Hong Kong pada era 1950-an. Ceritanya berfokus pada perjuangan Ip Man yang membuka perguruan Wing Chun setelah meninggalkan kepolisian. Saya justru merasa film ini tidak memberikan emosi yang kuat. Ada beberapa momen yang seharusnya terasa menyentuh atau menegangkan, tetapi penyampaiannya terasa datar sehingga suli...

REVIEW FILM : LOVE BARISTA, Cinta Lewat Sruputan Kopi Vietnam

  Love Barista mencoba menghadirkan komedi romantis lintas budaya dengan mempertemukan Korea Selatan dan Vietnam. Premisnya cukup menarik, seorang aktor Korea yang sedang terpuruk harus bertahan hidup di Vietnam hingga bertemu seorang barista berbakat yang perlahan mengubah hidupnya. Yang langsung terasa sejak awal adalah suasana Vietnam yang ditampilkan dengan hangat. Jalanan, kafe, hingga budaya kopinya menjadi nilai tambah yang membuat film terasa nyaman dinikmati, bahkan ketika ceritanya berjalan santai. Lee Kwang-soo kembali mengandalkan kemampuan komedinya yang sudah dikenal banyak orang. Ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan tingkah kikuknya masih mampu mengundang tawa tanpa harus berlebihan. Bagi penggemarnya, inilah alasan utama untuk datang ke bioskop. Hoang Ha juga tampil cukup natural sebagai Thao . Karakternya sederhana, hangat, dan mudah disukai. Interaksi keduanya yang menggunakan bahasa Korea, Vietnam, dan sedikit bahasa Inggris justru menjadi salah satu bagian yang me...

REVIEW FILM : FOUFO , Drama Komedi Sisi Lain Dari Budaya Madura

Skak Studios dan Sinemart mempersembahkan film berbudaya Madura pertama di Indonesia, Foufo, yang akan tayang mulai 9 Juli 2025 di bioskop Indonesia. Film komedi sci-fi karya sutradara Bayu Skak ini berhasil membuat penontonnya ngakak chaos dari komedi-komedi yang tersaji, sementara drama keluarganya juga bikin penonton relate, tentang anak yang ingin berbakti dan mewujudkan mimpi sang ibu naik haji.  Bayu Skak kembali mencoba sesuatu yang berbeda lewat FOUFO, sebuah drama keluarga yang dipadukan dengan komedi dan fiksi ilmiah. Premis tentang alien yang terdampar di Madura terdengar nyeleneh, tetapi justru menjadi daya tarik utama film ini sejak awal.  Keputusan Bayu Skak memberi ruang bagi banyak pemain lokal layak diapresiasi. Meski sebagian besar bukan nama besar di industri film, mereka mampu menghadirkan karakter yang terasa alami. Chemistry antar pemain menjadi salah satu kekuatan yang membuat penonton mudah masuk ke dalam cerita.  Dari sisi akting, penampilan pa...

REVIEW FILM : The Death of Robin Hood, Sisi Kelam Sang Penolong Rakyat Jelata

Kalau mengharapkan film The Death of Robin Hood penuh aksi seperti kisah Robin Hood yang selama ini dikenal, kemungkinan besar akan merasa kecewa. Film ini justru mengambil arah yang sangat berbeda. Ceritanya lebih banyak membahas penyesalan, dosa, dan perjalanan hidup seorang Robin Hood yang sudah tua. Robin Hood versi Hugh Jackman digambarkan bukan lagi sebagai pahlawan yang gagah berani. Ia menjadi sosok yang lelah, penuh luka, dan terus dihantui masa lalunya. Hampir sepanjang film, penonton diajak melihat pergulatan batinnya daripada aksi memanah atau melawan musuh. Hal yang cukup mengejutkan adalah masa lalu Robin ternyata jauh lebih kelam daripada legenda yang selama ini dikenal. Film ini menunjukkan bahwa ia pernah membunuh banyak orang, bahkan rakyat jelata yang tidak bersalah. Hal inilah yang menjadi sumber rasa bersalah yang terus menghantuinya hingga akhir hidup. Karakter Little John (Bill SkarsgÄrd) juga ikut terseret dalam sisi gelap tersebut. Hubungan mereka bukan lag...