REVIEW FILM : SEMUA AKAN BAIK BAIK SAJA, “Masing-masing membawa luka, tetapi bersama mereka menemukan harapan.”
Salah satu keputusan yang cukup menarik dari Baim Wong dalam Semua Akan Baik-Baik Saja adalah keberaniannya memberi ruang kepada para pemain untuk membangun karakter mereka sendiri, tanpa selalu menjelaskan semuanya secara detail kepada penonton. Hal ini terlihat dari kemunculan Alim , seorang penyandang disabilitas yang tampil sebagai dirinya sendiri. Meski durasinya tidak banyak, kehadirannya tetap terasa penting. Ia bukan sekadar pelengkap cerita, tetapi menjadi simbol bahwa setiap orang, apa pun kondisinya, memiliki tempat dan makna dalam keluarga maupun masyarakat. Baim Wong tampaknya sengaja tidak menjadikan karakter Alim sebagai pusat dramatisasi. Ia hadir secara sederhana dan natural, tanpa eksploitasi emosional berlebihan. Pendekatan ini membuat kemunculannya terasa tulus dan tidak dibuat-buat. Pendekatan serupa juga diterapkan pada karakter-karakter lain. Banyak tokoh memiliki latar belakang yang berat, tetapi film tidak memaparkannya secara lengkap. Se...