Skip to main content

REVIEW : FILM SHELTER, Kisah Mantan Agensi ala Jason Statham

 

Film bertemakan dunia spionase tak lepas dari kisah-kisah yang mungkin saja beneran terjadi namun kita selalu menyukai alurnya , dalam kisah Jason Bourne, Salt, Anna. Ini merupakan sepak terjang seorang agent yang dipersiapkan sejak lama bahkan direngut masa kecilnya untuk dilatih ada juga korban dari sesuatu sehingga lupa kalo dirinya seorang agent. Dengan biaya fantastis program pelatihan ini menjadi kontroversial dalam pemerintahan alih-alih berguna bagi perlindungan negara justru membawa malapetaka bagi agent itu sendiri, seringkali mereka menghindar dari kalangan masyarakat, kehidupanya terisolir hanya menunggu perintah untuk dilanjutkan misinya setelah itu dia kembali pada kehidupanya tanpa merasa bersalah atau tidak. Film tersebut selalu menjadi cerita yang dapat dinikmati oleh setiap penonton.

Kali ini Jason Statham berperan sebagai agent Inggris Raya dibawah kendali MI6 dalam operasi THEA, yang secara aturan tidak ada sama sekali hanya Perdana mentri dan petinggi MI6 saja yang tau sebenarnya. Mason sudah 10 tahun menghindar dari masyarakat kehidupan dikatakan sudah tiada dan dicap sebagai teroris besar dicari oleh pemerintah Inggris atas kasus pembunuhan terhadap salah satu target namun dia menolaknya, sejak saat itu dia berada disebuah menara mercusuar yang sudah tidak terpakai, ketika anak gadis sedang membawa minuman dalam sebuah kapal saat mau kembali terkena ombak badai besar, Mason berusaha menlong keduanya namun yang selamat hanya si gadis tersebut. Waktu terbatas bagi Mason disaat tak sengaja wajahnya terekam sebuah ponsel, system mengdeteksi dirinya dan perasan dia benar pasukan khusus diterjunkan memburu Mason dan Jesse, Mereka harus keluar dari serbuan tersebut hingga hilang dalam batas pencarian para agent. Dibalik pemburuan justru muncul masalah baru yang mendalangi sebenarnya siapa yang ingin  Mason mati bukan hidup, sehingga program Thea dapat dilanjutkan.

Seperti kisah Jason Bourne, daya tarik film perlahan-lahan terasa intens terutama saat keberadan Mason diketahui, sutradara Ric Roman Waugh (Greenland, Angel Has Fallen) membuktikan dua genre disaster dan thriller menjadi sebuah cerita yang menarik , walaupun diawal agak terasa membosankan karena situasinya hanya lautan dan gubuk kecil, setelah pemburuan awal makin menarik pengejaran mason berubah saling hantam dan saling tembak kota-kota inggris menjadi pusat pergerekan hingga spanyol menjadikann akhir cerita. Terlepas ada plot kurang greget, penampilan Jason Statham tak lepas kepala plotos jago berantem dan tentunya permainan senjata tajam. kisah ini memang jauh dari film serupa namun masih memberikan hiburan yang sangat baik. Dengan ending yang masih mengisahkan cerita berikut hal ini menunjukan pada film yang bertema sama. Film Shelter bukan sekedar hunian tapi berbicara perlindungan buat mereka yang mengalami masalah diwaktu yang salah, film juga menyoroti kecurangan system agensi pemerintah yang ada, intens juga masih dinikmati, termasuk jajaran pemeran bintang yang meliputi Bodhi Rae Breathnach (Jesse), Bill Nighy (Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest), Naomi Ackie (Blink Twice), dan Daniel Mays (Rogue One: A Star Wars Story), saya menyoroti  penampilan aktor Bill Nighy yang sangat pas sebagai petinggi agensi yang kuat berkharisma handal tidak terkalahkan.Berdasarkan apa yang saya lihat dari Shelter sejauh ini,  dengan film thriller aksi ini tampaknya menawarkan sudut pandang yang jauh nyata seperti Beekepers biasanya dalam film-film Statham, disertai dengan karakterisasi yang lebih dalam, sambil tetap menyajikan aksi yang memukau seperti yang diharapkan para penggemar. Film Shelter mulai tayang tanggal 28 Januari 2026 hanya di Bioskop kesayangan anda. Overall : 7.8/10

 



Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...