Skip to main content

Review : Live by Night


Live By Night 
Directed : Ben Affleck 
Duration : 129 Minute 
Actor : Ben Afleck,Siera Miller, Robert Glenister, Remi Girone , Zoe Zaldana
Production : Appian Way Productions,Pearl Street Films
Distribution : Warner Bros Picture 

Banyakan di film garapan Hollywood menjadikan penjahat yang berkarisma, lebih gentle, penuh kasih sayang keluarga dan sahabat dibandingkan jagoan yang kehidupannya gak jauh dari keluarga hancur,sikap kasar, kadang suka mabuk, sembrono. Dan semuanya itu masih jadi bumbu dari sebuah film apapun adapatasinya, dan benar adaanya penonton masih suka akan hal itu . Sebuah adapatasi dari Novel dengan judul yang sama Live By Night ( Denis Lehane) 2012 menceritakan salah satu gangster yang berkarisma dan cinta keluarga..

Berseting tahun 1920an saat minuman keras, cerutu, bar marak di Amerika,kiprah kriminal dan gangster mewarnai beberapa kota , Joe Coughin (Ben Afleck ) anak seorang polisi setempat , mantan tentara perang dunia pertama berasal dari Irlandia mencintai Emma Gould (Siera Miller) selingkuhan dari Gangster terkenal Albert White (Robert Glenister) pimpinan Gang Irish Boston , karena kecintaan dengan Emma maka Joe ingin melarikan ke California setelah merampok bank setempat . Sebelum merampok Joe bertemu Maso Pescatore (Remi Girone) pimpinan Gang Mafia Italia, merupakan rival Albert White , Maso menawarkan untuk membunuh Albert dengan imbalan sebagai gangster anak buahnya, Joe gak mau terlibat dia tetap ingin menjadi krimnal saja. Suatu ketika ingin melarikan Emma ke California seperti rencana semula , ternyata Joe ketahuan oleh Albert maka Joe dipukul hingga mau mati oleh anak buah Albert. Disaat kondisi seperti ini rasa dendam Albert menjadi pilihan utama bagi Joe, dan tawaran Maso diterima dengan membangun bisinis di Ybor Tampa , pemasok utama adalah orang cuba,salah satunya Graciella Corales (Zoe Zaldana) dimana bisnis minuman keras dikuasai oleh kedua belah pihak . Ini kesempatan bagi Joe membangun kepercayaan dan pundi-pundi bagi Maso dan mengalahkan Albert dalam bisnis minuman keras hingga membangun Kasino terbesar di sana. Joe tidak hanya dekat dengan Graciella tapi menikahinya,  Demi usahanya berhasil Joe harus berhadapan dengan kepala polisi setempat Irving Figgis (Chris Cooper)  dan menjalin persahabatan , sejak saat itu semua urusan bisnis aman hingga suatu saat ponakan dari Irving yang tak lain anggota KKK mengacau bisnisnya, Joe ingin jalan damai tapi nilainya terlalu kecil sehingga  Loomis (Chris Sulivan ) tetap mengacaukan bisnis Joe hinga sempat lumpuh. Joe merasa harus mengentikan Loomis dengan bantuan Irving tapi ada syaratnya bagi Irving, Joe memberikan jaminan keselamatan anaknya bukan sebegai artis namun terjerumus ke Narkoba, Rasa malu Irving inilah yang membuat dia menyerah loomis ditangan Joe .

Rasanya pasti anda tidak sabar melihat sepak terjang ala gangster , tak heran jika film ini selalu ada baku tembak serta kejar kejaran mobil, bahkan adu intrik antar dua bos gangster mewarnai selama 2 jam 29 menit ini Gambaran seorang gangster diciptakan sendiri dan dimaikan oleh Ben Affleck membuat daya tarik bagi pengemar film bergenre Western Gangster .


Ben Affleck tak segan mencoba sebagai directed film ini, berkerjasama dengan Leonardo di Caprio sebagai produser, karisma Ben sebagai gangster memang memukau walaupun film tak seepic The Accountables namun bisa dipertimbangkan sebagai tontonan minggu ini , apalagi karakter Ben yang sangat mencintai keluarga menjadikan film makin ada nilai. Sejak tahun 2013 setelah Warner Bros menyetujui novelnya dijadikan film layar lebar , dengan dana US$ 65 juta sudah mengahasilkan US$ 172 juta (Box Office Mojo Januari 2017 ) tak heran film ini juga dinantikan di seluruh bioskop di Indonesia  mulai tanggal 11 Januari 2017 .

Overall : 7.5/10


Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...