"Harusnya Horror" jadi salah satu tontonan yang paling dinanti penggemar konten digital tahun ini, karena ini adalah debut penyutradaraan Reza Arap Oktovian, sekaligus proyek besar yang melibatkan geng Marapthon secara utuh pindah dari layar streaming ke layar lebar. Filmnya sendiri mengusung genre horor-komedi dengan premis yang cukup absurd: sekelompok kreator konten yang sedang terlilit krisis finansial dan kehabisan ide, tiba-tiba bertemu dengan sesosok hantu bernama Mas, diperankan langsung oleh Reza Arap. Uniknya, hantu ini justru penakut dan sama sekali tidak menyeramkan, malah punya keinginan sederhana yaitu ingin menonton anime kesukaannya. Dari premis itulah komedi film ini dibangun. Meski mengangkat kisah tentang hantu, film ini justru lebih mengutamakan unsur komedi dibandingkan horornya, terutama lewat karakter hantu penakut yang jadi sumber berbagai kelucuan sepanjang film. Jadi wajar kalau ceritanya memang klise dan bahkan cenderung garing di beberapa titik, karena horor di sini memang cuma bumbu, bukan menu utama.
Yang membuat film ini punya nilai lebih adalah faktor familiaritas penonton. Bagi yang sudah mengikuti konten Marapthon, menonton film ini terasa seperti melihat para personel AAA Clan berpindah langsung ke layar lebar, lengkap dengan gaya lelucon dan interaksi khas yang biasa muncul di siaran live streaming mereka. Ini kenapa penonton yang notabene fans lama mereka lebih mudah connect dan ketawa, meski leluconnya sebenarnya sederhana. Sembilan anggota Marapthon yang debut akting di sini antara lain Jot (George Tierison), Garry Ang, Yuka Theo, Aloy, Bravyson, Niko Junius, Ibot, dan Tepe. Ditambah nama-nama pendukung seperti Ronny P Tjandra, Malka Rafasya, dan penampilan spesial Yoshua Marcellos. Sisi paling emosional dari film ini tentu saja keterlibatan mendiang Lula Lahfah, kekasih Reza Arap yang berpulang pada Januari 2026. Film ini menjadi karya layar lebar terakhirnya, sekaligus comeback aktingnya sebelum ia wafat. Reza sempat menegaskan tak ingin menjual kepergian Lula demi promosi, tapi kehadirannya di film ini otomatis membuat "Harusnya Horror" terasa personal, hampir seperti bentuk tribut diam-diam bagi mendiang. Dari segi produksi, film ini digarap serius lewat kolaborasi besar antara AAA Clan, Marapthon, dan SinemArt (lewat ESS Jay Pictures), dengan bujet yang menurut Reza sendiri terbilang besar untuk ukuran debutnya, meski masih di bawah biaya produksi Marapthon musim terakhir.
Reza sendiri mengakui keputusan loncat dari dunia streaming langsung ke sutradara film ini sebagai langkah "ekstrem," apalagi ia melakukannya tanpa jeda istirahat sama sekali usai Marapthon Season 2 rampung. Secara keseluruhan, "Harusnya Horror" memang bukan film yang menawarkan cerita orisinal atau plot rumit, formulanya cukup klise: kreator konten kere ketemu hantu, lalu bikin konten viral bareng. Tapi justru di situlah daya tariknya buat penggemar Marapthon: bukan soal ketegangan horor, melainkan bagaimana chemistry dan komedi khas geng ini tetap terasa, sekaligus jadi kenangan manis untuk mendiang Lula Lahfah. Film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Overall : 7/10


Comments
Post a Comment