Skip to main content

REVIEW : FILM WE BURY THE DEAD, Perjuangan Mencari Kekasihnya Ketika Wabah Melanda

Kondisi dunia sedang kacau ketika bencana menghantam sebagian besar dari sebuah system menyebabkan kehancuran total seperti sebuah bom atom meledak, kedahsyatan mellululantakan negara dalam itungan detik, kejadian ini seperti kondisi bencana alam yang tiba-tiba terjadi, memakan banyak korban dari kelumpuhan syaraf otak manusia mati seketika, berita yang beredar bahwa para korban ada yang mati seketika ada juga yang masih hidup namun dalam tubuh seperti zombie. Ava (Daisy Ridley ) merupakan pasangan baru menikah, dalam kondisi masalah anak membuat pasangan ini harus mengalami hal yang tak terduga, Mitch (Matt Whellan) sosok pria tampan penuh tanggung jawab, kepergian mitch ternyata tak sekedar soal anak namun ada yang lain. Dalam film bertema appocalyse disaster We Bury The dead, Ava  mencari suaminya saat bencana itu datang, dia bagian dari pembersih mayat-mayat yang tidak dapat diprediksi adalah banyak dari mereka yang dianggap mati sebenarnya belum benar-benar mati. Zombie-zombie ini memang menakutkan sesuai dengan kode zombie, tetapi dalam konteks “We Bury the Dead,” mereka juga merupakan orang-orang terkasih yang sedang diratapi oleh orang-orang. Hal ini mengubah kiamat zombie dengan cara yang menarik. Banyak film zombie berfokus pada keserakahan dan nafsu makan para mayat hidup, penolakan mereka yang ganas untuk benar-benar mati, dan sebagainya. Di sini, situasinya lebih rumit karena mereka baru saja hidup, dan mereka merupakan bagian dari tim pembersih, yang mengambil tugas mengerikan ini, semua dari mereka sudah mengalami trauma dalam berbagai tingkat. Inilah perjalanan Ava dalam menghadapi para zombie dan berusaha mencari jalan ke tempat dimana suaminya berada. Suasana sangat suram, seperti yang bisa dibayangkan. Rasa kosong yang melanda kota-kota terasa sangat mengerikan, hal ini mengingatkan kita tentang pandemi Covid, dan semua gambar yang mengguncang pikiran tentang Times Square yang kosong, ibu kota dunia yang sepi, seperti yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Saat tim pembersihan berkeliling dari rumah ke rumah mencari jenazah, sulit untuk menghilangkan perasaan bahwa kita pun pernah mengalami ketidaknyamanan serupa dari dunia yang kosong, sekilas masa depan yang mengerikan. Sinematografer Steve Annis menangkap keanehan dunia pasca-kiamat, memanggil mimpi buruk kolektif manusia yang berakar ribuan tahun lalu melalui wabah-wabah pemandangan itu adalah kehancuran yang terendam dalam keheningan yang mengganggu, berhasil menjadi menakutkan dan sedih, kombinasi yang memikat. 

Penampilan Ridley menggambarkan perjalanan emosional yang mengharukan melalui berbagai tahap duka. Ada fase  berada dalam keadaan ketidaknyataan yang mutlak bahwa orang yang dicintainya tidak akan kembali. Selama film, Ava dihantui oleh kilas balik kehidupannya bersama Mitch. Hubungan mereka tidak selalu indah, dan meskipun menarik, kilas balik ini terasa wajib dan sedikit tidak perlu. Namun, kilas balik ini memperkaya perjalanan duka Ava, yang diperparah oleh pengungkapan mengerikan tentang apa yang kemungkinan terjadi pada suaminya. Saat Ava memulai perjalanannya, berusaha mencapai ujung pulau tempat suaminya pernah berada, ia ditemani oleh Clay (Brenton Thwaites), seorang pria ceroboh yang tidak memiliki motivasi pribadi yang sama dengan Ava, yang didorong oleh rasa kehilangan. Clay mengambil risiko, dia tidak peduli, kebalikan dari Ava yang sedih. (Tidak ada yang bisa dipercaya dalam film zombie. Waspadalah terhadap orang asing yang membantu!) 

Dengan premis yang cukup menarik We Bury The Dead menghasilkan cerita yang justru tampil apa adanya tanpa banyak kejutan-kejutan bangkitnya zombie-zombie menyerang mereka, yang ada hanya wajah-wajah zombie yang penuh kepasrahan bahkan ada adegan Ava harus membantu satu keluarga yang terkena wabah itu dan harus membunuhnya dengan sebuah sekop, keresahan dan ketakutan tak banyak diperlihatkan hanya kesunyian belaka, namun sebagian orang beranggapan film zombie harus ada usaha mencari bala bantuan, mencari cara membunuh mereka, kali ini tak ada usaha besar-besaran hanya cara sederhana, bahkan ketika akhir cerita Ava hanya diperhadapkan oleh situasi kepasrahan yang tak menentu. Turunkan ekspektasi anda dalam menonton We Bury The Dead bukan film zombie yang kita tahu selama ini, filmnya akan tayang mulai tanggal 9 Januari 2026 tayang di Bioskop cinema21 dan Cinepolis.


 






Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...