Skip to main content

Review : Pokémon: Detective Pikachu

Pokemon : Detective Pikachu 
Directed : Bob Letterman
Production : Toho Co. LTD, Legendary Pictures, Warner Bros Pictures
Runtime : 1H 44 M

Bagiamana jika manusia mampu berkomunikasi dengan mainan ? seolah-olah dengan bahasa yang sama bisa menjadi jalan bersosial di dunia ini, semuanya ini terjadi hanya dalam film saja ya.  Pengemar berat Pikachu akhirnya bisa merasakan perbedaan sejak muncul tahun 90an game konsolnya sukses diikuti serial tvnya mendunia hingga gamesnya Nintendo 3D sukses dalam pasaran padahal tahun 2000 hadirnya Pokemon the movie muncul dilayar lebar dalam animasi 2D namun rasa penasaran pengemar belum terpuaskan jika suatu saat Pokemen mampu dihadirkan dalam CGI yang luar biasa bagusnya. Dalam virtual reality games Pokemon GO tahun 2016 menyedot puluhan milyard dollar untuk mengunduh gamenya. Kegilaan pecinta Pokemon memang luar biasa membuat pihak Toho Co. Ltd mencoba mengadaptasi ke layar lebar dan  Inilah jawaban para pengemar Pikachu, 2019 Pokemon : Detective Pikachu rilis dalam format Real 3D diharapkan secara cerita apa yang menjadi kendala selama ini bisa terjawab. Setelah negosiasi dengan pihak Toho Co, Ltd – Legendary Pictures, Warner Bros Pictures memberikan lampu hijau pada Benji Samit dalam penulisan naskah dan Rob Letterman sebagai sutradara dan memang hasilnya tidak mengecewakan mengingat saat ini ada sebuah film berdasarkan games juga dirilis ulang karena tidak sesuai pengemar. Untung saja berdasarkan riset yang mendalam sutradara Rob Letterman berhasil menyajikan Pokemon sangat realitis.

Dalam kota Ryme dimana Pokemon hidup bersama manusia, sebuah kejadian menimpa Tim Goodmnan (Justice Smith) tinggal bersama neneknya, dia tidak tahu keberadaan sang ayah ketika salah satu polisi datang memberitakan bahwa ayahnya meninggal dalam kecelakaan mobil, Tim ingin sekali mengunjungi apartemen mendiang ayah namun tiba-tiba dikejutkan hadirnya Pikachu (Voice Ryan Reynolds), sosok binatang yang bisa bicara bahasa manusia.  Tim dan Pikachu bersama-sama mencari misteri hilangnya ayah Tim, satu-satunya jalan adalah reporter cantik Lucy (Kathtryn Newton) memberitakan sebuah kejadian yang berhubungan dengan formula R yang berujung pada sebuah pertandingan antar pokemon, karena disinilah formula R terjadi membuat para Pokemon makin mengila. Karena penasaran makin dalam Tim bersama Pikachu menulusuri sebuah peristiwa penting kenapa si ayah meninggal dalam kecelakaan mobil. Nah, penasaran kan bagaimana mereka berhasil atau tidak menyelesaikan misteri ini, tonton saja mulai tanggal 8 Mei 2019 di seluruh bioskop Indonesia. 

Chemistry Justice dengan Ryan (Pikachu), Justice merupakan anak muda  yang berani ambil resiko tapi sedikit kebranian, justru Pikachu selalu mendorong Justice lebih giat mencari kebenaran dibalik semua peristiwa. Ryan berhasil mengisi suara pikachu, dengan karakter yang kuat mereka berdua tampil sesuai harapan, Pikachu yang konyol mewarnai semua adegan demi adegan, banyolan khas Ryan mengundang tawa penonton. Memang ditujukan pada anak remaja, joke-joke ditawarkan seputar kehidupan para remaja pada umumnya,dan pastinya Ryan tampil bukan image Deadpool ya, benar-benar gambaran Pikachu berkomunikasi dengan manusia tanpa dibuat-buat.  Ryme City secara VFX dan CGI sangat bagus, warna-warna cerah tak sekelam film games yang diadaptasi layar lebar sungguh gambaran kedamaian sebuah kota. Production Design juga terlihat rapi dalam dalam Pokemon Universe, film ini merupakan kisah perpaduan antara drama hubungan Ayah dan Anak mengalir dalam cerita yang cerdas, tidak harus banyak kendala yang terjadi justru relasi antara Pokemon dan Manusia dibuat senyata mungkin hal ini sebagai rasa terima kasih kepada pengemar yang setia menanti film live action pertama kali Pokemon yang terbaik, banyak  yang dimunculkan seperti Mr Mime, Newtwo, Aipom, Snubull, Greeninja, Ludicolo, Spaceduck dan masih banyak lagi. 

Pokemon : Detective Pikachu, berdurasi 1 jam 44 menit memberikan cerita yang enak dinikmati, porsi antara drama dan action cukup  menyentuh dan menurut saya adaptasi games Pokemon terbaik tahun 2019.
Overall : 7/10


Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …