The Furious menghadirkan kisah sederhana namun emosional tentang seorang ayah yang berjuang menyelamatkan putrinya dari sindikat perdagangan manusia. Di balik premis yang cukup familiar, film ini mampu menghadirkan ketegangan melalui perpaduan drama keluarga dan aksi laga yang intens. Wang Wei digambarkan sebagai sosok biasa yang terpaksa melakukan hal-hal luar biasa demi menyelamatkan anaknya. Perjalanan yang ia tempuh membuat penonton ikut merasakan keputusasaan, kemarahan, sekaligus harapan yang terus ia pertahankan di tengah situasi yang semakin berbahaya. Saya melihat bahwa aktor-aktor Indonesia semakin sering dilirik oleh industri perfilman luar negeri, khususnya untuk film aksi. Hal ini tidak terlepas dari komitmen, disiplin, dan dedikasi mereka dalam menjalani proses produksi. Kemampuan beradaptasi dengan berbagai budaya kerja dan gaya penyutradaraan juga menjadi nilai tambah yang membuat mereka dipercaya dalam proyek internasional. Joe Taslim kembali menunjukkan karisma dan kemampuan fisiknya yang sudah tidak diragukan lagi. Sementara itu, Yayan Ruhian tetap tampil meyakinkan dengan gaya bertarung khas yang menjadi identitasnya selama bertahun-tahun. Salah satu hal yang menarik adalah pertemuan kembali Joe Taslim dan Yayan Ruhian dalam satu film setelah keduanya dikenal luas lewat film THE RAID aksi yang mengangkat nama mereka di kancah internasional. Adegan yang melibatkan kedua aktor ini menjadi momen yang paling dinantikan oleh banyak penggemar film laga. Dari sisi penyutradaraan, Kenji Tanigaki tampak sangat menikmati materi yang ia garap kali ini. Nuansa film terasa berbeda dibandingkan beberapa karya sebelumnya karena lebih fokus pada aksi yang agresif dan emosi personal para karakternya. Kenji juga memberikan ruang yang cukup bagi para pemain untuk mengeksplorasi karakter masing-masing. Kebebasan tersebut membuat interaksi antartokoh terasa lebih alami dan adegan pertarungan terlihat memiliki energi yang kuat. Koreografi laga menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Pertarungan disajikan dengan intensitas tinggi dan terlihat dirancang untuk memperlihatkan kemampuan terbaik para pemain tanpa kehilangan fungsi cerita. Ia memilih mengandalkan pertarungan praktis, koreografi yang detail, dan minim ketergantungan pada efek digital berlebihan. Hasilnya adalah film yang terasa lebih mentah, brutal, dan memiliki dampak fisik yang nyata bagi penonton. Banyak adegan aksi bahkan disebut sebagai salah satu koreografi pertarungan terbaik yang muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Di luar aksi yang menjadi daya tarik utama, tema penculikan anak dan perdagangan manusia membuat film ini memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi dunia saat ini. Meskipun premis semacam ini cukup sering digunakan dalam film laga, isu yang diangkat masih menjadi persoalan nyata di berbagai negara. Karena itu, perjuangan Wang Wei dan Navin tidak hanya menghadirkan hiburan penuh adrenalin, tetapi juga mengingatkan penonton bahwa kejahatan semacam ini masih terjadi dan meninggalkan dampak besar bagi banyak keluarga.

Pada akhirnya, The Furious mungkin tidak menawarkan cerita yang sepenuhnya baru, bahkan beberapa kritikus menilai alurnya cukup sederhana dan familiar. Namun film ini memahami dengan baik kekuatan utamanya, yaitu aksi yang spektakuler, karakter yang memiliki motivasi emosional kuat, serta kolaborasi para bintang laga Asia yang tampil maksimal. Bagi penggemar film aksi brutal bergaya The Raid, Ip Man, atau film laga Hong Kong klasik, The Furious menjadi tontonan yang sangat memuaskan dan membuktikan bahwa film laga praktis tanpa banyak CGI masih mampu tampil segar dan memikat di era modern. Selain aksi, film ini juga mengangkat isu penculikan dan perdagangan manusia yang hingga kini masih menjadi persoalan nyata di berbagai negara. Tema tersebut membuat cerita terasa relevan dan memiliki pesan sosial yang cukup kuat. Meskipun tidak menawarkan konsep yang sepenuhnya baru, cara film membangun ketegangan dan memperlihatkan perjuangan para korbannya mampu membuat penonton tetap terlibat hingga akhir cerita. Secara keseluruhan, The Furious adalah film laga yang menggabungkan aksi brutal, emosi keluarga, dan isu kemanusiaan dalam satu paket yang cukup solid. Bagi penggemar film aksi Asia, terutama yang ingin melihat kolaborasi Joe Taslim dan Yayan Ruhian kembali dalam satu layar, film ini menjadi tontonan yang layak untuk disaksikan. Namun perlu diingat bahwa film ini mengandung adegan kekerasan yang cukup keras sehingga lebih sesuai untuk penonton dewasa. The Furious mulai tayang tanggal 10 Juni 2026 di Bioskop Kesayangan anda. Overall : 9/10.




Comments
Post a Comment