Skip to main content

Review : Atomic Blonde

ATOMIC BLONDE
Director : David Leitch
Cast : Charlize Theron, James McAvoy, Sofia Boutella, John Goodman
Production : Focus Picture

Runtime : 115m

Film ini berdasarkan Graphic Novel karya Anthony Johson dan Sam Hart tahun 2012 berjudul The Coldest City , Atomic Blonde masuk daftar film yang ditungu-tunggu oleh moviegoers Indonesia genre Spy Action Thriller Film ini bersetting saat Tembok Berlin runtuh dan Jerman bersatu kembali, dengan gaya Flashback saat Loraine bertemu atasanya saat kembali ke MI6 menceritkan tugasnya saat berada di Jerman. Jonathan Sela sebagai DOP memberikan kondisi Jerman dalam bentuk Visual Monochrome serasa sedang dalam keadaan chaos, situasi yang suram dan sangat kelam  dimana semua para agent harus keluar dari Jerman secepatnya. Pengisi scoring dipercayakan oleh Tyler Bates sebelumnya mengisi scoring John Wick 1-2, tak heran tone-tone musiknya gak jauh beda. Deretan adegan aksi spektakuler yang dihadirkan disini mampu membuat penonton menahan nafas yang tentu saja hal itu semakin menambah daya film ini menjadi lebih seru dan menegangkan. 



Loraine (Charize Theron) sebagai salah satu agen Mi6 yang paling ditakuti hingga suatu saat kematian salah satu agen Mi6 tewas dibunuh oleh Agent Rusia, Loraine memburu siapakah pembunuhnya kekasihnya membawa daftar semua agent-agent yang berada di Jerman dalam sebuah jam tangan. Hanya berbekal informasi dari David Perciveal (James McAvoy), bahwa agent Rusia membawa semua daftar namun semua itu dibantah lantaran si pencuri list seorang agent Stasi bernama Spyglass (Eddie Marsam) meminta pertolongan Percival untuk keluar dari Jerman dengan selamat. agent Rusia ingin menjual list tersebut pada pembeli yang berani bayar mahal, dibalik kisah ini muncullah nama samaran Satchel sebagai double agent, siapkah dia sebenarnya? apakah memang ada agent yang membelot atau hanya nama khayalan yang membuat kacau para agent yang berada di Jerman?.

David Leitch sebelumnya lebih terkenal sebagai Stuntman, muncul sebagai Second Co-Director sampai film John Wick 2014 membuat penonton terkesima gaya penyutradaraanya. Adegan yang bikin ngilu saat Loraine melawan beberapa agen rusia, head to head fighting, desingan peluru, angle close up , lagu 99 Lulfballons menjadi ikonik soundtrack yang booming saat itu terasa sekali apalagi ditambah minim scoring, Charlize Theron bermain sangat baik sebagai agen MI6 cewek setara film John wick namun dalam versi Badass Girl ada yang bilang Bourne mix James Bond. Begitu juga James McAvoy menikmati perannya sebagai agent lapangan.Minusnya ada beberapa adegan sensor sedikit kasar namun secara keseluruhan film ini layak ditonton.
 
Atomic Blonde tayang 16 Agustus 2017  hanya di CGV , Cinemaxxtheater, Flixcinema
Overall : 8/10.




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak