Skip to main content

REVIEW : Film "Paket Santet" , Masalalu Yang Harus Dibereskan


Film "Paket Santet" adalah film horor Indonesia yang disutradarai Dinna Jasanti, produksi BASE Entertainment, dan menandai debut sang sutradara di genre horor setelah sebelumnya dikenal lewat drama remaja seperti "Dua Hati Biru." Film ini digarap dari naskah Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo. Premisnya cukup segar untuk ukuran horor lokal, alih-alih santet yang datang lewat boneka jelangkung atau ritual di tengah malam, teror di sini dikirim lewat jasa ekspedisi. Tujuh mahasiswa Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri) masing masing menerima paket misterius tanpa identitas pengirim yang jelas, dan tak satu pun dari mereka merasa pernah memesan apa pun. Begitu paket dibuka, teror pun dimulai. Salah satu adegan ikonik karakter Bela yang tiba-tiba dikerubungi ratusan lebah atau tawon setelah membuka kirimannya sendiri, sebuah simbol visual yang cukup kuat untuk menandai dimulainya kutukan. Sutradara Dinna Jasanti menegaskan fokus ceritanya bukan cuma soal "bagaimana santet itu datang," tapi lebih ke apa yang terjadi setelah kutukan diterima, jadi horornya dibangun dari proses bertahan hidup para korban, bukan cuma jumpscare sesaat.


Nah, ini bagian yang relevan tema dendam akibat perundungan atau bullying ikut diangkat sebagai motif di balik teror ini. Jadi santet yang menyerang ketujuh mahasiswa itu tampaknya bukan kejadian acak, melainkan buntut dari sebuah dendam lama. Film juga dengan mempertegas arahnya dengan memunculkan pertanyaan besar: siapa yang sengaja mengirim santet, dan dendam macam apa yang membuat ketujuh orang ini dipilih jadi target? Ada petunjuk kuat bahwa pelakunya bisa jadi orang terdekat mereka sendiri, bukan sosok asing. Dengan begitu, formula filmnya menggabungkan tiga lapis: horor supranatural (santet dan gangguan gaib), thriller misteri (mencari siapa pengirim dan alasannya), serta drama personal soal konsekuensi masa lalu, kemungkinan berupa insiden bullying semasa remaja yang dulu terlupakan tapi kini datang menagih. Dari sisi teknis, film ini berdurasi sekitar 98 menit dengan rating usia 13 tahun ke atas, dan sudah masuk jadwal tayang resmi di jaringan bioskop seperti Cinema XXI mulai akhir Agustus.
Secara keseluruhan, "Paket Santet" punya modal premis yang relate dengan keseharian siapa yang tidak pernah dag-dig-dug menunggu paket online?,dipadu isu sosial soal bullying yang jarang jadi motif utama horor lokal.  Penamopilan Fiki Naki merupakan debut pertama dalam layar lebar dan terlihat natural berakting , Yasamin Jasem sepertinya mencintai peran dalam film horor Indonesia, begitu juga para pemain lainya dengan komposisi yang sangat pas. Film Ini berpotensi jadi salah satu horor Indonesia paling dibicarakan , Yang mulai tayang tanggal 27 Agustus 2026 di bioskop kesayangan Indonesia. Overall: 7.5/10.


Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : PENCARIAN TERAKHIR 2025, Misteri Gunung Sarangan Terjawab

Starvision kembali dengan horor pendakian gunung melalui film Pencarian Terakhir yang akan tayang di bioskop mulai 28 Agustus 2025.  Setelah sukses dengan Petaka Gunung Gede yang meraih blockbuster dengan 3.242.843 penonton pada awal tahun, Starvision membawa horor pendakian gunung lewat Pencarian Terakhir, sebuah horor yang mengangkat mitos di Gunung Sarangan, namun juga berbalut cerita keluarga yang kuat. 7 tahun setelah ibunya hilang di Gunung Sarangan, Drupadi (Adzana Ashel) kembali ke sana bersama kekasih dan teman-temannya untuk trail run. Namun, teror dari Ki Tapa (Egi Fedly) , penunggu Gunung Sarangan menyesatkan Dru dan kawan-kawan. Drupadi dan kawan-kawannya dinyatakan hilang, sehingga ayahnya, Tito (Donny Alamsyah) harus menghadapi traumanya dengan kembali melakukan pencarian penuh misteri di Gunung Sarangan! “Cerita ini bukan sekadar misteri horor tentang pencarian di gunung. Film ini juga membawa kisah tentang seorang bapak yang menyiapkan anaknya untuk bisa hi...

REVIEW : DRACULA LOVE TALE . Pangeran Mencari Cinta

Cerita ini disematkan pada lagu yang populer dikalangan anak muda jaman sekarang semua tentang cinta akan dicapai bahkan dikejar sampai mati , seperti syair lagu Sumpah dan Cinta mati by Nidji : Cinta 'kan s'lalu abadi , Walau takdir tak pasti , Kau s'lalu di hati , Cinta matiku Sumpah, sumpah....Sumpah mati (sumpah mati)....Sumpah mati, aku hanya untukmu Ketika orang membicarakan ikonik horor, ada sosok legendaris yaitu Dracula. Dan kini ada film baru yang menampilkan karakter ikonik in, Alur cerita film ini berawal ketika serangkaian wanita ditemukan dengan bekas gigitan di leher mereka. Seorang pendeta dan beberapa orang lain menemukan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih mematikan terjadi dan harus berlomba melawan waktu untuk menghentikannya sebelum terlambat. Berdasarkan novel asli karya Bram Stoker, Besson berfokus pada pencarian Dracula akan reinkarnasi istrinya yang telah meninggal. dimulai di Rumania, tahun 1480. Berawal dari hukuman pasung wanita dalam sebuah rumah...