Skip to main content

REVIEW DETECTIVE CONAN THE MOVIE : SCARLET BULLET

DETECTIVE CONAN THE MOVIE : SCARLET BULLET

Directed : CHIKA NAGOAKA

Production : TMS/V1 Studio, TOHO Entertaiment

Runtime : 110 MINUTES

Sebelum acara press screening dimulai, kita kedatangan Cosplay ketiga karakter sungguh dluar dugaan mereka mau menyaksikan Kembali film Bersama fans lainnya, ketiga karakter sangat penting dalam film Detective Conan Scarlett Bullet. Produksi TMS/V1 Studio adalah film ke-24 CaseClosed Mistery movie yang diadaptasi dari serial manga karya oleh Gosho Aoyoma lanjutan dari film Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire. Ini merupakan film perrtama Reiwa-era Case Closed movie. Sutradara Chika Nagoaka, Animator yang telah membuat film 2020 Detective Conan : The First Blue Saphire dan tahun 2019 Case Closed : The Blue Saphire. Sineas wanita 38 tahun telah mendapatkan berapa kali penghargaan bergengsi sebagai Animator terbaik. Detective Conan: The Scarlet Bullet yang dijadwalkan rilis bulan  April 2020 terlambat karena pandemic COVID 19 hingga kemudian mundur rilis di Jepang bulan April 2021.

Disaat ajang bergengsi olahraga World Sport Games (WSG) di Tokyo bersamaan peluncuran Hyperlinier Train yang mampu melesat 1000km/jam, ada sebuah kejadian penculikan para sponsor acara tersebut, disaat kejadian bocornya pipa gas beracun pada area peresmian. hal ini seakan-akan saling terkait namun ditelurusi ternyata kejadian ini adalah rentetan kisah 15 tahun yang lalu di Boston. Detective Conan mencoba merangkai kejadian tersebut, clue yang didapat hanyalah 2 koper besar yang berujung pada keluarga Shiro Suzuki, bagi Conan jika memang kejadian dibuat sama maka tak heran pelaku penembakan di Boston adalah dalang kejadian ini. Kasus ini juga ditanggani FBI, menurut cerita yang terjadi penangkapan sesorang menjadi motif balas dendam lantaran salah menangkap hingga berujung pada kematian yang sia-sia. Pelacakan FBI dibantu oleh teman-teman Detective Conan , demi keamanan setempat acara peluncuran yang awal mula masyarakat boleh menikmati kereta tersebut akhirnya di ditunda, Hyperlinier train meluncur tanpa awak tapi Det Conan berhasil menyusup kedalamnya. Dengan bantuan sahabatnya Conan mencari benang merah peristiwa ini mengarah pada jejak terlihat mengunakan kamera infrared, penelusuran berakhir disebuah kamar. Apakah ini akhir dari serangkain peristiwa besar bersamaan yang terjadi ?, Apakah  pihak FBI selama ini menjadi dalang pembunuhan 15 tahun yang lalu, well see kalian pecinta cerita Detective Conan wajib nonton ya.

 

Ada berapa karakter sangat menarik dalam keluarga Sera, kakak adik yang tidak saling kenal Shukuchi Hakenda dan Shukuchi Akai hal ini akan terjawab film ini dengan durasi 110 menit, sangat Panjang jadi jangan lengah sedikitpun dalam menonton film ini ya, masih pengunaan grafis 2D merupakan pakem semua film-film Detective Conan ditambah scoring mampu menahan penonton untuk tidak keluar, bahkan balutan CGI juga sangat bagus . Cerita Detecttive Conan selalu dikaitkan dengan teknologi canggih, tak heran penonton ikut mengkakulasi setiap adegan. Setiap menyelesaikan masalah selalu tepat sasaran, diiringi theme song “ The Scarlet Alibi “ oleh Tokyo incidents sangat enak didengar. Film Detective Conan hadir menghapus kegalauan pengemarnya di tanah air, dari awal begitu intens hingga akhir. Alur flashback juga tidak membinggukan kita, narasi begitu enak walaupun ceritanya cukup berat karena hadirnya beberapa karakter, mulai hadir tanggal 21 April 2021 di Jaringan Cineplex21, CGV Cinemas, Cinepolis, FlixCinema . Jangan lupa ikutin protocol Kesehatan selama kita berada di Bioskop ya. Jangan beranjak karena ada 2 scene post credit menuju film berikutnya , Overall : 3.5/5

 


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena