AMAZON BULLSEYE
Production : Pureplan, CJ Entertaiment
Genre : Drama Comedy
Runtime : 1h 53m
Sinopis :
Mantan peraih medali panahan nasional Korea yang telah redup tidak dikenal lagi oleh masyarakat mengalami kondisi terpuruk bahkan nyaris masuk dalam daftar restrukturisasi perusahaannya, dalam sebuah kejadian yang tidak terduga, Jin-bong ditugaskan untuk melatih tim panahan Bolledor, sebagai bagian dari proyek pertambangan emas perusahaannya namun dia jatuh ke sebuah desa terpencil dan bertemu dengan tiga pejuang suku asli yang sangat ahli dalam memanah.
Setelah sukses dengan film Extreme Job (2019) yang meraih keuntungan , duo pemainnya reuni pada film ini yaitu Ryoo Seung-ryong dan Jin Seon-kyu, dan skenariopun berada di tangan Bae Seu Young, wajarlah kita berespektasi tinggi untuk Amazon Bullseye yang Disutradarai oleh Kim Chang-ju “Hard Hit (2021) dan 6/45 (2022)”, film ini mengikuti perjalanan Cho Jin-bong (Ryu Seung-ryong), mantan peraih medali panahan nasional ke negara Boledor berada dekat hutan Amazon melatih para suku asli Thaugari untuk mengikuti kejuaraan panahan di Seoul Korea selatan pertemuan tak sengaja Bbang-sik (Jin Seon Kyu) penterjemah bahasa Korea dengan suku asli ini menjadi daya tarik tersendiri keduanya bagiakan esembel yang kuat , kedekatan ini terjadi ketika mereka berada di Seoul dalam pelatihan selama 5 bulan, tantangan yang di hadapi Jin-bong tak hanya presure di perushaan tapi hubungan istrinya tak ingin merusak kehidupan keluarganya. Sebagai mana film komedi olah raga rangkaian dari cerita satu ke cerita lain mudah ditebak ditengah tawa dan sedikit kebosanan dalam alurnya karakter pemain Brasil cukup memberikan kontribusi sangat baik namun menjadikan box office rasanya berat sekali.
Sutradara Kim Chang Ju, berangkat dari editor film menjadi sutradara berusaha mengambarkan hubungan orang Korea dengan orang Brasil langsung pada intinya, karakter yang dibangun seadanya tanpa memikirkan sekelilingnya, benar-benar produksi tidak perlu riset berkepanjangan atau terlalu lama, lelucon yang ditawarkan begitu renyah seperti berburu ikan di sungai, membakar ayam di apartemen, footage mereka di kota membuat kegaduhan seakan-akan mengalir begitu saja. Tanpa terasa durasi 1 jam 53 menit menjadi film yang mudah dilupakan setelah Extreme Job yang memukau penonton. Cukup disesali, penyampain masalah ekosistem punahnya suku asli, penebangan pohon, masalah adat keluarga disampaikan begitu saja padahal menjadi benang merah harus dipahami oleh penonton akan kecintaan terhadap lingkungan hidup dan sesama hanyalah potongan biasa saja, yang harusnya bagian dari cerita penting film ini seakan-akan tempelan demi dramatisasi. Sudah digambarkan dengan jelas betapa perbedaan orang hutan dan keserakahan orang kota harusnya menjadi empati kita semua terasa dipaksakan menangis pada adegan akhir. Kesimpulannya, “Amazon Bullseye” adalah sebuah popcorn movie tanpa harus berpikir panjang, sangat sederhana mudah dipahami, ringan sangat menghibur tanpa perlu pendalaman cerita yang rumit, bahkan twist ending ini hanya lelucon belaka. Amazon Bullseye tayang mulai 13 November 2024 hanya di jaringan Cinepolis dan CGV Cinemas .




Comments
Post a Comment