Skip to main content

Review : An Inconvenient Sequel: Truth to Power

An Inconvenient Sequel: Truth to Power
Directed : Bonni Cohen & Jon Shenk
Production : Paramount Pictures, Participant Media
Runtime : 99minutes

Setelah 10 tahun sejak film pertama An Inconvenient Truth banyak sekali pertentangan akan isu Global Warming, kata Al Gore sebentar lagi kita akan mengalami krisis iklam yang sangat parah dalam sejarah manusia, namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh beberapa negara, Al Gore mantan wakil presiden USA,perkiraanya akan perubahan iklim hanya sebuah omong kosong belaka, bagaimana siklus lapisan es di Antartika makin hari makin menurun sangat tajam, dari 2cm hinga 20-30cm pertahun akhirnya mencapai 2 meter, jumlah gas CO2 makin hari makin tinggi di udara hal ini mengakibatkan hujan deras dalam hitungan detik. Negara-negara besar disalahkan karena teknologi yang tidak ramah lingkungan diberikan kepada negara pihak ketiga, begitu juga pihak ketiga melihat sumber alam masih dibutuhkan sebesar-besar demi kemajuan negaranya sendiri tanpa menghiraukan keseimbangan alam. 
 
Film ini mengambarkan kelanjutkan dari tahun 2006, dimana semua yang diperkirakan terjadi mirip seperti sebuah film The Days After Tommorow & 2012, disajikan dalam film dokumenter perubahan selama 10 tahun kemudian, perjuangan Al Gore belum selesai, sebagai wakil presiden ke-45 dia tetap berjuang apa yang dipikirkan para ilmuwan iklim pasti terjadi dan puncaknya penandatangan Paris Climate Agreement pada tahun 2016 di Perancis. Tidak disangka setelah tahun 2009 keatas banyak peristiwa alam seharusnya bisa di antisipasi sejak dini justru memakan banyak korban jiwa, baru menyadari kesalahan tersebut. Film ini sebagai sarana edukasi bagi anak muda saat ini untuk berperilaku dengan bijaksana dalam memakai sumber daya alam kita, tidak boros, membuang sampah pada tempatnya, berperilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari. Film yang sangat menggugah semangat anak muda terus berkarya demi negara Indonesia lebih baik lagi, bekerja pada perusahaan yang sangat memperhatikan lingkungan serta mendukung perubahan iklim. Durasi 99 menit sangatlah cukup dinikmati sebagai sajian pendidikan secara tidak langsung bagi generasi muda saat ini.
 
 
Apakah Indonesia termasuk negara yang aman akan krisis iklim, mungkinkah kita masih bisa mengatasi hal tersebut atau justru kita cuek karena tidak seperti India yang secara terang-terangan menolak pemakaian teknologi surya sebagai salah satu efisiensi sumber alam. Sebuah tulisan menyatakan "Polusi udara dianggap sebagai salah satu pembunuh terbesar, mencapai 6 juta orang per tahun.The Guardian menulis, di Indonesia, korban tewas karena polusi udara mencapai 61 ribu orang, atau rata-rata 25 orang meninggal per 100 ribu kapita. Dalam situsnya WHO juga menampilkan gambaran negara-negara di dunia dengan tingkat polusi udara tinggi.(kbr.id) , berita lain menyatakan Indonesia masuk daftar no 8 sebagai negara dengan tingkat polusi udara ( klik sanggata )". Saya sendiri bagian kecil agen perubahan dalam masyarakat Indonesia, tergabung dalam Bike2Work Indonesia selama 2 tahun ini, belum banyak melakukan perubahan yang berarti.  B2W ( Bike2Work Indonesia ) sudah berjalan selama kurang lebih 12 tahun menyerukan sebuah gerakan moral mempergunakan sepeda sebagai saranan transportasi kemana saja demi mengurangi polusi,Tidaklah mudah bagi B2W selama ini banyak tantangan baik dari masyrakat kita serta pemerintah, begitu juga The Climate Reality Project Indonesia, jika 300 orang yang telah mengikuti pelatihan oleh Al Gore menggunakan sepeda ke kantor atau kemana saja maka sesuatu yang sulit awalnya tidak mungkin terjadi bahkan mustahil dengan kondisi Jakarta saat ini, asal dengan setia dan percaya apa yang di cita-citakan oleh Al Gore, Indonesia mengalami perubahan yang lebih dini daripada India. Tingkat Polusi semakin hari semakin berkurang, tentunya kesadaran masyrakat kita berkendara mengunakan transportasi ramah lingkungan. Kita tidak hanya memberikan seminar tapi harus bertindak nyata, tidak hanya memberikan pelatihan tapi terjun langsung ke lapangan. Bersama-sama kita bisa melakukan perubahan yang berarti.  Ketika Al Gore mencetuskan idenya tentang Global Warming bukan sekedar isapan jempol belaka,  bukankah dia mengalami penolakan ?? Sangatlah tepat Paramount Pictures Indonesia ( UIP ) membawa film ini  An Inconvenient Sequel: Truth to Power tayang di Indonesia tanggal 25 Agustus hanya di bioskop tertentu.
 
Overall : 7.5/10 

 
 


Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

REVIEW : PET SEMATARY 2019

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…