Skip to main content

Review : Ballerina 2016


Ballerina 
Directed : Eric Summer & Eric Warin
Voice Over : Elle Faning, Dane Dehaan , Madine Zieglar
Production : Quad Productions, Caramel Film
Duration : 1h 30m


Setiap anak pasti punya mimpi besar, cita-cita yang membuat dia dapat menghayal jauh kedepan dan seringkali mimpi besar itu menjadi kenyataan dalam sekejap tak butuh proses yang lama.

Felicie (Elle Faning) adalah seorang gadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Dia mempunyai keinginan untuk menjadi penari balet profesional. Untuk itu dia harus pergi dari panti asuhan tempat dia tinggal. Dengan mengajak teman baiknya, Victor (Dane Dehaan), mereka berdua melarikan diri ke kota Paris. 



Keinginan Fellice bermain Ballet tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya, banyak kendala yang dia hadapi. Berawal dari waktu latihan, gerakan, tempo hingga lagu membuat Fellice merasa tidak sanggup. Namun Victor selalu memberikan semanggat untuk Fellice tetap latihan hingga menjadi seorang Ballerina, Berhasilkan usaha mereka berdua mewujudkan cita- cita mereka berdua ? 
  
Ballerina adalah film animasi hasil kerjasama Perancis dan Kanada, dengan setting kota Paris di abad 19, kita diperlihatkan keadaan Paris ketika menara Eifel mulai dibangun sebagai background kisah di film ini. Film ini dipenuhi dengan unsur drama dengan selipan humor disana- sini. Mulai dari adegan Felicie belajar balet sampai tingkah kocak yang dilakukan oleh Victor. Alur ceritanya juga pas, tidak bertele- tele juga tidak terlalu cepat dalam menggambarkan proses belajar Felicie menari balet, lengkap dengan segala macam lika- likunya. 
 

Film Ballerina tayang mulai tanggal 4 Januari 2017 di seluruh bioskop Indonesia.
Overall : 8/10


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re