Skip to main content

REVIEW : WALFARE 2025, Memori Perang Dari Prajurit Yang Selamat

 

Warfare
Jenis Film : Action, War
Sutradara : Alex Garland, Ray Mendoza
Produksi : A24 Films
Casts : Michael Gandolfini, Will Poulter, Joseph Quinn, Joseph Quinn, D'Pharaoh Woon-A-Tai, Cosmo Jarvis, Finn Bennett
Durasi : 95 Menit

Sinopsis :
Sebuah Peleton Navy SEAL Amerika menjalakan misi pengintaian yang gagal di wilayah pemberontak. Sebuah kisah nyata tentang peperangan modern dan persaudaraan, yang diceritakan dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya: Berdasarkan penuturan langsung dan ingatan orang-orang yang mengalaminya.
 
Film perang tak melulu dengan ledakan tembakan tapi ada cara yang dapat dinikmati alur intens disebuah lokasi saja sudah memicu andrenalin, hanya bermodal pengintain berakhir pada baku tembak yang seru. Berdasarkan ingat salah satu prajurit yang bertugas, film punya kemampuan menghipnotis penonton untuk betah berlama-lama di depan layar bioskop, Sutradara Alex Garland (Civil War, ExMachina, Anihilation) pasti sudah paham bagi yang pernah menonton salah satu film tersebut, dia bermain apik setiap shot-shot dipresentasi secara detil, tak sadar penonton merasakan terlibat di dalamnya. Lokasi yang tidak luas memungkinkan gerakan aktor terbatas dan seperti ingat Ray mendoza. Tentu saja ada kesan dramatisasi demi menciptakan ketegangan berarti. WALFARE bermula pada tahun 2006 di Ramadi, tim Navy SEAL Alpha One menguasai sebuah rumah bertingkat, dimana petugas komunikasi Ray Mendoza menggunakan dukungan udara untuk memantau posisi mereka sementara penembak jitu Elliot Miller memantau pasar di seberang jalan. Penerjemah tim, Farid dan Noor, mengetahui adanya beberapa keluarga yang berbeda di lantai yang berbeda di gedung tersebut. Baik Ray maupun Elliot melihat adanya peningkatan aktivitas, membuat Erik menugaskan para penerjemah untuk menjaga berbagai bagian gedung sementara Ray mengomunikasikan situasi mereka. Sebuah granat dilemparkan ke dalam ruangan tempat Elliot berada, melukainya. Tim memanggil Bradley untuk mengevakuasi Elliot secara medis, namun sebuah IED meledak, menewaskan salah satu penerjemah dan juga melukai Sam dan Elliot (penembak jitu dan petugas medis). inilah awal ketegangan bertubi dari serangan musuh dari berbagaai arah.
Ketakutan atau  hidup sudah menjadi pilihan para prajurit  keinginan sederhana saat Anda terperangkap, menjadi sasaran empuk orang-orang bersenjata yang berusaha sekuat tenaga untuk membunuh Anda. Pendekatan Garland dan Mendoza yang ketat membuat  skenario film ini lebih mirip dokudrama daripada fiksi. Mereka sepenuhnya bergantung pada cerita dari orang-orang yang menjadi bagian dari misi tersebut, Mereka tidak menciptakan alur cerita, dan menjatuhkan kita ke dalam aksi tanpa cerita latar belakang tentang para karakter. Dialognya terbatas pada singkatan militer yang biasa digunakan oleh para anggota Seal, tanpa ada waktu untuk lelucon yang sering digunakan dalam film perang. Warfare yang lebih berfokus para prajurit daripada politiknya. Warga sipil Irak tidak mendapatkan dialog tetapi dampak dari adegan-adegan tersebut sangat besar, jaminan dari tentara Amerika bahwa mereka tidak akan terluka tampak hampa. Orang-orang ini adalah warga sipil yang ditodong dengan senjata api karena rumah mereka dihancurkan di sekitar mereka hanya karena rumah mereka berada di lokasi yang nyaman untuk pengawasan. Mereka adalah orang-orang menjadi korban perang yang tidak bersalah di mana-mana. Musuh tidak terlihat, sebagian besar, melalui bidikan senapan dan melalui teknologi drone. film ini jauh lebih tradisional meskipun pada akhirnya menunjukkan musuh dengan cara yang sama diserang bertubi-tubi yang sangat susah untuk di selamatkan, adakalanya kita berharap baku tembak yang cepat, brutal ya memang ada dibeberapa scene, justru Warfare bertujuan para prajurit keluar dari serangan musuh dan kita bisa melihat beberapa musuh masih hidup dari gempuran senjata berat dari tank bushmaster. Tak semudah memenangkan perang dalam sekejap dan berakhir hidup semua, pada kredittitle terlihat footage asli para prajurit yang masih hidup dan sudah meninggal saat serang tersebut . WARFARE segera tayang secara eksklusif di Cinema21, rasakan ketegangan dari awal hingga akhir, sajian perang dari sudut salah satu prajurit yang bertugas.
Overall : 7.5/10

 

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...