Skip to main content

Review : Wonder Woman, Bangkitnya Pejuang Superhero Wanita


Wonder Woman 
Starring : Gal Gadot,Chris Pine, David Thewlis, Conie Nielsen, Elena Anaya
Directed : Patty Jenkins 
Production : Warner Bros Picture & DC Films
Runtime : 2h 30m

DC mengalami banyak kritikan tajam karena selalu flop tak sesuai ekspektasi fans beratnya, sejak Trilogi Batman dibawah arahan Nolan, nama DC kembali menjadi sorotan kritikus. Seperti itulah seharusnya sebuah film superhero, namun ketika BvS & SS muncul justru menuai kritikan yang sangat jelek sekali hingga mereka membuat versi Extended Version dan semuanya itu melegakan hati fans berat DC. Sepak terjang Marvel memang sudah diakui bahwa film superhero mereka dicintai oleh masyarakat luas. Ini menunjukan Marvel makin melejit tak terkalahkan, dengan Marvel Universe tak dapat disaingin oleh DC Extended Universenya. Wonder Woman hadir menepis para kritikus film baik itu fans beratnya maupun para haters, bulan Juni 2017 merupakan jadwal tayang secara luas di seluruh bioskop di tanah air. Wanita berparas cantik ini tidak saja keturunan Dewa dengan kekuatan super dahsyat membantu tentara Inggris membasmi kejahatan Jerman pada Perang Dunia Pertama. Yang menarik adalah sutradara wanita dipercayakan Warner Bros Picture mengerjakan proyek solo besar ini Patty Jenkins ( Monster, AMC The Killing ) merupakan sutradara wanita pertama dan bujetnyapun sangat besar  namun cerita tetap di pegang oleh Allan Heinberg dan Zack Synder sekaligus sebagai Produser. Wonder Woman merupakan seri ke-4 dari DC Extended Universe. Banyak yang mencibir ketika nama Gal Gadot lolos dari nominasi berperan Woman Woman, mengalahkan begitu banyak pesaingnya, rasanya dia tidak pantas secara porsi tubuhnya dan aksen yang kurang. Tapi setelah wajahnya muncul di akhir film Batman vs Superman, hal positif berubah kepadanya. Tak sabar para kritikus menonton filmnya dan terbukti benar bahwa dia layak sebagai Wonder Woman. karena fans setia sudah menunggu 75 tahun lamanya film ini diangkat ke layar lebar lebih modern dan teknologi cinema yang canggih, Patty membawa kisah Wonder Woman dimana dia berasal hingga menjadi penjuang yang tangguh diceritakan sangat lengkap.  Ketika dia melihat sebuah pesawat jatuh, hal yang pertama dia lakukan menolong pilot tersebut, namun pelindung (shield) pulau dapat ditembus oleh pasukan Jerman yang memburu sang pilot ternyata mata-mata intelejen Inggris, Steve Trevor ( Chris Pine ) menjelaskan keadaan di luar sana sangat kacau banyak manusia akan terbunuh jika dia tidak menghentikan sekarang juga. Karena Jendral Jerman Erich Luddendorft ( Danny Huston ) sedang membuat racun berbahaya dibawah Dokter Isabel Maru ( Elena Anaya ). Buat Diana sendiri yakin jika Dewa Ares ternyata tidak mati tapi dibalik semuanya kejadian ini, dia merasa terpanggil untuk menghancurkan Dewa Ares selama-lamanya



Power, Grace, Wisdom. Courage & Wonder, merupakan kata yang mewakili karakter Diana Price aka Wonder Woman. tidak hanya berparas cantik saja sebagai anak keturunan Dewa Zeus dibesarkan oleh Amazons Queen Of Themscyra : Hyppolyta ( Conie Nielsen ) dilatih berperang melawan Dewa Ares yang ingin manusia menghancurkan satu sama lain. Simbol kekuatan serta kesetiaan pahlawan super terbesar sepanjang masa. Sinematography landscape Themscyra disajikan secara apik oleh Matthew Jansen, berkat dukungan CGI yang bagus pula nampak Diana Prince menikmati pulau tersebut. Setiap aksi dengan latar belakang scoring oleh Rupert Greson Williams menciptakan kombinasi menarik dari sebuah drama penuh aksi diselinggi komedi yang tak ingin kita beranjak dari tempat duduk. Kesetaran gender bisa jadi ini menjadi isu yang mau diangkat namun tidak terlalu efek dengan para penonton setia superhero, nyatanya ada juga Supergirl, Cat woman, Elektra dan masih banyak lagi. Dia tak sembarangan memakai kekuatan supernya, adapun senjata Wonder Woman seperti  Lasso of Truth ( laso kebenaran ) bercahaya ketika dihempaskan dan mengenai musuh, kekuatan magisnya muncul tak hanya mencari bukti kebenaran tapi juga bisa menghalau musuh-musshnya. Godkiller Sword pedang magis hanya untuk membunuh superhero lainya seperti Superman, untung saja dia dalam satu team, pedang ini digunakan membunuh lawan-lawanya serta untuk membunuh Dewa Ares, Bracelets Of Victory  (Gelang Kemenangan) berasal dari Dewa Zeus sendiri, tidak hanya melindungi diri sendiri tapi bisa menangkis peluru, pedang atau serangan lainnya. Shield ( Tameng )  sama fungisnya sebagai penangkis senjata lawan-lawannya . dan satu lagi yang menarik adalah  Royal Tiara, tidak hanya simbol kerajaan atas dinasty Amazons namun dapat digunakan sebagai boomerang saat di lemparkan.



Jika di Marvel ada Dave Bautista ( Guardian Of Galaxy ) , Chris Hemsworth  ( Thor ) kedua karakter ini minin dialog namun jalinan chemistry dengan pemain lain terjaga , begitu juga chemistry antara Chris Pine dan Gal Gadot sangat pas, selingan humor nampak terjadi seakan-akan bertemu manusia dan dewa diciptakan begitu rapi oleh Patty. Kisah Gal Gadot sebagai Wonder Woman membuat saya ingin sekali melihat sepak terjangnya di Justice League nanti, Penampilan Gal Gadot sangat menarik apalagi villain Ares (David Thewlis) menjadikan sebuah ikon baru dalam musuh tak harus terlihat garang tapi karakternya yang pendiam itu yang membuat saya suka, dia menempatkan sebagai penjahat terbesar musuh Wonder Woman. Film ini dibuat sangat sesederahana mungkin, justru saat ini sutradara kerap sekali memberikan latarbelakang bahkan flashback sangat rapi, tak tergesa-gesa dibandingkan pendaulunya Suicide Squad, Penekanan editing setiap adegan demi adegan enak dilihat. Di tangan Patty, dia menyempurnakan penyutradaraan, antara aksi dan drama akan dikenang selamanya.Salah satu seri terbaik setelah Trilogi Dark Knight.


Wonder Woman Rise of Warrior , Tayang tanggal 31 Mei 2017 diseluruh bioskop Indonesia, hadir dalam format IMAX 3D, 4DX, 2D, durasi 2 jam 30 menit tak akan terasa boring.

Overall : 8.5/10 


  






  

Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : 22 MENIT

 22 MENIT
Sutradara : Eugene Panji Pemain :Ario Bayu, Ade Firman hakim,Ence Bagu, Ardina rasti  Produksi : Button Ijo Durasi : 75 Menit