Skip to main content

Review : Wish Upon

Wish Upon 
Directed :John R. Leonatti
Starring : Joey King, Ryan Phillipe 
Production : Broad Green Pictures 
Runtime : 1h 30m

Jika anda pernah menyaksikan anime jepang Death Note, bisa jadi film ini mirip, dalam cerita Death Note, kita menuliskan nama seseorang yang kita benci, kemudian orang tersebut akan mati seketika. Perbedaannya Wish Upon adalah kisah permintaan/wish yang berujung pada tumbal, baik itu diri sendiri ataupun orang lain,inilah dasar dari film Wish Upon, mengangkat teman benda mistik kuno cina yang dapat mewujudkan seketika permintaan kita.


Clare ( Joey King ) remaja yang tumbuh di sebuah rumah tanpa ibunya, ayahnya  Jonathan  ( Ryan Philipe ) sebagai pemulung. Clare selalu menjadi bahan ejekan teman-teman sekolahnya. Disaat ayahnya mencari barang, dia menemukan kotak musik bertuliskan kalimat cina kuno. Karena kecintaan ayahnya dengan anak, maka kotak musik itu dihadiahkan saat Clare berulang tahun, kebetulan dia belajar bahasa cina. Apa yang dia baca ada 7 Permintaan ( 7 Wish ), tapi dia tidak membaca semuanya.  Karena merasa kesal atas tingkah laku teman-temanya, Clare memohon pada kotak musik itu, sehari kemudian apa yang di minta Clare terwujud. Hidupnya begitu berubah ketika memohon dan terjadi esoknya, begitulah hingga suatu saat salah satu temannya mati akibat ulah Clare. Temannya ingin menolong untuk membuang jauh kotak tersebut namun Clare menolak. Bahkan dia mengalami mimpi buruk dengan masa kecilnya yang selalu menghantuinya. sikap Clare berubah drastis, tapi hal tersebut dia acuhkan.


Berangkat dari seorang Cinematographer beberapa film horor, berbekal pengalamana ini John R. Leonatti mencoba berkarya membuat film horor dan memang hasilnya sangat memuaskan Annabelle (2014) tapi film Wish Upon justru malah flick dengan bumbu seperti film Final Destination,pengarapan secara utuh banyak plot-plot berikutnya  sudah bisa ditebak. Apakah ini kesengajaan sutradara atau memang ditujukan kepada remaja yang tak terlalu gore dalam aksi. Hubungan antara Ryan dengan Joey King bukan seperti ayah dan anak, justru terlihat antara kakak dan adik. Film ini tidak murni horor melainkan bergenre Thriller. Cukup mengejutkan beberapa bagian tanpa dijelaskan sebelumnya. Bagi yang demen dengan genre Thriller-Horor dengan twist yang tak diduga-duga - jangan dilewatkan.

Wish Upon tayang minggu depan di seluruh bioskop indonesia 
Overall : 6/10



Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : 22 MENIT

 22 MENIT
Sutradara : Eugene Panji Pemain :Ario Bayu, Ade Firman hakim,Ence Bagu, Ardina rasti  Produksi : Button Ijo Durasi : 75 Menit