Skip to main content

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .

Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara membuat Don semanggat yaitu pergi ke Pattaya disana dia kembali ingat pertama kali maen tenis. Singkat cerita dia melihat Dew ( Mashnanoad Sulvamas ), teman masa kecil yang tak disangka kena lemparan bola tenis. Dew sudah lama tak bertemu dengan Don, bahkan beritannya dia sudah meninggal. Dew berani meyakinkan Don kalo dia benar-benar Dew. Pertemuan mereka berlanjut namuan tak disangka Anna muncul di Pattaya bersama pacar barunya, Jimmy ( Ponsatorn Jongwilak ) , vokalis band rock yang lagi naik daun.  Don merasa ada kesempatan untuk Anna kembali lagi , Dew menolong hubungan Don dengan Anna, tapi Don justru menyukai Dew secara diam-diam.  Pikiran Don tetap pada Anna namun, Dew mencoba terus membuat Don bisa kembali. yang tak pernah dipikiran Don kalau Dew sebentar lagi meninggal karena penyakit tumor otaknya makin hari makin parah. Don berjanji pada Dew jika dia menang lagi dalam kejuaraan tenis pro , maka Don akan menemani Dew. Belum lagi hubungan Don dengan Jimmy, persaingan akan cinta menjadi momok mereka berdua. Akankah Don mendapatkan cinta Anna kembali, atau Jimmy merasakan hal yang sama diputuskan oleh Anna ? 


Film produksi kedua dari Transformation Film ini,setelah Lost in Seoul ( 2015 ) dengan sutradara Ittisak Eusunthornwattana juga merupakan film kedua setelah The Room ( 2014 ). Dengan genre love story, diharapkan penonton dapat menikmati sajian sederhana dengan cerita yang sering terjadi dalam kehidupan pasangan muda . Sunny Suwanmethaon terkenal di film sebelumnya Seven Something dan I Fine , Thank You Love You . Namun durasi terlalu panjang untuk sebuah film romansa.

Mr Hurt sudah tayang di CGV , Cinemaxx Theater dan Platinum Cinepelex tanggal 19 Juli 2017 
Overall : 7/10 

 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak