Skip to main content

Review : Valerian and The City of Thousands Planet

Valerian and The City of Thousands Planet
Directed : Luc Besson
Starring : Dane Dehaan , Cara Delevingne
Production : Europa Corp , STX Entertaiment
Duration : 2h 17m

Saat trailernya muncul dengan musik pengantar dari The Beatles " Because " Valerian and The City of Thousand Planet mengambarkan masa dimana dunia bukan satu-satunya tapi angkasa luar sana menjadi planet ke dua setelah bumi,sebuah planet yang sangat menakjubkan. kemudian Luc Besson sang sutradara memberikan sentuhan tembang lawas dari Davie Bowie " Space Oddity "  menjadi musik opening scene ketika salah satu pesawat luar angkasa berhasil bertemu dengan pesawat lainnya dari tahun 70 hingga 3000 tahun kemudian, dalam film ini penonton seoalah-olah diajak menjelajahi dunia angkasa luar tanpa batasan negara, ras yang unik dari wujud manusia hingga robot, dan segala budaya menjadi satu di sebuah Planet Alpha, dari bentuk padang pasir, lautan biru hingga replika Times Square, The last frontier humakind . Sebuah planet yang unik semua mahkluk berada disana dengan damai. Film ini dipersembahkan untuk ayahnya atas dedikasinya selama ini. Pengambaran montase kehidupan secara visual CGI warna warni diberikan tanpa harus mengerti jalan ceritanya terlebih dahalu itulah yang diharapkan oleh sang sineas. Tidak hanya 2 lagu diatas tapi masih ada 6 lagu yang mengisi seluruh adegan ditambah hasil dari composer Alexandre Desplat merubah dunia super fantastis serta ribuan para mahkluk aneh,dia menterjemahkan apa yang dipikiran Luc Besson dalam nada-nadanya, tuturnya Valerian menawarkan banyak ruangan yang diexplore secara luas berasal dari adaptasi Science Fiction Comics series France karya Pierre Christin dan Ilustrasi oleh Jean Claude Mezeiers dengan judul Vallerian & Laureline, dikembangkan oleh penulis skenario Luc Besson sendiri setelah Fifth Element (1997), sebuah kemajuan yang besar bagi dirinya yang sangat mengagumi sejak lama komik tersebut.


Sebagai partner kerja Mayor Valerian (Dane Dehaan ) dan Laurine (Cara Delevingne ) merupakan salah satu petugas lapangan perdamain dunia dibawah komando Menteri Pertahanan dimana misi mereka mencari serta menemukan kejadian yang tidak saja merusak tapi kelangsungan kedepannya Planet Alpha. Karakter Dane Dehaan, sebelumnya kita kenal sebagai Harry Osborn di  The Amazing Spiderman 2 ( 2014 ) dan  James Dean - LIFE ( 2016 )  mengambarkan sosok yang arogan,terlalu percaya diri hingga lupa mempunyai seorang partner, berbanding terbalik dengan karakter Cara Delevingne berawal dari dunia model hingga mencoba karirnya di film Paper Tows (2015) dan Suicide Squad (2016) penuh semanggat,dedikasi tinggi terhadap partnernya serta love interest. Sebuah paduan yang unik sebagai tim, hubungan romatis yang mereka bangun seolah-olah tak seperti sepasang kekasih hanya sebatas tugas yang jalani, tanpa merusak inti cerita dimana mereka harus mencari dalang penyebab salah satu planet MUL hancur. Apakah mereka menemukan siapa dibalik hancurnya planet MUL ? atau justru pihak planet MUL yang berkhianat dengan salah satu planet lain demi kekuasaan semata ?


Selama 45 menit anda akan dibuat terkesima dengan visual effect CGI universe yang unik sekali, seperti melihat Avatar mixed Guardian of Galaxy, Luc Besson berhasil memberikan kebebasan berpikir bagi penonton menilai sendiri arah benang merahnya, seakan-akan bias pada plot dan karakter yang ada,  namun setelah itu anda dituntun pada cerita yang makin tajam.Tak heran durasi 2 jam 17 menit lebih memakan waktu anda menonton ( jangan lupa siapkan cemilan ), Valerian memberikan suatu cerita yang baru tentang alam semesta yang paling eye catching tahun 2017, menduduki peringkat ke 8 tangga Box Office bulan Juli 2017 sebesar US$ 35 Million,berharap makin kedepannya perolehan US$ 100 Million bisa didapatkan.  Munculnya penampilan penyanyi Rihhana yang seksi ( Buble ) lebih baik dibandingkan saat dia tampil di Battleship, tampaknya dia berusaha banyak dialog sebagai penari bar, balutan CGI juga kenakan demi perannya sebagai salah satu ras penghuni planet Alpha.

Valerian and The City of Thousands Planet hadir dalam format 2D/3D, tayang reguler mulai tanggal 1 Agustus 2017 , minggu ini di seluruh bioskop Indonesia.

Overall : 7.5/10






Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …