Skip to main content

Review : War For The Planet of The Apes


War For The Planet of the Apes
Directed : Matt Reeves
Starring : Andy Serkis, Woody Harrison 
Production : Cherin Entertaiment, TSG Entertaiment, 20th Century Fox
Duration : 1h 40m

Setelah sukses seri ke-2 (Dawn Of The Planet of Apes), sineas yang sama Matt Reeves kembali duduk sebagai sutradara seri ke-3, perang tidak berakhir pada ujung cerita Dawn, hubungan Caesar dengan Koba begitu mempengaruhi sikap Ceasar, bagaimana dia harus bertindak demi rakyat serta keluarganya. Sebuah perubahaan karakter yang sangat emosional ditunjukan selama film ini berjalan, evolusi kera tidak hanya bisa berbicara namun makin pintar bahkan berani menjadi pengkhianat bagi kaumnya. Garapan sreenwriter Mark Bomback, menekankan bahwa cerita tak muluk perang, tapi intesitas drama penuh aksi dari awal hingga akhir terasa sekali seolah-olah penonton tidak dibiarkan bernafas sejenak atas persaingan manusia melawan kera, semua sangat lengkap. Keputusan 20th Century Fox sangatlah tepat. kedua orang ini yang membawa trilogi apes makin gemilang.  Pengaruh film lama seperti Great Escape, Bridge of The River Kwai atau kisah Musa membebaskan rakyatnya ( Blibical Influence ) menjadi inspirasi dalam film ini.
 


Perang antara manusia dengan kera berlanjut, Ceasar merasa nyaman di tempat yang baru. Namun mereka tetap diincar oleh para tentara karena virus yang mereka bawa - Flu Simian. Sang Kolonel (Woody Harrison) seorang maniak perang,sadis, tak mengenal belas kasihan. Para kera ini harus dimusnakan segera namun pihak lain menemukan vaksin penyembuhan virus tersebut,disinilah pertarungan tidak hanya kera melawan kera lainya  tapi juga melawan manusia.  Sebuah kemerdekaan untuk keluarga serta kebebasan kaumnya .

Andi Serkis sempat dianggap sebelah mata karena berakting berkat bantuan CGI, namun semuanya bisa ditepis saat film War For The Planet of the Apes di umumkan, dia kembali sebagai bintang utama Ceasar dalam full CGI seekor kera, pengerjaan ini dilakukan oleh WETA Digital yang sudah terkenal atas hasil nya, latihan gerak tubuh dan vocal tak semata-mata sederhana namun kerja kerasnya menghasilnya US$ 56,3 Million untuk peredaran dosmetik  di US pada bulan Juli 2017. Semoga saja dia bisa masuk Nominasi Best Actor, Best Make-up, Best VisualFx , dan merebut Best Picture pada ajang Oscar 2018 nanti. 

War For The Planet Of The Apes, tayang tanggal 25 Juli 2017 reguler, dan tanggal 22 Juli tayang midnight show , nikmati dalam sajian IMAX 3D, Dolby Atmos, 4DX.

Overall : 9/10 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena