Skip to main content

Review : DUNKRIK


DUNKRIK 
Director : Christopher Nolan 
Starring : Tom Hardy, Cillian Murphy, Mark Rylance, Kenneth Brannagh 
Production :Syncopy, Rat-Pac Dune Entertaiment, Warner Bros Picture
Duration : 1h 46m
 
Menyaksikan film perang berharap ada ledakan bom besar-besar,desingan peluru,tubuh berlumuran darah serta kehancuran kota. Tapi apakah jadinya jika film perang minim adegan tersebut, justru melihat prajurit yang putus asa menghadapi pertolongan yang belum kunjung tiba. Prajurit Inggris dan Perancis mengalami hal yang sama, menunggu waktunya di evakuasi oleh Armada mereka, namun kedua pemerintah justru menurunkan kapal penangkap ikan. Wajah para prajurit terlihat tanpa semangat, putus asa seakan-akan depresi. Ketika pesawat musuh datang menghabisi mereka, cuma satu harapan mereka selamat tanpa kena serangan.



Setelah Trilogi TDK banyak kritikus dan peminat film memuja hasilnya, ditambah film Insterstellar yang makin bikin nama Christopher Nolan menjadi salah satu Sutradara yang sangat dihandalkan, Dengan teknologi IMAX, dia berhasil meramu film penuh ketegangan dan emosional tanpa begitu banyak adu fisik. Sebuah Cinematic Experience yang jangan anda pernah lewatkan begitu saja, DUNKRIK bukanlah perang seperti diatas. Penggunaan kamera 70mm sudah dia kenalkan sejak The Dark Knight, dan bagian menjadi sejarah Cinematography dunia saat ini. Nolan berada di puncak kejayaannya. Mengapa begitu pentingnya kamera IMAX 70mm, dia ingin penonton ikut merasakan betapa beratnya menjadi salah satu prajurit ( Emotional Physiology ) anda berada di kokpit pesawat Splitfire asli mengejar musuh bukan bantuan CGI seperti film-film lainya. Aerial Cinema Story juga diperhitungkan dan ini belum ada sebelumnya. DUNKRIK bercerita dari berbagai perpectives timeline hari dan waktu yang berbeda menjadi satu .

 
Tidak hanya visual saja, secara scoringpun Hanz Zimmer membuktikan 8 menit Suspens instrumental score war tone "Supermarine", uniknya sepanjang 8 menit berisi sirene perang dentuman bom dan peluru seakan-akan tiada henti. Ini merupakan kolaborasi ke-6 bagi Hanz Zimmer dan Christopher Nolan. Aroma Best picture,Cinematography serta Best scoring untuk Oscar 2018 rasanya bisa diraih mudah. DUNKRIK tayang serentak tanggal 21 Juli 2017 di seluruh bioskop Indonesia, jangan lupa menontonya di IMAX, jika tidak ada IMAX di kota anda minimal Dolby Atmos karena menjadi pengalaman yang berbeda bagi peminat film .

Overall : 9/10



 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak