Skip to main content

REVIEW : SEOBOK , KLONING MANUSIA YANG PUNYA KEKUATAN SUPER

SEOBOK
Directed : Lee Yong Joo
Production : CJ Entertaiment
Duration : 155 Minutes
Tidak dipungkiri lagi dunia teknologi sains selalu berkembang dengan teknologi kedokteran pada masa depan, sebuah penelitian yang bergerak pada kehidupan manusia untuk selamanya hidup adalah sebuah impian, kematian hanyalah sementara yang justru terbalik dari takdir Tuhan pencipta manusia. Setelah berhasil menjadi objek yang memberikan dampak yang luar biasa . Berdasarkan kisah dari Dyanasty Qing tentang manusia abadi pengabdi kerajaan maka sebuah perusahaan mengembangkan Kloning manusia disebut SEOBOK, Sosok pria dewasa Park Bo Gum ( Seobok ) telah diuji bisa melakukan penyembuhan atau kekuatan yang sangat dibutuhkan oleh semua pihak. Karena merasa aset negara ini menjadi inceran maka ex agent Gong Yo (Agent Kim Hun) harus menjaga keberadaan spesies spesial ini pada sebuah tempat. Dalam perjalanan justru mendapatkan serangan brutal dari pihak musuh, karena posisinya terdesak Agent Kim melanjutkan misinya dengan bantuan orang lab, disinilah interaksi Seobok dengan Agent Kim menjadi cerita humanis. Mereka berdua mencari arti kehidupan yang sebenarnya, Agent Kim dalam keadaan sekarat akibat penyakit tumor otak ganas yang dia derita hanya sel darah Seobak yang mampu menyembuhkan penyakitnya, maka Agent Kim mempertaruhkan nyawanya demi Seobok untuk kehidupan selanjutnya.
Alur cerita berfokus arti kehidupan, apa yang terjadi setelah kematian, bagaimana rasanya kematian itu ?. Seobok begitu mencoba mendalaminya disaat berada pada lab penelitian, disinilah yang tidak didapatkan rasa kehidupan sebenarnya di muka bumi ini, dia merasa sebagai aset penelitian semata bukan sebagai manusia. Ketika banyak pihak yang memburunya semua hanya pada kemampuan saja tak lebih dari benda mati. Garapan sutradara Lee Yong Joo sebagai penulis juga (Architecture 101, Possessed) mengabungkan CGI yang sangat rapi tak heran bujet besar diglontorkan demi terciptanya realitas manusia kloningan menjadi kenyataan. Hasilnya pun tak mengecewakan alur cerita yang awalnya lambat menjadi titik terang menuju akhir dengan aksi sangat apik.  Park Go Bum dan Gong Yo memberikan akting yang menarik, candaan terjadi antara keduanya selama film ini berlangsung kita dihadapkan pada sisi manusia dan sisi lain teknologi yang akan berkembang nantinya. Pengorbanan seorang demi orang lain juga menjadi kisah ini mampu menyihir sejatinya para fans kedua aktor sangat menantikan film bergenre scific thriller ini yang harusnya tayang akhir tahun 2020, dikarenakan pandemi semua bioskop belum tentu dibuka maka diundur penayanganya dan Indonesia film ini mulai tayang hanya di jaringan CGV Cinemas, Cinepolis mulai tanggal 12 April 2021.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena