Skip to main content

REVIEW : BRIGHTBURN

BRIGHTBURN
Directed : David Yarovesky
Production : Screen Games, Stage 6 films, Sony Pictures
Runtime : 90 Minutes
Apa yang terjadi jika sebuah benda asing dari planet lain jatuh ke bumi membawa anak kecil seperti kisah Superman menjadi superhero manusia tapi justru menjadi jahat kebalikan dari ciri khas Superhero.  Produser James Gunn (Guardian of Galaxy) dibawah sutradara David Yarovesky menciptakan film superhero horror sejak tahun 2017 sudah mulai dikerjakan dengan cara pandang yang beda. Memang sempat menjadi perbincangan karena “mencotek” kisah Superman, tapi setelah diumumkan saat San Diego Comic – James Gunn berbicara film ini bukan tentang superhero yang kita kenal selama ini, maka persepsi orang akan melihat sesuatu yang beda.  Selama ini film superhero berakar pada Pop Culture justru ide gila penulis Mark Gunn dan Brian Gunn menjadi kisah sosok Horor pada diri seorang superhero, akhirnya menjadi kenyataan saat film ini dibuat dan kita bisa menyaksikan pada bulan Mei 2019.
Melihat adegan awal selalu teringat akan kisah Superman saat pertama kali muncul di kota Smallville, pasangan Tori Breyer (Elisabeth Banks)  & Kyle Breyer (David Denman) yang ingin mempunyai anak selama puluhan tahun menikah akhirnya terjawab saat sebuah benda asing jatuh di kota mereka Brightburn–Kansas. Ketika saat Brandon kecil layaknya anak lainnya tumbuh normal, anak pintar dalam kelasnya hingga berumur 12 tahun sesuatu yang terjadi dalam dirinya setiap ada yang membully dia ingin sekali melawan, Brandon (Jackson A. Dunn) seringkali mengalami hal yang aneh mengantar pada gudang, dia seringkali mendengar kata-kata dan membawa pada wujud anak yang “special” tapi penuh misteri, dia sendiri tidak sadar jika berbuat sesuatu ada dalam dirinya, kebencian, kemarahan yang terpendam hingga mengacu pada beberapa kejadian pembunuhan kecil yang terjadi BrightBurn. Kisah horror plus thriller pada satu lokasi memberikan ketegangan sejak awal, tidak harus “suasana gelap “ tapi ciri khas film horror ala James Gunn ditampilkan secara apik oleh sutradara tanpa mengurangi rasa penasaran kita melihat sosok Brandon berubah jahat, beberapa adegan jumpscare bikin kita kaget, adegan sadis memang tidak banyak tapi sudah membuat kita ngilu melihatnya  jadi film ini bukan untuk anak kecil atau mereka yang percaya kalo film ini superhero. Sekali lagi ini sisi gelap dari kisah superhero, dalam CGI memang tidak terlalu terlihat keren justru atmosphere Horor dan Thriller yang diperlihatkan ke penonton, Brandon aka Jackson A. Dunn berhasil memberikan kesan yang beda sebagai anak kecil, dia juga sempat tampil dalam beberapa film seperti Avengers Endgame (Scott lang kecil), Glow,Shameless, Gone Are The Days (2018) salah satu actor muda berbakat akan menghiasi film layar lebar berikutnya. Budjet memang tidak terlalu besar US$ 7 Milyard untuk film ini  rasanya akan kembali modal produksi jika pendapatan diatas US$ 10 Milion. Untuk karakter yang lain saya rasa biasa saja tak terlalu menonjol, fokusnya pada kisah Brandon saja. Jadwal rilis seharusnya Nov 2018 di undur karena ada kasus yang menimpa James Gunn dengan Disney, maka bulan Mei 2019 film ini resmi tayang dibawah naungan Sony Pictures mungkinkah ada sequel berikutnya kisah Brandon bagaimana dia ingin menguasai Bumi.


BRIGHTBURN tayang mulai tanggal 10 Mei 2019, nikmati sajian superhero yang beda, tegang, seru mendebarkan setelah menonton film ini anda akan merasakan petualangan yang baru dalam melihat sosok superhero atau anti superhero.

Overall : 8/10

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak