Skip to main content

Review : THE EMOJI MOVIE

The Emoji Movie
Director: Tony Leondis
Starring: T.J. Miller, James Corden, Anna Faris, Patrick Stewart,
Maya Rudolph, Steven Wright, Jennifer Coolidge
Production : Sony Animation Pictures
Runtime : 1h 31m

Film ini ditujukan bagi anak-anak remaja sebagai gadget freak. Akil balik adalah masa ingin merasakan cinta monyet dan berkomunikasi via media sosial. Sebelum mengenai filmnya tak ada salahnya saya berikan sekilas gambaran kapan Emoji hadir di smartphone anda. Tahun 1999,  DoKoMo I-Mode, salah satu pelopor seluler di Jepang  mengirimkan pesan bergambar untuk berkomunikasi dengan lainya, ternyata membawa dampak bagi penguna selular lainya, tak lama kemudian mereka berbondong memakai gambar untuk menyatakan perasaan mereka pada orang lain. Emoji bisa beruba kode text atau gambar. Saat itu jumlah pesan singkat berisi 60-140 karakter huruf maka Emojilah jawaban yang tepat melebihi arti sebuah kalimat dalam 140 karakter itu, kemudian Steve Jobs - Apple  mengembangkan lebih lagi, Apa seh perbedaan mendasar  Emoji vs Emotican . Emotican dibuat dari text yang disusun begitu rupa hingga menjadi Kode text. tapi Emoji sangat terbatas, berasal dari gambar yang secara komputer mengalami decode menjadi sebuah arti . Jadi apakah Emoji itu sama dengan Emotican jawaban sangat beda sekali.


Nah kembali pada The Emoji Movie, setiap gambar punya makna tertentu salah satunya Meh (T.J Miller atau Gene) sebagai meh dia berada di kota Textapolis tenpat tinggal para Emoji dalam sebuah Smartphone. Tujuan utama para emoji ini memberikan tampilan yang di inginkan oleh si penguna Smartphone sebut saja Alex, anak remaja yang jatuh cinta dengan dengan Addie, namun alex tidak berani menyatakan cintanya, ketika Alex ingin memberikan komentar pada Addie justru Meh memberikan ekspresi yang salah. Smiler (Maya Rudolph) pemimpin para emoji merasa apa yang dilakukan Meh merupakan malafungsi maka cara terbaik adalah menghapusnya. Meh merasa bersalah, dia berusaha mencari jalan keluarnya, tak sengaja atas bantuan dari Hi-Five untuk merestor ulang Meh harus melakukan pemburuan Jailbreak (Anna Farris), hubungan ketiganya  menjadikan perjalanan yang menyenangkan bagi Meh sendiri, karena tidak pernah seumur hidup keluar dari textapolis. Meh dan  Jailbreak melalang buana dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya yang terdapat di smartphone Alex. Hingga suatu saat Alex merasa bersalah dengan Smartphonenya maka ia hendak menghapus semua aplikasi yang ada, Meh berusaha memperbaiki dirinya.
  

Rasanya unik sekali jika sebuah "emoji" mempunyai perasaan terhadap emoji lainya, bukankan ini pengambaran dari diri manusia itu sendiri bahwa kita mempunyai tujuan hidup berdasarkan karakter kita masing-masing baik buruknya tapi bisa membawa dampak bagi sekitarnya, ini lah diharapkan dari sutradara Tony Leondis sebagai Story Artist Toy Story yang terinspirasi membuat The Emoji Movie, sebuah gagasan muncul adakah mainan yang belum di eksplor, saat itu juga dia mendapatkan pesan singkat sebuah emoji. Film ini penuh warna warni seindah Smurf dan Cloudy with a Chance of Meatballs, dan ada beberapa lagu yang sangat familiar di telingga kita.  Tahun 2015 Sony Animation Picture mengumumkan film The Emoji Movie akan dirilis segera, walau sempat mengalami pergeseran jadwal rilisnya maka bulan Agustus 2017 The Emoji Movie hadir mulai tanggal 11 Agustus 2017 di seluruh bioskop Indonesia.

Overall : 6.6/10



 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re