Skip to main content

REVIEW : FILM ESOK TANPA IBU (MOTHERNET), Ketika Ai Menjadi Penganti Rasa Cinta Kita

Sinopsis

Film ini berkisah tentang Rama (Ali fikry) atau yang akrab disapa Cimot, ia memiliki kehidupan layaknya anak remaja lainya namun rama hanya memiiki hubungan dekat dengan ibunya Laras (Dian Sastrowardoyo) , Sedangkan hubungan dengan ayahnya (Ringgo Agus Rahman) terasa jauh dan kaku, Cimot berkata bahwa hanya memiliki sedikit memori indah dengan kedua orang tuanya dan tidak memiliki memori sama sekali tentang kakek & nenek, hal ini tentu membuat bapak & ibunya sedih, sehingga mereka berduapun sepakat untuk membuat memori yang indah baru untuk anaknya. Namun dalam perjalanan kehidupan mereka, justru musibah terjadi ibunya tiada setelah menjalanin pengobatan di rumah sakit dan membuat mereka berdua terpukul, hari-hari yang dijalani berdua justru lebih sering cekcok dan berdebat. Sementara Rama terus merasakan kerinduan terhadap hadirnya sosok ibunya. Rindu yang ia rasakan terhadap ibunya semakin menggunung hari demi hari, Bersama sahabatnya diam diam mengembangkan program I-BU 2.0 agar lebih realistis menyerupai ibunya. Ayah yang awalnya menolak keras akhirnya menerima kehadiran I-BU 2.0 tapi semua terjadi hanya sementara bahwa aplikasi ini tidak nyata, tidak bisa menggantikan sosok ibu sejati dan menemukan kebenaran bahwa teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan kehadiran Ibu sejatinya yang melahirkan kita.

Film yang mengusung tema hubungan manusia dengan teknologi bagi film Indonesia baru pertama kali namun film luarpun sudah banyak, kehadiran film ini menjadi cerita yang cukup memberikan info bahwa tahun inilah banyak teknologi yang bisa mengantikan hubungan seseorang dalam urusan kehidupan, beberapa waktu lalu ada video singkat tentang sosok ayah yang merindukan anaknya telah tiada, Ai dibuat untuk merasakan bahwa anaknya baik-baik saja dan setia menunggu ayahnya bertemu kembali, sontak banyak mengalami empati dan banyak komentar para netizen mengalami hal yang sama. Nah kehadiran film Esok Tanpa Ibu merupakan gambaran yang kelak terjadi di Indonesia dengan percepatan teknologi Ai makin luar biasa. “BASE Entertainment selalu berupaya menghadirkan kebaruan dalam cerita yang kami sajikan. Melalui film terbaru Esok Tanpa Ibu (Mothernet), kami ingin membicarakan duka dan relasi keluarga dengan bahasa yang relevan dengan hari ini,dalam konteks teknologi AI yang kini sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Kami berharap kisah yang sangat personal ini dapat beresonansi secara universal dengan penontonnya,” ujar Produser Shanty Harmayn.


 

ini adalah film keluarga yang mempertanyakan tentang autentisitas koneksi manusia di dunia yang sangat modern, di saat teknologi sudah sangat dekat seperti sekarang. Ketika teknologi hadir di ruang paling privat. Bagaimana manusia modern, yang beda generasi antara anak dan Bapak menghadapi duka, dengan atau tanpa bantuan teknologi,” kata Dian Sastrowardoyo. di sela-sela press confrence film di Epicentrum Jakarta beberapa waktu lalu , dalam film ini, penonton juga akan melihat transformasi Ali Fikry sebagai salah satu pemeran remaja berbakat saat ini. Perannya sebagai Rama atau Cimot mampu mengimbangi peran dari dua aktor seniornya, Dian Sastrowardoyo dan dan Ringgo Agus Rahman. Ali dengan sangat baik menampilkan berbagai lapisan emosi kedukaan yang dihadapi karakter Cimot.

Sutradara Ho Wi Ding, sineas berdarah Malaysia dan Taiwan ini sudah berkontribusi dalam perfilman di Asia,  tak heran karya-karya selalu menyuarakan keluarga sebagai basis utama ceritanya, Dia menyelesaikan debut film layar lebar, Pinoy Sunday, pada tahun 2010, yang membuatnya memenangkan Penghargaan Sutradara Baru Terbaik di Penghargaan Golden Horse ke-47.Film ketiganya, Cities of Last Things, melakukan pemutaran perdana dunia di Festival Film Internasional Toronto 2018, dan memenangkan Penghargaan Platform. Inilah yang membuat Base entertaiment karya dikenal luas di Indonesia naskah film ini ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief. Sebuah kolaborasi sangat baik, siap siap menikmati sebuah drama keluarga arti akan cinta, kehilangan dan ingatan manis akan kehidupan masa lalu , saat ini dan masa depan dalam Film ESOK TANPA IBU. mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia , Overall : 7.5/10 

Reporter : Marbee 


 







Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...