Skip to main content

REVIEW : CHAOS WALKING , HANYA DUNIA PRIA TANPA ADA WANITA

CHAOS WALKING

Directed : DOUG LIMAN

Production : LIONSGATE

Runtime : 109 MINUTES

Ketika dunia hanya disi oleh pria yang kemampuan pikiran (Noise) terbaca oleh orang lain, tidak ada kaum wanita, anak perempuan kecil sama sekali. Bentuknya bisa berupa gambar, kata-kata dan suara, jadi setiap laki-laki tidak boleh menyimpan pikiranya. Hal ini membuat Todd Hewit (Tom Holland) merasa kehidupanya justru tidak menyenangkan.Sebagai anak yatim ditinggal ibunya ketika melahirkan, Tom berusaha mencari dunia lain namun disaat itulah muncul sosok seperti wanita sedang mencuri sesuatu yang kemungkinan jatuh dari planet lain. Apa yang diketahuinya disebarkan ke Mayor  menjadkan Todd tidak bisa menyingkirkan Viola (Daisy Ridley) , keberadaanya Viola menjadi ancaman besar bagi para pria di Prentisstown, dikepalai oleh seorang mayor David Prentiss (Mads Mikklesen), Todd sendiri diadopsi oleh Ben dan Cillian , naluri Todd ingin menyelamatkan Viola. Lucunya wanita tidak ada pikiran yang terlihat dan pria tidak bisa membaca pikirian tersebut dan hal tersebut membawa pada sebuah cerita masa lalu yang sebenarnya.

 

Doug Liman sudah menyajikan cerita ala dystopia dengan landscape sangat wah, namun minim eksekusi di setiap akhir adegan, hal ini berbeda sentuhan film Mr & Ms Smith, The Bourne Identity. Kita dibawa pada pendekatan novel remaja yang tidak buru-buru selesai, ini jadi misinya adaptasi novel The Knife Never Letting Go (2008) . Film ini mengalami beberapa tes screening akibat reshoot yang kurang baik. Dibawah penulis Charlie Kaufman, Jamie Linden, John Lee Hancock berharap disukai oleh pengemar novel. Tak lepas dari kritikan film ternyata jauh dari harapan namun dari sebuah awal trilogy saya yakin pengemarnya bisa menerimanya. Satu lagi yang membuat flop bukan karena filmnya jelek tapi disaat kondisi pandemic tidak semua bioskop dibuka maka penghasilan Box Office jauh dari modalnya.

Tom Holland selalu bikin penonton ketawa lantaran karakternya tidak bisa menyimpan rahasia, hal ini sudah dibuktikan dalam filmnya sebagai spiderman dia sendiri sering membocorkan scene dan karakter yang konyol tapi terkesan santai. Penampilan Mads Mikklesen menjadi sosok vilian sangat terasa, dia begitu mudah menjadi karakter yang dibenci oleh penonton. Daisy Ridley penampilan justru standar tidak ada yang istimewa.

Jika ingin melihat acting actor & aktris idolanya tidak salahnya menonton Chaos Walking mulai tanggal 7 April 20121 di Bioskop jaringan cinema21.


 

 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak