Skip to main content

Review : Alien Covenant, Mengungkap Keberadaan Alien

ALIEN COVENANT
Directed : Ridley Scott
Staring : Michael Frassbender, Katherine Waterson, Billy Crudup, Danny McBride,
Demian Bichir
Production : 20th Century Fox, TSG Entertaiment, Scott Free
Runtime : 2h 3m


Kesuksesan trilogi Alien tahun 1979 - 1986 - 1992 merupakan batu loncatan bagi para production company dan sutradara untuk membuat filmnya lebih besar lagi, Apalagi film Promotheus (2012) sempat heboh karena teori keberadaan Alien yang begitu rumit disajikan ke penonton, cerita yang sangat melelahkan dan panjang membuat banyak penonton kurang menyukai, hanya sebagian saja yang suka akan film ini, Di tahun 2017 dengan sutradara yang sama membuat prequel dari trilogi Alien 1979 berjudul ALIEN COVENANT. Kisahnya masih berlanjut ketika peristiwa pesawat Promotheus pimpinan Dr Elisabeth Shaw mengalami malapetaka disebuah tempat, bersama Humanoid RobotDavid (Michael Fassbender) mencari asal usul para Engineer (si pencipta manusia), Setelah 10 tahun kemudian pesawat Covenant menuju planet baru Origae-6 dengan misi mencari peradaban yang baru, tapi saat badai menyerang sistem navigasi komunikasi mereka terdengar sinyal acak sehingga membuat penasaran para crew untuk menyelidiki asal sinyal itu berada, sempat terjadi perbedaan pendapat namun apa yang mereka lakukan bisa sama seperti pendahulunya, rasa penasaran berujung malapetaka dan kematian. Dan inilah kisah para crew Covenant mengalami beberapa masalah, Munculnya mahluk Xenomorph, dengan intelegensia tak terbandingkan oleh manusia. Ternyata David menjadikannya percobaan untuk spesies yang baru. Walter - Humanoid generasi baru (Michael Fassbender) diciptakan lebih unggul dari David hanya saja dia tak bisa menciptakan sesuatu, dia bekerja sesuai aturan atasnya. Penelitian tidak terfokus lokasi yang baru tapi kenapa Alien itu ada, dibalik serangkain kejadian David mempunyai misi tersendiri. Perseteruan dan perlawanan terjadi saat inkubasi bayi Xenomorph masuk kedalam tubuh beberapa crew, adegan gore ditampikan secara close-up serta adegan ketegangan diriingi scoring yang sangat pas, Ridley Scott meramunya sedemikian rupa sehingga penonton tak lupa atmosfir film Alien 1979 dapat dirasakan selama 2 jam lebih. Atur nafas anda sebanyak-banyaknya karena ada kejutan-kejutan yang menanti.  



Michael Fassbender wajar mendapatkan karakter predikat sebagai Humanoid Robot menjadi dua karakter yang beda, sangatlah sukar namun dia memaikan sangat apik sekali, penekanan karakter yang lain rasanya cukup tak perlu dilebihkan, Karakter Katherine Waterston (Daniels) mengingatkan pada karakter Ripley (Sigourney Weaver) tampil sangat pas dengan potongan rambut pendek serta tubuh yang mungil namun lincah dalam melawan Alien. Keputusan sutradara untuk membuat sequal setidaknya penonton yang kecewa dengan Promotheus dapat terobati saat menonton Alien Covenant , pengenalan Alien Universe yang disajikan oleh sutradara sebagai bukti bahwa alam semesta masih menyimpan rahasia yang besar, tak semudah kita pikirkan. Hampir semua film action selalu ada tampilan CGI yang bagus, hal ini berlaku juga pada Alien Covenant hasilnya sangat luar biasa, tampilan CGI makin terkesan realistik  baik landscape lokasi, Xenomorph serta pesawat ruang angkasa.



Sebuah video prolog sebelum film dimulai mengenai Promotheus dan pesawat Covenant ( judulnya Alien Covenant : The Crossing ) penonton diharapkan tak perlu kuatir akan film sebelumnya, dalam 5 menit dijabarkan cukup mengerti untuk mengikuti filmnya itu sendiri, tak perlu gelisah  saya tidak tahu apakah tayangan tersebut berlaku pada tayangan reguler, bahkan sebelum tayang, menurut rumor video tersebut sudah beradar di Youtube. Lalu bagaimana dengan kelanjutkan Promotheus, darimanakah asal Engineers? apakah dijabarkan secara gamblang dalam film ini ?  Penulis cerita Danny O Bannon & Ronald Shusset memberikan gambaran yang sama pula saat Alien 1979 dirilis. Menurut mereka bahwa ini adalah sebuah gabungan kedua film menjadi satu. semuanya ini ditujukan untuk pengenalan lebih dalam Xenomorph dan beberapa karakter lain. Bukti nyata bahwa mereka tidak main-main menyuguhkan cerita yang penuh aksi pelan-pelan namun penuh kejutan.

Alien Covenant , tayang reguler tanggal 10 Mei 2017 di seluruh bioskop Indonesia.
Overall : 8/10 .



   


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " bergenre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dalam skenario karakter Mi…