Skip to main content

REVIEW FILM : AGENSI RUMAH TANGGA (ART) Ngakak dan Nangis Bareng ART, Film Yang Bikin Kamu Merasa Jadi Manusia

Film Agensi Rumah Tangga (ART) merupakan film komedi yang datang tepat di saat banyak orang butuh tawa yang tidak hanya ringan, tapi juga punya sudut pandang yang jujur. Diadaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari, kisah ini mengangkat Katia yang baru saja di-PHK dan harus mencari cara baru untuk bertahan hidup, termasuk membayar KPR. Ia memilih jalan yang jarang dipilih membangun usaha atau agensi penyaluran asisten rumah tangga. Pilihan itu langsung menantang anggapan umum bahwa keamanan hidup hanya bisa didapat lewat jalur resmi seperti PNS. Katia menunjukkan bahwa seseorang bisa menciptakan pekerjaan yang berguna bagi orang lain tanpa harus menunggu lowongan yang “aman” menurut standar masyarakat. Film ini dengan cerdas menempatkan kerja yang sering dipandang sebelah mata sebagai pusat drama, tawa, dan bahkan makna. Enzy Storia (Katia) dengan kehadiran yang hangat dan tidak dipaksakan. Di sisinya, Afgan (Kafka) memberikan warna yang menenangkan tanpa mengganggu ritme komedi. Yang lebih menarik adalah jajaran pemeran perempuan yang sangat kuat dari Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, hingga deretan komika seperti Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.

Kehadiran banyak komika perempuan di satu film membuat tawa terasa organik, bukan sekadar sisipan gags. Mereka membawa pengalaman panggung yang membuat dialog-dialog sehari-hari terdengar hidup dan dekat. Sutradara Naya Anindita berhasil menjaga agar humor tidak menindih sisi emosional yang sesekali muncul. Naskah karya Upi dan Ayu Anggraini Putri cukup lincah memadukan kekacauan kehidupan rumah tangga dengan konflik pribadi Katia. Di antara tawa, film ini sempat menyinggung soal tekanan keluarga, harapan ibu, dan pilihan antara “kerja yang pantas” versus pekerjaan yang benar-benar memberi manfaat. Poin ini terasa relevan tanpa perlu digurui. Film ini juga menjadi pengingat bahwa banyak perempuan di luar sana memilih meninggalkan zona nyaman demi menopang keluarga. Agensi yang dibangun Katia bukan hanya tempat mencari uang, melainkan ruang di mana sekelompok orang saling bergantung dan membentuk semacam keluarga baru. Di situ letak kekuatan emosional yang paling sederhana sekaligus paling jitu. Bagi penonton yang lelah dengan narasi “harus jadi PNS atau gagal,” film ini menawarkan jawaban yang lebih manusiawi. Katia dan para ART-nya menunjukkan bahwa makna kerja tidak selalu berada di meja kantor atau seragam resmi. Kadang makna itu justru muncul di dapur, di ruang tamu, dan di antara orang-orang yang saling menjaga. Naya Anindita bersama para pemainnya berhasil membuat film yang ringan tapi tidak dangkal. Ada tawa yang cukup banyak, ada rasa yang sempat mengganjal, dan ada pesan yang tetap terasa tanpa perlu diteriakkan. Itu sudah lebih dari cukup untuk film komedi yang ingin menyapa penonton di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Film Agensi Rumah Tangga adalah film tentang perempuan yang memilih bertahan dengan cara mereka sendiri. Dan dalam pilihan itu, ada kejujuran yang terasa segar di layar bioskop Indonesia saat ini. Secara keseluruhan, Film Agensi Rumah Tangga tidak berusaha menjadi film besar yang sok mendalam. Ia cukup puas menjadi komedi yang cerdas, hangat, dan lugas. Ia membuktikan bahwa pekerjaan yang berguna bagi orang lain bisa lahir dari keputusan yang berani, bukan dari jalur yang sudah ditentukan masyarakat. Film ini layak ditonton bukan karena ingin menggurui, melainkan karena berhasil menghibur sambil diam-diam menggeser cara pandang kita tentang apa artinya bekerja dan berguna. Mulai tayang tanggal 10 September 2026 hanya dibioskop kesayangan anda, tertawalah dengan mereka temukan arti bahagia buat diri sendiri dan orang lain. Skor : 8/10




Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...