Skip to main content

REVIEW : RATU ILMU HITAM 2019


RATU ILMU HITAM 2019
Sutradara : Timo Stamboel
Produksi : Rapi Films, Sky Media
Durasi : 1 Jam 39 Menit
Sebuah remake dari film horror Box Office tahun 1981- Ratu Ilmu Hitam yang dibintangi oleh Alm. Suzzanna dengan pendekatan masa kini memberikan sentuhan tajam dalam sinematography, sound fx, lighting, wardobe, setting ditambah jumpscare makin terasa terror sejak awal film berlangsung. Betapa tidak Joko Anwar sebagai penulis naskah sudah membangun atmosfir ketakutan jadi penonton sudah langsung naik andrenalinenya, sineas Timo Stamboel berhasil meremake horror ini menjadi sajian pembuka film bulan November 2019. Ratu Ilmu Hitam bukannlah cerita yang cepat dinikmati, sudut pandang yang dihadirkan bisa menjadi jebakan bagi penonton yang awal sudah menyangka ternyata ada beberapa lapisan cerita yang cukup rumit. Beberapa actor disaat shooting dilokasi selalu tak ingin memisahkan diri, rumah yang dipakaipun tergolong berhantu, mereka mengalami kengerian tersendiri. Kegemberiaan terjadi para actor dan aktris merasa bagian dari perjalanan menjadi actor film, ada yang takut saat dicasting karena kalo yang pegang Mas Jokan pasti ada sesuatu yang menarik dalam mereka berakting, sangat menantang dengan paket horror komplit, bermain bersama para actor terkenal sangat beruntung bagi yang baru terlibat di produksi film ini dan yang menjadi menarik bahwa plot utama Tahun 1981 tidak berbeda dengan plot tahun 2019 hanya perubahan nama karakter.  Bagi suami Alm. Suzzanna , Mas Clift Sangra – merasa film ini adalah tribute bagi istrinya yang telah membuat legenda bagi perfilmaan Indonesia. Setelah Pengabdi Setan 2018 sudah membuat para penonton super ketakutan, kali ini dalam Ratu Ilmu Hitam terlihat gore, jumpscare bikin jantungan dan beberapa adegan secara close up membuat ngilu penonton. RAPI FILMS sudah terbiasa menayangkan film-film Horor yang sangat mendominasi tayangan di Indonesia, berharap dengan remakenya menjadikan film horror ini mudah dicerna oleh generasi milineal. 

Saat perjalanan bersama ke rumah panti asuhan keluarga Hanif (Ario Bayu), istrinya Nadya (Hannah Al Rashid), beserta ketiga anaknya Dina (Zara JKT 48), Sandi (Ari Irham), dan Haki (Muzakki Ramadhan) tidak sengaja menabrak seekor binatang Rusa, awalnya tidak curiga dan perjalanan di lanjukan kembali hingga sampai tujuan. Dua sahabat mereka Anton (Tanta Ginting) istrinya Eva (Imelda Therinne) dan Jefri (Miller Khan) istrinya Lina (Salvita DeCorte) datang tak lama dari keluarga Hanif, disambut oleh penjaga panti mereka sudah merasakan ada sesuatu yang aneh namun karena lelah tak dihiraukan perasaan tersebut, tujuan utama mengunjungi pak Bandi (Yayu Unru) sedang sakit keras ntah tidak penyebabnya, saat mereka asiknya berbicara soal masa lalu mereka salah satu anaknya menayakan sebuah ruangan tertentu, disinilah awal cerita keganjilan terjadi hingga berujung pada kasus sebenarnya apa yang terjadi dalam panti tersebut.
Jika tahun 1981 plot pada sakit hati berakhir balas dendam, tahun 2019 sangat misterius bukan sekedar balas dendam tapi akan terjawab saat edingnya, penonton tidak mudah menerka adegan berikutnya, RATU ILMU HITAM adalah film teror dalam sebuah rumah Panti Asuhan membuat beda saat ada keluar dari Bioskop,siapkah anda melihat ketakutan dan kengerian dalam 1 jam 39 menit yang mulai tayang tanggal 7 November 2019 di seluruh bioskop Indonesia.  Overall : 8/10




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )

NAKEE 2 (2018) Directed : Pongpat Wachirabunjong Production : Act Art Generation , Falcon Pictures Runtime : 1 Jam 30 Menit Yang paling disuka dari cerita horror Thailand itu sinematography, tone color pastinya lokasi shooting selalu sesuai jalan cerita juga alurnya yang simple tidak neko-neko.   Setelah sukses dengan Serial tv   NAKEE 1 (2016) - di sutradarai oleh Thanya Wachirabunjong   dimana rating penonton serial ini begitu antusias maka tahun 2018 NAKEE 2 – di Sutradarai oleh Pongpat Wachirabunjong , keduanya adalah suami istri yang serius menekuni film horror Thailand.   Dibuatnya sequel ke dalam layar lebar berharap penonton masih antusias, ternyata hasil sangat mengembirakan bahwa tahun lalu film ini masuk Box Office dengan pencapaian nomer satu di Thailand , dikisahkan pada Nakee-1   seputar kisah puteri Naga yang jatuh cinta dengan manusia, dimana sosok garuda juga mencintai puteri tersebut, karena merasa dikhianati garuda harus berkelahi dengan naga sehing

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal