Skip to main content

REVIEW : FILM THE FURIOUS 2026, Duo Aktor Laga Bertarung Dalam Kisah Heroik

The Furious menghadirkan kisah sederhana namun emosional tentang seorang ayah yang berjuang menyelamatkan putrinya dari sindikat perdagangan manusia. Di balik premis yang cukup familiar, film ini mampu menghadirkan ketegangan melalui perpaduan drama keluarga dan aksi laga yang intens. Wang Wei digambarkan sebagai sosok biasa yang terpaksa melakukan hal-hal luar biasa demi menyelamatkan anaknya. Perjalanan yang ia tempuh membuat penonton ikut merasakan keputusasaan, kemarahan, sekaligus harapan yang terus ia pertahankan di tengah situasi yang semakin berbahaya. Saya melihat bahwa aktor-aktor Indonesia semakin sering dilirik oleh industri perfilman luar negeri, khususnya untuk film aksi. Hal ini tidak terlepas dari komitmen, disiplin, dan dedikasi mereka dalam menjalani proses produksi. Kemampuan beradaptasi dengan berbagai budaya kerja dan gaya penyutradaraan juga menjadi nilai tambah yang membuat mereka dipercaya dalam proyek internasional. Joe Taslim kembali menunjukkan karisma dan kemampuan fisiknya yang sudah tidak diragukan lagi. Sementara itu, Yayan Ruhian tetap tampil meyakinkan dengan gaya bertarung khas yang menjadi identitasnya selama bertahun-tahun. Salah satu hal yang menarik adalah pertemuan kembali Joe Taslim dan Yayan Ruhian dalam satu film setelah keduanya dikenal luas lewat film THE RAID aksi yang mengangkat nama mereka di kancah internasional. Adegan yang melibatkan kedua aktor ini menjadi momen yang paling dinantikan oleh banyak penggemar film laga. Dari sisi penyutradaraan, Kenji Tanigaki tampak sangat menikmati materi yang ia garap kali ini. Nuansa film terasa berbeda dibandingkan beberapa karya sebelumnya karena lebih fokus pada aksi yang agresif dan emosi personal para karakternya. Kenji juga memberikan ruang yang cukup bagi para pemain untuk mengeksplorasi karakter masing-masing. Kebebasan tersebut membuat interaksi antartokoh terasa lebih alami dan adegan pertarungan terlihat memiliki energi yang kuat. Koreografi laga menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Pertarungan disajikan dengan intensitas tinggi dan terlihat dirancang untuk memperlihatkan kemampuan terbaik para pemain tanpa kehilangan fungsi cerita. Ia memilih mengandalkan pertarungan praktis, koreografi yang detail, dan minim ketergantungan pada efek digital berlebihan. Hasilnya adalah film yang terasa lebih mentah, brutal, dan memiliki dampak fisik yang nyata bagi penonton. Banyak adegan aksi bahkan disebut sebagai salah satu koreografi pertarungan terbaik yang muncul dalam beberapa tahun terakhir.

Di luar aksi yang menjadi daya tarik utama, tema penculikan anak dan perdagangan manusia membuat film ini memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi dunia saat ini. Meskipun premis semacam ini cukup sering digunakan dalam film laga, isu yang diangkat masih menjadi persoalan nyata di berbagai negara. Karena itu, perjuangan Wang Wei dan Navin tidak hanya menghadirkan hiburan penuh adrenalin, tetapi juga mengingatkan penonton bahwa kejahatan semacam ini masih terjadi dan meninggalkan dampak besar bagi banyak keluarga.
Pada akhirnya, The Furious mungkin tidak menawarkan cerita yang sepenuhnya baru, bahkan beberapa kritikus menilai alurnya cukup sederhana dan familiar. Namun film ini memahami dengan baik kekuatan utamanya, yaitu aksi yang spektakuler, karakter yang memiliki motivasi emosional kuat, serta kolaborasi para bintang laga Asia yang tampil maksimal. Bagi penggemar film aksi brutal bergaya The Raid, Ip Man, atau film laga Hong Kong klasik, The Furious menjadi tontonan yang sangat memuaskan dan membuktikan bahwa film laga praktis tanpa banyak CGI masih mampu tampil segar dan memikat di era modern. Selain aksi, film ini juga mengangkat isu penculikan dan perdagangan manusia yang hingga kini masih menjadi persoalan nyata di berbagai negara. Tema tersebut membuat cerita terasa relevan dan memiliki pesan sosial yang cukup kuat. Meskipun tidak menawarkan konsep yang sepenuhnya baru, cara film membangun ketegangan dan memperlihatkan perjuangan para korbannya mampu membuat penonton tetap terlibat hingga akhir cerita. Secara keseluruhan, The Furious adalah film laga yang menggabungkan aksi brutal, emosi keluarga, dan isu kemanusiaan dalam satu paket yang cukup solid. Bagi penggemar film aksi Asia, terutama yang ingin melihat kolaborasi Joe Taslim dan Yayan Ruhian kembali dalam satu layar, film ini menjadi tontonan yang layak untuk disaksikan. Namun perlu diingat bahwa film ini mengandung adegan kekerasan yang cukup keras sehingga lebih sesuai untuk penonton dewasa. The Furious mulai tayang tanggal 10 Juni 2026 di Bioskop Kesayangan anda. Overall : 9/10.




Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...